KediriNews.com – Kabar Buruk! Penyakit Misterius Serang Ratusan Ternak Sapi di Kediri, Peternak Panik

Kabupaten Kediri kembali dihebohkan oleh munculnya kasus penyakit yang menyerang ratusan ternak sapi. Penyakit ini memicu kepanikan di kalangan peternak, karena gejalanya berbeda dengan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang sebelumnya pernah mewabah.

Menurut data dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri, hingga awal 2025, tercatat 251 ekor sapi terinfeksi virus PMK. Dari jumlah tersebut, 24 ekor mengalami kematian dan 59 ekor dinyatakan sembuh. Lonjakan kasus ini terjadi secara signifikan dibandingkan sebelumnya, dengan peningkatan dari 50 kasus pada Oktober 2024 menjadi 251 kasus hingga Januari 2025.

Kasus PMK menyebar ke 19 kecamatan dari total 26 kecamatan di Kabupaten Kediri. DKPP Kabupaten Kediri, drh. Tutik Purwaningsih mengungkapkan bahwa lonjakan kasus ini sudah terjadi sejak akhir 2024 lalu. “Per 1 Januari kemarin sudah ada 19 kecamatan yang terdampak, dan kenaikan 29 kasus tambahan di empat kecamatan,” ujarnya.

Gejala khas penyakit PMK antara lain hilangnya nafsu makan, demam tinggi, sesak napas, serta keluar lendir dari mulut atau hidung. Lesi juga muncul pada gusi, mulut, dan kaki sapi. DKPP meminta para peternak untuk senantiasa waspada dan rutin melakukan pemeriksaan terhadap hewan ternaknya.

Peternak sapi di Kediri panik akibat penyakit misterius

Pemerintah Kabupaten Kediri telah mengambil langkah-langkah untuk mengendalikan penyebaran penyakit ini. Salah satunya adalah dengan menutup seluruh pasar hewan di wilayah Kediri. Penutupan ini dilakukan sebagai upaya mencegah perkembangan lebih lanjut dari virus PMK.

“Penutupan pasar hewan dimulai pada Senin (13/1/2025) hingga dua pekan ke depan, tepatnya 13-28 Januari 2025. Kami tidak ingin ada kasus di pasar hewan dan menyebar di seluruh wilayah,” ujar Tutik Purwaningsih.

Selain itu, petugas akan melakukan pemantauan dan sterilisasi pasar hewan. Papan pengumuman akan dipasang di palang pintu masuk kawasan pasar sebagai informasi untuk para penjual maupun pengunjung.

Pasar hewan di Kediri ditutup sementara akibat wabah penyakit

Peternak sapi juga merasa khawatir dengan situasi ini. Salah satu peternak, Iyus (43), mengatakan bahwa sapinya mati mendadak setelah mengalami kejang-kejang. “Sapinya betina, mendadak mati usai mengalami kejang-kejang, padahal sebelumnya sehat dan setelah 7 hari melahirkan,” ujarnya.

Enok (50), peternak lainnya, menyebutkan bahwa sapinya yang mati mendadak mengalami tanda-tanda kaki bengkak dan air susu tidak keluar. Setelah daging sapi dibelah, organ dalamnya bermasalah, jantungnya bengkak, penyakitnya seperti menyerang limpa dan paru-paru.

Dengan situasi ini, para peternak diharapkan tetap waspada dan menjaga kesehatan ternak mereka. DKPP juga terus memberikan sosialisasi dan bimbingan kepada peternak untuk menghindari penyebaran penyakit lebih luas.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *