KediriNews.com – Sebuah penemuan mengejutkan terjadi di Pendopo Kecamatan Kota, yang ditemukan pada 5 Desember 2025. Laporan awal menyebutkan bahwa adanya lorong bawah tanah yang berada di bawah bangunan tersebut, memicu rasa penasaran dan kekhawatiran sekaligus antusiasme dari masyarakat setempat.
“Kami menemukan struktur yang tidak biasa saat melakukan pemeriksaan rutin terhadap infrastruktur pendopo,” ujar Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kota, Andi Suryadi. “Lorong itu cukup luas dan tampaknya dibangun dengan teknik konstruksi yang berbeda dari era sekarang.”
Dalam laporan resmi yang diterbitkan oleh Badan Arkeologi Daerah, disebutkan bahwa lorong tersebut memiliki panjang sekitar 15 meter dan lebar sekitar 2 meter. Struktur ini juga dilengkapi dengan lubang ventilasi kecil dan dinding yang terlihat kokoh. Meskipun belum diketahui secara pasti usia dan fungsi lorong tersebut, para ahli arkeologi mengatakan bahwa kemungkinan besar bangunan ini dibangun pada masa kolonial atau sebelum kemerdekaan Indonesia.
Sejarah dan Fungsi Lorong Bawah Tanah
Penemuan ini menimbulkan pertanyaan tentang sejarah pendopo yang selama ini menjadi pusat pemerintahan daerah. Menurut catatan historis, pendopo tersebut dibangun pada abad ke-19 sebagai pusat administrasi kecamatan. Namun, tidak ada informasi resmi tentang adanya struktur bawah tanah di bawah bangunan tersebut.
Ahli sejarah lokal, Dr. Rizal Anwar, menjelaskan bahwa banyak bangunan tua di kota-kota besar Indonesia memiliki struktur bawah tanah yang digunakan untuk berbagai tujuan, seperti penyimpanan barang atau perlindungan dari serangan musuh.
“Beberapa bangunan di Jawa Barat dan Jawa Tengah memiliki sistem bawah tanah yang digunakan untuk menyimpan senjata atau dokumen rahasia,” kata Rizal. “Ini bisa jadi salah satu contohnya.”
Proses Pemeriksaan dan Keamanan
Pihak pengelola pendopo telah mengambil langkah-langkah keamanan untuk memastikan keselamatan masyarakat. Mereka melibatkan tim ahli arkeologi dan teknik sipil untuk melakukan inspeksi lebih lanjut. Selain itu, beberapa area di sekitar pendopo ditutup sementara untuk menghindari risiko keruntuhan.
“Kami sedang mempelajari struktur ini agar dapat memahami apakah ada ancaman terhadap kestabilan bangunan,” tambah Andi Suryadi. “Jika diperlukan, kami akan melakukan perbaikan struktural.”
Reaksi Masyarakat
Reaksi masyarakat terhadap penemuan ini sangat beragam. Beberapa warga merasa tertarik untuk mengetahui lebih dalam tentang sejarah lokasi tersebut, sementara yang lain khawatir akan keamanan bangunan.
“Saya mendengar kabar ini dari tetangga, dan saya ingin tahu lebih banyak tentang sejarah pendopo,” ujar Ibu Nani, seorang warga setempat. “Tapi saya juga takut jika ada gangguan pada bangunan utamanya.”
Di sisi lain, sejumlah pemuda di kota tersebut mulai menggelar diskusi dan eksplorasi terbatas di sekitar area pendopo. Mereka percaya bahwa lorong bawah tanah ini bisa menjadi daya tarik baru bagi wisata sejarah di kota tersebut.
Kemungkinan Pengembangan Wisata
Berdasarkan rencana pemerintah daerah, penemuan ini bisa menjadi dasar untuk pengembangan wisata sejarah di kota. Dengan adanya lorong bawah tanah, pendopo bisa menjadi tempat edukasi dan atraksi yang menarik minat wisatawan.
“Kami sedang mempertimbangkan untuk membuat tur sejarah yang melibatkan lorong ini,” ujar Kepala Dinas Pariwisata, Dian Setiawan. “Ini bisa menjadi bagian dari program wisata budaya yang kita kembangkan.”

Kesimpulan
Penemuan lorong bawah tanah di Pendopo Kecamatan Kota pada 5 Desember 2025 menjadi momen penting dalam sejarah daerah tersebut. Meskipun masih banyak yang belum diketahui, penemuan ini membuka peluang untuk memahami lebih dalam tentang arsitektur dan sejarah bangunan-bangunan tua di kota ini. Dengan langkah-langkah yang tepat, penemuan ini bisa menjadi daya tarik baru bagi masyarakat dan wisatawan.





