Kolaborasi Kemanusiaan Baznas DKI Salurkan Ribuan Porsi Makanan untuk Penyintas Bencana di Sumatera
Ringkasan Berita:
- Baznas (Bazis) DKI Jakarta meluncurkan Ekspedisi Dapur Kemanusiaan tahap 3 bertajuk “99 Ribu Porsi Harapan untuk Sumatera”.
- Program ini melibatkan King Abdi dan 10 Chef Nusantara yang turun langsung ke lokasi.
- Hingga 7 Januari 2026, donasi tahap 3 mencapai Rp1,02 miliar.
Wahyu Aji/
, JAKARTA – Baznas (Bazis) DKI Jakarta meluncurkan program Ekspedisi Dapur Kemanusiaan bertajuk ’99 Ribu Porsi Harapan untuk Sumatera’.
Program ini merupakan penyaluran bantuan tahap tiga, yang difokuskan pada pemenuhan kebutuhan pangan darurat bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh Tamiang.
Melalui ekspedisi ini, Baznas (Bazis) DKI Jakarta menargetkan pendistribusian sebanyak 99.000 porsi makanan siap saji yang bergizi dan layak konsumsi.
Bantuan diprioritaskan bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta keluarga yang kehilangan akses logistik, khususnya di Desa Sekerak Kabupaten Aceh Tamiang dan Desa Blang Nie Kabupaten Aceh Timur.
Ketua Baznas (Bazis) DKI Jakarta Akhmad H. Abu Bakar menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud tanggung jawab lembaga dalam mengelola amanah Zakat Infak dan Sedekah dari masyarakat Jakarta.
Menurutnya, dalam situasi darurat, kehadiran bantuan pangan menjadi sangat penting untuk menjaga ketahanan dan martabat para penyintas bencana.
“Ekspedisi ini merupakan bentuk nyata solidaritas masyarakat Jakarta untuk saudara-saudara kita di Sumatera. Kami tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga menghadirkan kepedulian dan harapan,” kata Akhmad kepada wartawan di Jakarta, Rabu (7/1/2026).
Melalui pengelolaan ZIS yang amanah dan profesional, kami memastikan bantuan tersalurkan secara cepat, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
“Kami juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh mitra dan kolaborator yang telah berkontribusi, mulai dari sektor swasta, BUMD, komunitas, hingga relawan, yang bersama-sama memungkinkan program kemanusiaan ini terlaksana dengan baik,” ujarnya.
Keunikan Ekspedisi Dapur Kemanusiaan kali ini terletak pada keterlibatan King Abdi bersama tim Chef Nusantara.
Sebanyak sepuluh chef pilihan dijadwalkan terjun langsung ke lokasi bencana pada 9 sampai 10 Januari 2026 untuk memasak dan menyajikan makanan hangat bagi para penyintas di lokasi terdampak.
“Makanan hangat dan bergizi adalah kebutuhan sederhana namun sangat berarti di tengah situasi bencana. Kami datang dengan semangat warga bantu warga. Kami datang, kami masak, dan mereka makan, sebuah pesan bahwa mereka tidak berjuang sendirian,” kata King Abdi.
Pelaksanaan program ini didukung oleh kolaborasi lintas sektor dengan berbagai mitra strategis dan jajaran BUMD DKI Jakarta, serta sejumlah korporasi lainnya yang turut berkontribusi dalam kelancaran distribusi bantuan.
Hingga 7 Januari 2026, donasi yang berhasil dihimpun khusus untuk penyaluran Tahap 3 mencapai Rp1.021.561.511 dengan total nilai bantuan yang didistribusikan pada tahap ini sebesar Rp1.071.960.000.
Secara kumulatif, total bantuan yang telah disalurkan Baznas (Bazis) DKI Jakarta ke wilayah Sumatera sejak tahap pertama hingga saat ini mencapai Rp2.724.822.460, yang mencakup penyaluran Tahap 1 sebesar Rp69.233.000, Tahap 2 berupa bantuan tunai senilai Rp827.441.242 dan bantuan natura sebesar Rp756.188.218, serta Tahap 3 sebesar Rp1.071.960.000.
Baznas (Bazis) DKI Jakarta menegaskan bahwa transparansi, akuntabilitas, dan kolaborasi menjadi prinsip utama dalam setiap penyaluran bantuan kemanusiaan.
Lembaga berkomitmen menjaga amanah para donatur agar bantuan yang disalurkan dapat memberikan manfaat optimal serta memastikan kebutuhan dasar para penyintas bencana terpenuhi secara berkelanjutan.
King Abdi, pimpinan Ekspedisi Dapur Kemanusiaan bertajuk “99 Ribu Porsi Harapan untuk Sumatera” menyampaikan terima kasih kepada Baznas Bazis DKI Jakarta atas kesempatan 9 chef Nusantara untuk bergabung memasak di dapur umum, dan menyalurkan 99.000 porsi siap santap.
“Saya sudah ke lokasi Aceh Tamiang, sungguh keadaan masyarakat korban bencana sangat memprihatinkan. Saudara-saudara kita memang membutuhkan bantuan,” kata King Abdi, pria nyentrik yang tubuhnya penuh tato itu.
King Abdi menambahkan, bahwa masyarakat korban bencana di Sumatera sangat membutuhkan bahan pangan, air bersih, listrik, dan gas.





