Kabar mengejutkan datang dari Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Sebuah arca purbakala ditemukan secara tak sengaja oleh warga saat melakukan pembangunan fondasi rumah di Dusun Tondowongso, Desa Gayam, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, pada 18 Desember 2025. Temuan ini langsung menjadi perhatian masyarakat dan para ahli sejarah karena lokasi penemuan berdekatan dengan Situs Tondowongso yang kaya akan peninggalan sejarah.
Arca tersebut ditemukan oleh operator alat berat saat sedang melakukan pengerukan tanah untuk persiapan tanam ulang. Awalnya hanya terlihat bagian tubuh arca yang utuh, namun bagian kepala sudah rusak akibat benturan dengan alat berat. Meski kondisinya tidak sempurna, arca ini memiliki dimensi tinggi sekitar 74 sentimeter (cm) dan diduga merupakan arca dengan empat wajah, seperti dua temuan sebelumnya di wilayah yang sama.
Sejarah Arca yang Menghebohkan
Dalam laporan yang diterima, arca ini diperkirakan berasal dari masa Hindu-Buddha antara abad ke-10 hingga ke-13 Masehi. Hal ini didasarkan pada bentuk dan gaya arca yang mirip dengan dua arca lainnya yang ditemukan di kawasan yang sama pada tahun 1957 dan 2007. Arca tahun 1957 diketahui telah disimpan di Museum Nasional Jakarta, sedangkan arca 2007 disimpan di museum daerah Kabupaten Kediri.
Menurut Kepala Bidang Sejarah dan Purbakala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, Eko Priyatno, arca yang baru ditemukan ini memiliki ciri khas empat wajah. Namun, hanya bagian wajah sisi kiri yang masih tersisa, sedangkan bagian kepala lainnya hilang. “Ini menimbulkan pertanyaan besar tentang siapa sosok di balik arca ini,” ujarnya.
Eko menjelaskan bahwa dalam konsep Trimurti, ada tiga dewa utama, yaitu Brahma, Siwa, dan Wisnu. Dugaan awal menyebut bahwa arca ini bisa jadi representasi dari Wisnu caturmuka. Namun, juga ada kemungkinan bahwa arca ini adalah istri Siwa, yakni Parwati, mengingat adanya bentuk lipatan pada bagian perut yang menyerupai seorang wanita.
Konteks Budaya dan Agama di Kediri
Situs Tondowongso sendiri merupakan kompleks bangunan candi yang dibangun jauh sebelum abad ke-12. Penelitian menggunakan metode radiokarbon menunjukkan bahwa situs ini berasal dari tahun 1025 Masehi. Lokasi ini juga berdekatan dengan Situs Adan-adan yang beraliran Buddha Mahayana, menunjukkan bahwa toleransi beragama sudah ada sejak berabad-abad silam di wilayah Kediri.
“Ada benang merah yang bisa ditarik. Pertama, temuan arca baru ini akan melengkapi data soal Tondowongso yang terkuak sejak 1957 dan hingga sekarang belum sepenuhnya tersingkap,” kata Eko.
Selain itu, ia menyoroti fenomena banyaknya arca berwajah empat yang ditemukan di Kediri. Ini menimbulkan pertanyaan tentang kepercayaan yang terjadi di kawasan tersebut. Apakah ada sinkretisme atau percampuran dua kepercayaan, sebagaimana terjadi di tempat lain seperti Singhasari dan Majapahit?
Reaksi Komunitas dan Pihak Terkait
Temuan arca ini langsung mendapat perhatian dari komunitas pemerhati budaya setempat. Ketua Komunitas Pelestari Sejarah dan Budaya Kediri (PASAK), Didin Saputro, membenarkan kabar penemuan tersebut. Menurutnya, tim dari PASAK dan juru pelihara (jupel) situs purbakala Kabupaten Kediri telah meninjau langsung lokasi penemuan pada hari Kamis sore.
“Beberapa teman PASAK bersama jupel sudah ke lokasi untuk observasi awal. Informasinya dari dinas terkait juga akan turun langsung besok,” ujar Didin.
Pihak Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI Jawa Timur juga akan segera melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap arca tersebut. Hasil pemeriksaan ini akan menjadi dasar rekomendasi langkah selanjutnya, termasuk apakah arca ini akan dipindahkan ke museum atau tetap disimpan di balai desa setempat.
Kesimpulan
Penemuan arca purbakala di Kediri ini tidak hanya menjadi momen penting bagi dunia sejarah, tetapi juga menjadi bukti bahwa wilayah ini memiliki warisan budaya yang sangat kaya. Dengan adanya arca berwajah empat yang ditemukan, muncul banyak pertanyaan yang masih perlu dijawab oleh para ahli. Namun, satu hal yang pasti, temuan ini menunjukkan bahwa Kediri masih menyimpan misteri-misteri sejarah yang belum terungkap.
[IMAGE: arca purbakala ditemukan saat membangun fondasi rumah di kediri]






