Kera Liar Ganas! Curi Nasi di Dapur Warga Kecamatan Mojoroto pada 5 Desember 2025

KediriNews.com – Peristiwa kera liar yang mengganas dan melakukan tindakan tidak terduga kembali terjadi di wilayah Kecamatan Mojoroto, Kabupaten Kediri. Pada tanggal 5 Desember 2025, sejumlah warga kecewa setelah melihat seekor kera liar masuk ke dalam rumah mereka dan mencuri nasi dari dapur. Kejadian ini memicu kekhawatiran masyarakat akan ancaman yang datang dari hewan-hewan liar yang semakin sering muncul di lingkungan pemukiman.

“Saya sedang membersihkan dapur ketika tiba-tiba mendengar suara bising dari luar. Saat saya keluar, saya melihat seekor kera berlari dengan membawa nasi dari piring,” kata Siti Aminah, salah satu warga yang menjadi korban. “Saya langsung mengejar, tapi kera itu cepat sekali dan langsung lari ke hutan.”

Kera liar tersebut diduga berasal dari kawasan hutan yang berdekatan dengan permukiman warga. Masyarakat khawatir jika hal ini terus berulang, maka ancaman terhadap keselamatan dan keamanan bisa semakin meningkat. Bahkan, beberapa waktu lalu, kera-kera ini pernah menyerang anak-anak di sekitar area tersebut.

  1. Perilaku Kera Liar yang Mengancam
    Kera liar di wilayah Kecamatan Mojoroto dikenal memiliki sifat agresif dan sulit dikendalikan. Mereka sering kali memasuki rumah-rumah warga, terutama saat malam hari. Beberapa kali tercatat adanya kejadian kera memasuki rumah dan mengambil barang-barang seperti makanan atau pakaian. Tidak jarang, kera juga menyerang orang yang tidak sengaja mengganggunya.

Menurut pengamatan warga, kera-kera ini tampaknya sudah terbiasa dengan lingkungan manusia. Hal ini membuat mereka semakin percaya diri dan tidak takut untuk mendekati pemukiman. Banyak warga mengatakan bahwa kera-kera ini sering kali bermain di dekat jalan raya atau di area persawahan.

  1. Langkah-Langkah Pencegahan yang Dilakukan Warga
    Untuk menghindari kejadian serupa, warga Kecamatan Mojoroto mulai mengambil langkah-langkah pencegahan. Salah satunya adalah dengan memperkuat pagar rumah dan menutup pintu serta jendela secara rapat. Selain itu, banyak warga yang mulai memasang alat pengusir kera seperti suara keras atau cahaya terang.

“Kami sudah memberi tahu anak-anak untuk tidak bermain di luar rumah saat senja atau malam hari,” ujar Rudi, seorang warga setempat. “Kami juga mencoba memperbaiki kebun kami agar tidak mudah diakses oleh kera.”

  1. Tanggapan Pemerintah Setempat
    Meski kejadian ini masih tergolong baru, pemerintah setempat telah menyampaikan perhatian terhadap kondisi yang terjadi. Camat Mojoroto, Suryadi, mengatakan bahwa pihaknya akan segera menggelar rapat dengan instansi terkait untuk mencari solusi jangka panjang.

“Kami sedang mempertimbangkan untuk membangun pagar pembatas antara hutan dan pemukiman,” katanya. “Selain itu, kami juga akan meminta bantuan dari dinas lingkungan untuk memantau aktivitas kera di sekitar area tersebut.”

  1. Kerawanan Lingkungan dan Upaya Konservasi
    Kera liar yang muncul di daerah perkampungan biasanya disebabkan oleh perubahan ekosistem. Hutan yang semakin sempit akibat perluasan pertanian dan pemukiman membuat kera kehilangan habitat alaminya. Akibatnya, mereka terpaksa mencari makanan di tempat-tempat yang dekat dengan manusia.

Untuk mengatasi hal ini, beberapa ahli lingkungan menyarankan agar dilakukan penanaman pohon-pohon tertentu yang bisa menjadi makanan bagi kera. Selain itu, penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem agar tidak ada hewan liar yang terlalu dekat dengan manusia.

  1. Masyarakat Diminta Tetap Waspada
    Meskipun kera liar tidak selalu menyerang, tetapi tindakan mereka bisa sangat mengganggu. Oleh karena itu, masyarakat diminta tetap waspada dan tidak mengajak anak-anak bermain di area yang rawan kera. Jika melihat kera liar, segera laporkan kepada pihak berwajib agar bisa segera ditangani.

“Jangan pernah memberi makan kera liar,” ingat Suryadi. “Karena hal itu bisa membuat mereka semakin percaya diri dan tidak takut pada manusia.”





KeraLiar #Mojoroto #Kediri #HewanLiar #KeamananWarga

Pos terkait