KediriNews.com – Waspada! Peredaran Uang Palsu di Pasar Tradisional Kediri Jelang Akhir Tahun

Jelang akhir tahun, warga Kediri kembali dihebohkan dengan munculnya isu peredaran uang palsu di pasar tradisional. Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran terhadap keamanan transaksi dan kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan lokal.

Menurut informasi yang diperoleh KediriNews.com dari sumber setempat, kasus uang palsu telah mulai terdeteksi sejak beberapa minggu lalu. Beberapa pedagang mengaku menerima uang kertas dengan ciri-ciri yang tidak biasa, seperti tekstur yang berbeda, gambar yang kurang jelas, atau nomor seri yang tidak sesuai dengan standar resmi.

Pihak kepolisian setempat mengakui adanya laporan-laporan serupa. Meski belum ada pengungkapan resmi, petugas telah memperketat pengawasan di area pasar-pasar utama, termasuk Pasar Kediri dan Pasar Kutoarjo.

“Kami sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait laporan tersebut,” kata Kepala Polsek Kediri, AKP Budi Santoso. “Namun, kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan memeriksa uang yang diterima secara seksama.”

Beberapa cara pemeriksaan uang asli yang disarankan oleh Bank Indonesia (BI) dapat menjadi panduan bagi masyarakat:

  1. Dilihat

    Perhatikan perubahan warna benang pengaman pada uang kertas rupiah. Selain itu, pastikan logo Bank Indonesia dan angka nominal terlihat jelas. Untuk uang pecahan Rp 100.000 dan Rp 50.000, terdapat gambar pahlawan yang hanya terlihat saat diterawang.

  2. Diraba

    Uang asli memiliki tekstur yang khas. Bagian-bagian tertentu seperti gambar utama, lambang negara, dan tulisan BI akan terasa kasar jika diraba. Hal ini merupakan salah satu ciri keamanan yang sulit dipalsukan.

  3. Diterawang

    Saat uang diterawang dalam cahaya, bagian-bagian tertentu seperti gambar pahlawan, ornamen, dan logo BI akan terlihat jelas. Ini adalah cara efektif untuk memastikan keaslian uang kertas.

cara memeriksa uang asli dan palsu

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tidak ragu melaporkan temuan uang mencurigakan ke aparat kepolisian. Dengan demikian, upaya pencegahan dan penindakan bisa dilakukan secara lebih cepat.

“Kami sangat mengharapkan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga keamanan transaksi,” tambah AKP Budi Santoso. “Setiap laporan yang masuk akan segera kami tindaklanjuti.”

Sementara itu, para pedagang di pasar tradisional Kediri mulai meningkatkan kewaspadaan. Beberapa di antaranya bahkan memilih menggunakan alat pembayaran digital sebagai alternatif agar tidak terkena imbas uang palsu.

pedagang pasar tradisional memeriksa uang kertas

Dalam situasi seperti ini, penting bagi masyarakat untuk tetap tenang dan bersikap proaktif. Dengan kesadaran dan kewaspadaan yang tinggi, risiko kerugian akibat uang palsu bisa diminimalisir.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *