KediriNews.com – Mbak Wali Kediri, yang dikenal sebagai tokoh perempuan dan aktivis masyarakat, akan mengajak anak muda untuk lebih melek politik melalui kegiatan di kampus pada 15 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi momen penting dalam membangun kesadaran politik generasi muda, terutama mahasiswa, tentang peran mereka dalam menjaga persatuan bangsa.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap nilai-nilai Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Dalam konteks ini, Mbak Wali Kediri tidak hanya berupaya memberikan wawasan, tetapi juga mengajak mahasiswa untuk aktif dalam menyuarakan aspirasi mereka secara konstruktif dan bertanggung jawab.

“Mahasiswa hari ini adalah garda depan perubahan. Mereka harus mampu menyeimbangkan antara sikap kritis dan etika, serta menjunjung tinggi toleransi dan rasa kemanusiaan,” ujar Mbak Wali Kediri dalam pidatonya. Ia menekankan bahwa partisipasi politik bukan sekadar tuntutan, tetapi juga tanggung jawab moral seorang warga negara.

Dalam acara tersebut, Mbak Wali Kediri juga menyoroti pentingnya memahami konstitusi dan hak-hak dasar sebagai warga negara. “Pemahaman tentang UUD NRI Tahun 1945 akan membantu mahasiswa dalam menjaga supremasi hukum dan ketertiban sosial,” tambahnya.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang pembelajaran tentang dinamika politik kampus. Mahasiswa diajak untuk memahami bagaimana organisasi seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan senat mahasiswa dapat menjadi wadah untuk menyampaikan aspirasi dan memperjuangkan isu-isu penting. Hal ini juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan kepemimpinan, komunikasi, dan negosiasi.

“Politik kampus bukan hanya tentang perbedaan pandangan, tetapi juga tentang bagaimana kita bisa bekerja sama untuk menciptakan lingkungan akademis yang lebih inklusif dan positif,” jelas Mbak Wali Kediri.

Tidak hanya itu, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam isu-isu sosial seperti kesetaraan gender, Hak Asasi Manusia (HAM), dan lainnya. Melalui dialog yang sehat, mahasiswa diharapkan mampu menyuarakan aspirasi mereka dengan cara yang damai dan konstruktif.

Mbak Wali Kediri juga menegaskan bahwa partisipasi politik tidak boleh diartikan sebagai bentuk provokasi atau penghancuran harmoni. “Mahasiswa harus menjadi agen perubahan yang mencerahkan, bukan provokator yang memecah belah,” katanya.

Acara ini juga dirangkai dengan pemaparan tentang pentingnya pendidikan tinggi dalam membentuk generasi muda yang berkarakter dan berjiwa kebangsaan. “Dengan pendidikan yang baik, mahasiswa akan mampu menjaga persatuan bangsa di tengah dinamika zaman,” tambahnya.

Di akhir acara, Mbak Wali Kediri berharap agar mahasiswa Kediri dan sekitarnya dapat menjadi contoh dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan dan membangun masa depan Indonesia yang lebih baik. “Dari kampus inilah, lahir generasi penjaga Indonesia yang cerdas, berkarakter, dan berjiwa kebangsaan,” tutupnya.

Pos terkait