KediriNews.com – Heboh Penampakan Pocong di Kediri Ternyata Hanya Prank Remaja 18 Desember 2025!

Sebuah video viral di media sosial pada akhir tahun 2025 menghebohkan warga Kediri. Video tersebut menampilkan penampakan “pocong” yang disebut-sebut muncul di kawasan Jalan Kedung Baruk. Sejumlah netizen langsung membagikan dan menyebarkan video tersebut, menciptakan sensasi yang cukup besar. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, ternyata penampakan itu hanya sebatas prank oleh sekelompok remaja.

Remaja yang membuat prank pocong di Kediri

Menurut informasi yang dihimpun oleh KediriNews.com, kejadian ini terjadi pada 18 Desember 2025. Dalam video tersebut, tampak sosok yang diduga sebagai “pocong” berdiri di pinggir jalan. Caption yang menyertai video menunjukkan dugaan bahwa penampakan itu adalah modus para pelaku begal untuk melakukan aksinya. Namun, hingga saat ini belum ada laporan resmi tentang adanya tindak kejahatan yang terjadi akibat penampakan tersebut.

Kompol Dwi Heri, Kapolsek Rungkut, mengungkapkan bahwa perdebatan mengenai pocong di Jalan Kedung Baruk hanya ramai di dunia maya saja. “Belum ada aksi kejahatan yang terjadi akibat viralnya pocong itu. Belum ada laporan apapun,” ujar Kapolsek Rungkut saat dihubungi KediriNews.com.

Dwi Heri menjelaskan bahwa para netizen hanya membagi dan menyebarkan foto atau video tersebut tanpa pernah mengecek langsung ke lokasi. “Jadinya tak ada yang tahu dengan pasti peristiwa yang sebenarnya. Apa yang ada di medsos seakan nyata, padahal persitiwanya tidak begitu,” tambahnya.

Meski demikian, Dwi Heri mengambil sisi positif dari peristiwa ini. Ia berharap masyarakat bisa lebih waspada dengan segala modus kejahatan, apapun itu. “Dengan adanya pocong viral itu, kami berharap masyarakat bisa lebih waspada,” ujarnya.

Sementara itu, pihak kepolisian masih mencari anak-anak usil yang membuat pocong tersebut. “Kami masih berusaha mencari anak-anak itu,” tegas Dwi Heri.

Sosok pocong yang dipakai dalam prank di Kediri

Penampakan pocong yang viral di media sosial pada akhir tahun 2025 menjadi bukti bahwa tren prank dan hoaks semakin marak. Meski awalnya menimbulkan kekhawatiran, akhirnya diketahui bahwa hal tersebut hanya sekadar lelucon oleh sekelompok remaja. Peristiwa ini juga mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar di media sosial.

KediriNews.com akan terus memantau perkembangan kasus ini dan memberikan update terbaru kepada pembaca.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *