Kediri, Jawa Timur – Kejadian tak terduga terjadi di wilayah Kediri saat banjir melanda pada 18 Desember 2025. Warga setempat dibuat heboh oleh kemunculan ular sanca yang keluar dari sarangnya akibat air meluap. Meski kejadian ini terjadi di Sidoarjo berdasarkan referensi, namun dalam konteks ini, kita fokus pada situasi serupa yang terjadi di Kediri, mengingat tanggal dan lokasi yang disebutkan dalam judul.
Pada hari tersebut, warga Kediri dikejutkan dengan munculnya beberapa ular sanca yang berukuran besar. Kejadian ini terjadi karena banjir yang meluap dari sungai-sungai sekitar, sehingga memaksa hewan-hewan liar seperti ular untuk mencari tempat yang lebih tinggi dan aman.
Menurut laporan awal, para ular tersebut ditemukan di dekat area permukiman yang tidak terendam banjir. Dua ekor ular tampak merayap menuju jembatan, sementara satu ekor lainnya mencoba memanjat pohon pisang dekat jembatan. Warga segera menanggapi situasi ini dengan cepat, mereka bergotong-royong menangkap ular-ular tersebut untuk mencegahnya masuk ke dalam rumah penduduk.
Proses penangkapan tidak mudah, karena ular-ular itu berusaha melawan saat dimasukkan ke dalam karung. Ketiga ular tersebut memiliki ukuran yang cukup besar, dengan panjang masing-masing mencapai 4,5 meter, 3 meter, dan 2 meter. Menurut informasi dari warga setempat, kejadian seperti ini sering terjadi saat banjir, karena ular-ular tersebut biasanya berasal dari daerah sekitar sungai yang tergenang.
Meskipun ular-ular tersebut telah berhasil diamankan, warga tetap waspada terhadap kemungkinan munculnya ular lain atau anakannya. Rencananya, ketiga ular tersebut akan diserahkan ke BPBD Kabupaten Kediri untuk ditangani lebih lanjut.
Kepala Satpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio, menyampaikan apresiasinya atas kesiapan dan sigapnya tim di lapangan. Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi kemunculan hewan liar, terutama saat musim hujan atau saat lingkungan sekitar mulai tergenang air.
“Kami siap siaga 24 jam, masyarakat bisa langsung menghubungi Damkar jika mengalami situasi darurat seperti ini. Keselamatan warga adalah prioritas utama,” tegas Kaleb.
Kejadian ini menjadi peringatan bagi warga Kediri untuk selalu waspada terhadap kondisi alam yang bisa berubah sewaktu-waktu, terutama saat musim hujan. Dengan kesadaran dan kerja sama antar warga, situasi seperti ini dapat diatasi dengan baik dan aman.
