KediriNews.com – Malam Jumat, 5 Desember 2025, menjadi malam yang tak terlupakan bagi warga Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri. Sebuah kejadian aneh terjadi di sekitar pohon asem yang berada di tengah hutan desa. Warga setempat mengaku melihat seorang kuntilanak tertawa sambil berdiri di atas pohon asem, sebuah fenomena yang selama ini hanya diceritakan dalam kisah-kisah horor daerah.
“Kami sedang pulang dari sholat maghrib, tiba-tiba mendengar suara tertawa yang tidak biasa. Kami langsung melihat ke arah pohon asem dan melihat sesuatu yang menyeramkan,” ujar Siti (42 tahun), salah satu warga yang menyaksikan kejadian tersebut.
Menurut informasi yang dihimpun, kejadian ini terjadi sekitar pukul 19.30 WIB. Saat itu, beberapa warga sedang berjalan-jalan di sekitar hutan belakang desa. Suara tertawa yang terdengar jelas membuat mereka merasa was-was. Mereka mencoba mengamati dari jauh, dan benar saja, ada sosok wanita muda dengan rambut panjang yang tertawa tanpa alasan jelas sambil berdiri di atas pohon asem.
“Kami tidak berani mendekat. Kami hanya memperhatikan dari jauh, dan saat kami mencoba mengambil foto, sosok itu langsung menghilang,” tambah Arif (35 tahun), seorang petani yang juga menjadi saksi mata.

Sementara itu, para tokoh masyarakat dan pemuka agama setempat memberikan penjelasan mengenai makna dari kejadian ini. Menurut mereka, kuntilanak sering kali muncul di malam Jumat, yang dianggap sebagai hari penuh energi spiritual. Namun, kehadiran kuntilanak di tempat yang tidak biasanya sering dikaitkan dengan ritual atau perbuatan yang tidak baik.
“Kami percaya bahwa kejadian ini bisa menjadi peringatan bagi kita semua untuk menjaga diri dan menjalani kehidupan dengan baik,” ujar Ustadz Rizal (50 tahun), tokoh agama setempat.
Meski banyak orang menganggap kejadian ini sebagai mitos, namun bagi sebagian masyarakat, hal ini menjadi bukti bahwa kepercayaan akan makhluk halus masih hidup di tengah masyarakat modern. Banyak warga yang mulai kembali melakukan ritual-ritual kecil seperti membaca doa atau meletakkan benda-benda tertentu di depan rumah untuk menghindari gangguan makhluk-makhluk halus.
Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan oleh masyarakat untuk mengurangi risiko gangguan dari makhluk halus:
- Membaca doa-doa pengusir hantu: Seperti doa “Bismillah, Allohumma Abaariqlanaa fi maarozaktanaa…” yang sering digunakan oleh masyarakat Jawa.
- Meletakkan benda-benda simbolis: Misalnya, pisau, gunting, atau paku di dalam tas saat bepergian.
- Menghindari tempat-tempat angker: Terutama di malam hari, karena banyak kejadian mistis terjadi di tempat yang tidak ramah.
Pihak kepolisian setempat juga mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tetap tenang. Mereka menegaskan bahwa tidak ada indikasi kejahatan atau tindakan ilegal yang terjadi, dan kejadian ini lebih bersifat kepercayaan masyarakat.
“Kami memastikan bahwa tidak ada ancaman nyata dari kejadian ini. Namun, kami tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan menjaga keselamatan diri sendiri,” ujar Kapolsek Papar, AKP Dedi Prasetyo.
Kejadian ini juga menjadi bahan diskusi di media sosial, dengan banyak netizen yang membagikan cerita-cerita serupa. Beberapa bahkan menyebut bahwa kejadian ini bisa menjadi inspirasi untuk kisah-kisah baru tentang kuntilanak dan makhluk halus lainnya.
Dalam konteks budaya dan kepercayaan masyarakat Jawa, kuntilanak sering kali menjadi bagian dari cerita-cerita rakyat yang mengandung pesan moral. Meski secara ilmiah tidak dapat dibuktikan keberadaannya, namun kepercayaan ini tetap menjadi bagian dari identitas budaya lokal.
Hashtag: #Kuntilanak #KecamatanPapar #HororDaerah #MalamJumat #CeritaRakyat





