Kediri – Dalam rangka meningkatkan kinerja dan program pengentasan kemiskinan di Kota Kediri, Wakil Walikota Kediri, Siti Masrifah atau yang akrab disapa Mbak Wali, secara resmi membuka Rapat Kerja (Raker) Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Kediri. Acara ini berlangsung di Gedung Balai Kota Kediri, Jumat (12/10), dengan fokus utama pada penguatan peran Baznas dalam menjalankan program-program pengentasan kemiskinan.
Mbak Wali menyampaikan bahwa Baznas memiliki peran penting dalam memastikan distribusi zakat dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan. “Zakat bukan hanya sekadar amalan, tetapi juga menjadi alat untuk mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi,” ujar Mbak Wali dalam sambutannya.
Dalam sambutannya, Mbak Wali menekankan perlunya koordinasi antara Baznas dengan instansi terkait lainnya seperti Pemerintah Daerah, organisasi keagamaan, dan lembaga masyarakat. “Kolaborasi ini sangat penting agar program pengentasan kemiskinan bisa lebih efektif dan merata,” tambahnya.
Menurut data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan di Indonesia masih menjadi isu yang perlu diperhatikan. Meski terjadi penurunan sejak 2006, penurunan tersebut dinilai lambat, terutama di daerah-daerah dengan tingkat ketimpangan yang tinggi. Pakar Kebijakan Publik UGM, Dr. Agus Heruanto Hadna, menyoroti pentingnya pendekatan multidimensi dalam mengatasi kemiskinan, tidak hanya berdasarkan pendapatan, tetapi juga akses layanan publik dan ketimpangan antar wilayah.
“Program pengentasan kemiskinan harus melibatkan berbagai aspek, termasuk pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Ini akan membuat kebijakan lebih tepat sasaran,” jelas Hadna.

Di Kota Kediri, Baznas telah melakukan berbagai inisiatif dalam mendistribusikan zakat, termasuk bantuan sosial, pelatihan keterampilan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dalam Raker kali ini, Baznas juga membahas rencana penguatan sistem informasi dan monitoring zakat agar lebih transparan dan akuntabel.
Selain itu, acara ini juga menjadi ajang evaluasi kinerja Baznas selama tahun 2023. Dalam laporan yang disampaikan oleh Ketua Baznas Kota Kediri, jumlah zakat yang terkumpul mencapai Rp 15 miliar, dengan sebagian besar digunakan untuk program pemberdayaan ekonomi dan bantuan darurat.

Mbak Wali berharap, dengan adanya Raker ini, Baznas dapat terus meningkatkan kapasitas dan kinerjanya. “Saya berharap Baznas bisa menjadi mitra strategis dalam upaya mengurangi kemiskinan di Kota Kediri,” tutupnya.
Acara Raker Baznas ini dihadiri oleh sejumlah tokoh agama, pengurus Baznas, serta perwakilan lembaga masyarakat. Selain itu, hadir pula para camat dan lurah yang berkomitmen untuk mendukung program pengentasan kemiskinan di tingkat kelurahan.





