KediriNews.com – Gila! Kolektor Barang Antik Berani Tawar Sepeda Tua Kakek di Kediri Ini Seharga Mobil Pajero

Dalam dunia koleksi barang antik, harga sering kali tidak terukur oleh nilai nominal biasa. Namun, sebuah insiden yang terjadi di Kediri menunjukkan betapa tingginya nilai sejarah dan keunikan suatu benda, bahkan jika hanya berupa sepeda tua. Seorang kakek bernama Abdul Raub Daeng Sikki (66) yang menjual tikar keliling dengan menggunakan sepeda Ontel tua, tiba-tiba menjadi pusat perhatian setelah seorang kolektor antik berani menawarkan uang sebesar harga mobil Pajero.

Sepeda Ontel yang digunakan Abdul Raub bukanlah sembarang kendaraan. Dibuat pada era 1970-an, sepeda ini telah menjadi bagian dari kehidupannya selama lebih dari empat dekade. Meskipun tampak usang, sepeda tersebut memiliki nilai historis dan sentimental yang tak ternilai. Abdul Raub sendiri memilih untuk tetap menggunakan sepeda ini karena ia percaya bahwa bersepeda membuat tubuhnya tetap sehat dan kuat.

Sepeda Tua Kakek di Kediri yang Menarik Perhatian Kolektor Antik

Kisah ini mulai menarik perhatian ketika seorang kolektor antik, yang dikenal sebagai penggemar barang langka dan unik, mendengar tentang sepeda tua milik Abdul Raub. Ia langsung datang ke lokasi jualan kakek itu dan menawarkan uang dalam jumlah besar, yaitu sekitar Rp 500 juta—harga yang setara dengan mobil Pajero Sport baru.

Menurut informasi yang dihimpun, harga mobil Pajero Sport saat ini berkisar antara Rp 491 juta hingga Rp 733,7 juta, tergantung varian dan kondisi. Namun, penawaran ini muncul tanpa adanya kesepakatan awal antara Abdul Raub dan kolektor tersebut. Kakek yang sudah puluhan tahun menjual tikar dan bantal dengan sepeda ini tampak kaget dan bingung dengan tawaran yang sangat besar ini.

Kolektor Antik Menawar Sepeda Tua Kakek di Kediri

Pihak keluarga Abdul Raub mengaku tidak mengetahui detail tawaran ini. Mereka hanya mengetahui bahwa ada seseorang yang tertarik dengan sepeda milik kakek mereka. “Saya tidak tahu apa-apa, hanya tahu ada orang yang ingin membeli sepeda itu,” kata salah satu anggota keluarga.

Meski tawaran ini cukup mengejutkan, Abdul Raub sendiri masih belum memberikan respons resmi. Ia hanya menyampaikan rasa syukur atas perhatian yang diberikan oleh kolektor antik tersebut. “Saya tidak pernah menyangka sepeda ini bisa sampai seharga mobil,” katanya.

Peristiwa ini menunjukkan betapa pentingnya nilai sejarah dan keunikan dalam dunia barang antik. Bahkan sesuatu yang tampak sederhana seperti sepeda tua bisa memiliki makna yang lebih dalam bagi pemiliknya. Bagi Abdul Raub, sepeda ini bukan sekadar alat transportasi, tapi juga bagian dari kenangan dan perjuangannya selama bertahun-tahun.

Insiden ini juga mengingatkan kita bahwa setiap benda memiliki cerita dan nilai yang tidak bisa diukur hanya dengan uang. Dalam dunia koleksi, hal-hal yang tidak terlihat oleh mata biasa bisa menjadi sesuatu yang sangat berharga.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *