KediriNews.com – Tak Disangka! Penjual Es Dawet di Kediri Ini Ternyata Jago Melukis Wajah

Di tengah persaingan bisnis kuliner yang semakin ketat, tak semua usaha mampu menarik perhatian publik. Namun, di Kediri, ada satu penjual es dawet yang justru menjadi sorotan karena keahliannya dalam melukis wajah. Meski terdengar tidak biasa, kenyataannya, inovasi unik ini justru membuat dagangannya laris manis dan viral di media sosial.

Penjual es dawet tersebut adalah Supriono, seorang warga Desa Seketi, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri. Ia dikenal sebagai penjual es dawet Jeporo yang viral di TikTok akhir-akhir ini. Namun, apa yang membuatnya menjadi istimewa? Selain rasa dawet yang segar dan tradisional, Supriono memiliki bakat tersembunyi: ia jago melukis wajah.

“Awalnya hanya iseng, tapi ternyata banyak orang suka,” ujar Supriono saat ditemui di lokasi jualannya. Ia menjelaskan bahwa ide melukis wajah bermula dari keinginan untuk memberikan pengalaman berbeda bagi pelanggannya. “Saya lihat banyak penjual minuman lain yang hanya menyajikan minuman biasa. Saya ingin sesuatu yang lebih menarik.”

Supriono memulai aktivitas melukis wajah pada tahun 2023. Ia mengambil alat lukis sederhana seperti krayon dan spidol, serta menggunakan mangkok batok sebagai media. Dengan tangan yang terampil, ia mampu melukis wajah tokoh terkenal, seperti Presiden Joko Widodo, artis, atau bahkan wajah pelanggan sendiri.

“Banyak pelanggan yang minta saya melukis wajah mereka. Bahkan ada yang memesan untuk hadiah ulang tahun atau acara khusus,” tambahnya. Menurut Supriono, hal ini memberi nilai tambah bagi dagangannya. Bukan hanya sekadar minuman, tetapi juga pengalaman unik yang bisa dibawa pulang oleh pelanggan.

Tidak hanya itu, Supriono juga menjaga kualitas rasa dawetnya. Es dawet Jeporo yang ia jual tetap mempertahankan cendol hijau kenyal, santan kental, dan gula merah cair yang legit. Namun, ia juga menambahkan variasi rasa seperti durian, nangka, dan alpukat agar menarik lebih banyak pembeli.

“Harganya tetap terjangkau, Rp3.000 per porsi. Saya tidak menaikkan harga meskipun jumlah pelanggan meningkat,” ujarnya. Ia mengaku bersyukur dengan peningkatan permintaan yang terjadi sejak dawetnya viral di media sosial.

Menurut Endang Sulistyorini, salah satu pelanggan setia Supriono, keunikan dawet Jeporo bukan hanya dari rasanya, tetapi juga dari pengalaman yang diberikan. “Saya suka cara Supriono menyajikan dawet. Ada sentuhan seni yang membuatnya lebih menarik,” katanya.

Dari segi pengunjung, Supriono mengatakan bahwa jumlah pelanggannya meningkat drastis sejak video tentang dawet Jeporo viral di TikTok. “Sehari bisa sampai 500 porsi lebih, terutama saat bulan puasa,” ujarnya.

Dengan kombinasi antara rasa tradisional dan seni melukis wajah, Supriono telah membuktikan bahwa inovasi bisa menjadi kunci sukses dalam bisnis kuliner. Ia tidak hanya menjual minuman, tetapi juga memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi pelanggannya.

Bagi para pengusaha kecil, kisah Supriono menjadi inspirasi bahwa dengan kreativitas dan keberanian, siapa pun bisa menciptakan sesuatu yang istimewa dan mendapatkan perhatian publik.

Pos terkait