Pada akhir pekan lalu, warga di Kabupaten Kediri digemparkan dengan penemuan kerangka manusia saat sedang menggali fondasi rumah. Kejadian ini terjadi di sebuah lahan yang akan dibangun menjadi perumahan, dan menimbulkan banyak tanya tentang asal-usul kerangka tersebut.
Penemuan tersebut dilaporkan oleh kuli bangunan yang sedang melakukan penggalian tanah untuk membuat fondasi. Saat itu, salah satu tukang menemukan bagian tulang tangan manusia. Setelah dipastikan kebenarannya, mereka melanjutkan penggalian dan menemukan tengkorak manusia. Informasi ini segera disampaikan kepada pihak berwajib setempat.
“Awalnya ada tukang bangunan yang menemukan bagian tangan. Setelah itu, mereka melanjutkan menggali dan menemukan tengkorak,” ujar Kapolsek setempat, AKP I Made Antara. “Setelah diperiksa, tidak ada makam di sekitar lokasi, dan kerangka tersebut dikubur dalam kedalaman sekitar 20 cm.”
Berdasarkan informasi yang diperoleh, kerangka manusia tersebut kini telah dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan forensik dan identifikasi lebih lanjut. Tim medis sedang melakukan pemeriksaan DNA guna mengetahui identitas dari kerangka tersebut.
Menurut dugaan sementara, kerangka tersebut diduga merupakan korban zaman penjajahan. Hal ini didasarkan pada kondisi tanah yang tidak memiliki tanda-tanda makam atau kuburan tradisional. Selain itu, lokasi penemuan juga tidak memiliki catatan sejarah yang menyebutkan adanya penguburan massal.
Tim penyidik dari kepolisian setempat telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan memastikan bahwa tidak ada indikasi kejahatan terkait penemuan ini. Meskipun begitu, masyarakat tetap waspada dan menantikan hasil pemeriksaan lebih lanjut.
Sementara itu, pemilik lahan yang akan dibangun rumah tersebut mengaku tidak mengetahui adanya kerangka manusia di bawah tanah. Pihaknya hanya mengetahui bahwa tanah tersebut akan digunakan untuk pembangunan rumah tinggal.
“Kami tidak tahu sama sekali ada kerangka di bawah tanah. Kami hanya ingin membangun rumah di lahan ini,” kata pemilik lahan.
Kejadian ini menunjukkan betapa pentingnya survei dan pemeriksaan terhadap lahan sebelum dimanfaatkan untuk pembangunan. Selain itu, hal ini juga mengingatkan kita akan sejarah yang tersembunyi di bawah permukaan tanah, yang bisa saja menyimpan rahasia masa lalu yang belum terungkap.
Dengan adanya penemuan ini, masyarakat dan pihak berwenang diharapkan lebih waspada dan memastikan proses pembangunan berjalan aman serta tidak mengganggu situs sejarah yang mungkin ada di sekitar lokasi.
