Kota Kediri kembali menorehkan langkah inovatif dalam memperkuat komitmen pemerintah daerah terhadap inklusivitas dan keadilan sosial. Pada hari ini, Selasa (23/04/2025), Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati atau yang akrab disapa Mbak Vinanda, secara resmi meresmikan Taman Bermain Ramah Disabilitas pertama di kota ini. Peresmian dilakukan di Taman Keluarga Kediri, yang menjadi salah satu lokasi strategis untuk mendorong partisipasi aktif anak-anak disabilitas dalam berbagai aktivitas rekreasi.
Taman bermain ini merupakan bagian dari upaya Pemkot Kediri dalam menciptakan ruang yang aman, nyaman, dan aksesibel bagi seluruh warga, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus. Dengan konsep desain yang ramah lingkungan dan mengutamakan keselamatan, taman ini dirancang untuk dapat dinikmati oleh semua kalangan, baik anak-anak biasa maupun disabilitas.
“Kami ingin memberikan ruang yang sama bagi setiap anak, tanpa memandang kondisi fisik atau kemampuan mereka. Taman ini adalah bukti komitmen kami untuk membangun kota yang inklusif dan manusiawi,” ujar Mbak Vinanda saat memberikan sambutan pada acara peresmian.
Peresmian taman bermain ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Kartini, yang menjadi momen penting untuk menegaskan semangat kesetaraan dan empati terhadap semua kelompok masyarakat. Mbak Vinanda menyampaikan bahwa kehadiran taman ini tidak hanya sebagai tempat bermain, tetapi juga sebagai sarana untuk memperluas akses pendidikan dan sosialisasi tentang hak-hak dasar anak-anak disabilitas.

Selain itu, taman ini juga akan menjadi pusat pelatihan dan edukasi bagi para pengasuh, guru, serta masyarakat luas tentang pentingnya membangun lingkungan yang ramah terhadap disabilitas. Beberapa fasilitas seperti jalur aksesibilitas, area bermain yang tidak terlalu curam, dan alat bantu bermain khusus telah dipersiapkan untuk memastikan keberlanjutan dan keamanan penggunaan.
Dalam acara tersebut, hadir pula Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin, Ketua TP PKK Kota Kediri, serta perwakilan organisasi disabilitas dan komunitas lokal. Mereka menyampaikan apresiasi atas inisiatif ini, yang dinilai sangat relevan dengan visi pemerintah daerah untuk menjadikan Kediri sebagai kota yang lebih adil dan inklusif.

Mbak Vinanda juga menekankan bahwa pembangunan kota harus dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan seluruh lapisan masyarakat. “Kita tidak boleh melupakan siapa pun. Setiap orang berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk hidup layak dan bahagia,” tambahnya.
Acara peresmian diakhiri dengan penyerahan bantuan alat bantu bermain kepada beberapa SLB (Sekolah Luar Biasa) di Kota Kediri. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi anak-anak disabilitas dalam berbagai aktivitas sosial dan pendidikan.
Dengan diresmikannya Taman Bermain Ramah Disabilitas, Kota Kediri kembali menunjukkan komitmennya untuk membangun masyarakat yang lebih adil, inklusif, dan penuh empati. Semoga taman ini menjadi awal dari banyak inisiatif serupa yang akan datang, yang lebih mengutamakan kesejahteraan dan kebahagiaan seluruh warga.





