KediriNews.com – Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA, membuka Rapat Kerja (Raker) Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Tingkat Nasional 2024 dengan tema “Membangun Profesionalisme Pengelolaan Zakat di UPZ dengan Keselarasan Gerak Langkah dan Tujuan Untuk Meningkatkan Kemanfaatan Umat”. Acara ini digelar di Bogor, Senin (2/9/2024), dan menjadi momen penting dalam memperkuat kolaborasi antara Baznas dan berbagai instansi pemerintah serta swasta untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dalam sambutannya, Prof. Noor menekankan bahwa kehadiran UPZ di setiap instansi memiliki dampak yang sangat besar bagi pengelolaan zakat di Indonesia. Ia mengungkapkan bahwa UPZ bertujuan untuk memfasilitasi layanan zakat pada pegawai di Kementerian/Lembaga Negara/BUMN, BUMS yang zakatnya selama ini belum optimal dan belum dikelola dengan baik. Dengan adanya UPZ, pengelolaan zakat dapat lebih terstruktur dan efektif, sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat.

Salah satu langkah strategis yang dilakukan Baznas adalah meningkatkan profesionalisme pengelolaan zakat melalui prinsip 3A (Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI). Prinsip ini menjadi pedoman utama dalam pengelolaan zakat agar sesuai dengan aturan agama, hukum, dan kepentingan nasional. Prof. Noor juga menyampaikan harapan agar UPZ dapat terus meningkatkan kinerja dan profesionalisme dalam pengelolaan zakat, sehingga semakin banyak umat yang terlayani dan semakin banyak mustahik yang menjadi lebih sejahtera secara materi dan spiritual.

[IMAGE: Baznas Raker UPZ 2024 Kolaborasi untuk Kediri yang Lebih Sejahtera]

Selain itu, Baznas juga aktif menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga dan institusi untuk memperkuat basis data dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. Salah satu contohnya adalah kolaborasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) yang telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) terkait pemanfaatan data dalam pengelolaan zakat. Kolaborasi ini bertujuan memperkuat basis data agar pendistribusian dan penghimpunan zakat lebih efektif, akurat, serta tepat sasaran.

Prof. Noor menekankan bahwa kerja sama dengan BPS sangat strategis, mengingat lembaga tersebut memiliki kompetensi mendalam di bidang statistik. Menurutnya, penguasaan BPS terhadap data akan sangat membantu Baznas dalam menjalankan amanah. Dengan data yang detail dan terstruktur, Baznas dapat memastikan zakat sampai kepada mereka yang benar-benar berhak menerima, sehingga mencegah tumpang tindih pemberian bantuan.

Dalam konteks yang lebih luas, kolaborasi antara Baznas dan berbagai pihak menjadi kunci dalam mewujudkan Kediri yang lebih sejahtera. Dengan memadukan potensi dan sumber daya yang ada, Baznas berkomitmen untuk terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program-program yang berkelanjutan dan berdampak nyata.

Pos terkait