KediriNews.com – Mas Dhito Meresmikan Sentra Ikan Hias Terbesar di Kediri Tahun 2025

Kabupaten Kediri, Jawa Timur, kembali menjadi pusat perhatian setelah Bupati Hanindhito Himawan Pramana atau yang akrab disapa Mas Dhito meresmikan Sentra Ikan Hias terbesar di wilayah tersebut pada 17 Desember 2025. Peresmian ini dilakukan dalam rangka memperkuat posisi Kediri sebagai penghasil ikan hias terbesar di Jawa Timur dan sekaligus meningkatkan daya saing industri ikan hias lokal.

Sentra Ikan Hias yang baru saja diresmikan ini berlokasi di kawasan pedagang kaki lima Simpang Lima Gumul, yang sebelumnya telah menjadi pusat aktivitas perdagangan dan budidaya ikan hias. Dengan luas area yang mencapai ribuan meter persegi, sentra ini dirancang untuk menjadi pusat distribusi, pameran, dan pelatihan bagi para petani ikan hias di seluruh Kabupaten Kediri.

Mas Dhito menyampaikan bahwa kehadiran sentra ini bertujuan untuk mengakomodasi permintaan pasar dalam dan luar negeri serta memberdayakan masyarakat setempat melalui pelatihan dan penguatan jaringan bisnis. “Kami ingin menjadikan Kediri sebagai pusat produksi ikan hias yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga memiliki nilai ekonomi tinggi,” ujarnya saat memberikan sambutan.

Dalam acara peresmian, hadir puluhan kelompok budidaya ikan hias dari berbagai daerah di Kediri. Mereka memamerkan berbagai jenis ikan hias seperti cupang, koi, dan tetra yang telah dibudidayakan secara intensif. Selain itu, beberapa eksportir ikan hias juga turut hadir untuk meninjau ketersediaan pasokan dan potensi kerja sama.

Menurut data yang diungkap oleh Bupati Kediri, pada tahun 2023, Kabupaten Kediri berhasil menghasilkan 369.804.790 ekor ikan hias. Dari jumlah tersebut, ikan koi mencapai 90.170.000 ekor, sedangkan ikan cupang adalah jenis yang paling banyak diproduksi dengan total 118.575.000 ekor. Angka ini menunjukkan bahwa Kediri memiliki potensi besar dalam industri ikan hias.

“Kami sangat bangga dengan genetik lokal yang bisa bersaing dengan ikan hias impor. Ini membuktikan bahwa kita mampu menghasilkan produk berkualitas,” tambah Mas Dhito.

Selama masa kepemimpinan Mas Dhito, Kabupaten Kediri rutin menggelar kontes ikan hias baik skala regional maupun nasional. Acara ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi media promosi bagi para pembudidaya ikan hias. Salah satu contohnya adalah Agro Koi di Kecamatan Ngadiluwih dan Agung Koi Farm di Desa Karanganyar, Kecamatan Wates, yang telah dikenal sebagai produsen ikan koi berkualitas.

Mas Dhito juga menyebutkan bahwa beberapa lokasi budidaya ikan hias di Kediri telah mampu menembus pasar internasional. Contohnya, ikan koi dari Agung Koi Farm yang telah diekspor ke negara-negara seperti Singapura, Jepang, dan Eropa.

Dengan adanya sentra ikan hias terbesar ini, diharapkan dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat Kediri. Selain itu, sentra ini juga akan menjadi tempat pelatihan dan edukasi bagi generasi muda yang tertarik berkecimpung dalam dunia budidaya ikan hias.

Mas Dhito menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus mendukung pengembangan industri ikan hias melalui berbagai program dan kebijakan. “Kita harus memastikan bahwa Kediri tidak hanya menjadi produsen ikan hias, tetapi juga menjadi pusat inovasi dan kreativitas dalam bidang ini,” tegasnya.

Dengan peresmian sentra ikan hias terbesar di Kediri, Kabupaten Kediri semakin memantapkan posisinya sebagai pusat produksi ikan hias di Jawa Timur dan menjawab tantangan pasar global.

Pos terkait