KediriNews.com – Geger! Ular Piton 4 Meter Masuk Pemukiman Warga di Tarokan Kediri Tanggal 18 Desember 2025

Pada hari Selasa, 18 Desember 2025, warga di kawasan Tarokan, Kediri, digemparkan oleh kehadiran ular piton sepanjang empat meter yang tiba-tiba masuk ke dalam pemukiman. Kejadian ini menimbulkan kekacauan dan rasa takut di kalangan masyarakat setempat.

Menurut laporan awal dari saksi mata, ular tersebut ditemukan di dekat rumah salah satu warga sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, warga sedang beraktivitas sehari-hari ketika mendengar suara keributan. Setelah dicek, mereka menemukan ular piton besar yang terlihat bingung dan mencoba untuk melarikan diri.

“Kami langsung menghubungi petugas keamanan dan pemadam kebakaran setempat,” ujar Suryadi, salah satu warga setempat. “Kami tidak ingin ada korban jiwa, jadi kami memutuskan untuk membantu mengamankan ular tersebut.”

Petugas kepolisian dan dinas perumahan setempat segera tiba di lokasi. Mereka melakukan evakuasi dengan hati-hati dan berhasil menangkap ular tersebut tanpa memberikan bahaya kepada warga. Ular piton kemudian dibawa ke tempat aman untuk diperiksa lebih lanjut.

Menurut informasi dari dokter hewan setempat, ular piton ini memiliki ukuran yang cukup besar namun tidak berbahaya selama tidak merasa terancam. “Ular ini mungkin sedang mencari makan atau berpindah dari habitat alaminya ke daerah perkotaan,” kata Dr. Rizal, dokter hewan dari Dinas Pertanian Kabupaten Kediri.

Kejadian ini menjadi peringatan bagi warga setempat untuk tetap waspada terhadap keberadaan hewan liar di sekitar lingkungan tinggal mereka. Meski tidak ada korban jiwa, kejadian ini menunjukkan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem dan memastikan bahwa hewan-hewan liar tidak terganggu oleh aktivitas manusia.

Dalam beberapa bulan terakhir, terdapat peningkatan kejadian serupa di wilayah Kediri, termasuk kehadiran ular-ular besar di daerah permukiman. Hal ini diduga akibat perubahan iklim dan penggundulan hutan yang membuat habitat hewan liar semakin sempit.

“Kami akan terus memantau situasi ini dan bekerja sama dengan instansi terkait untuk mencegah kejadian serupa di masa depan,” ujar Kepala Desa Tarokan, Suryo.

Kejadian ini juga memicu diskusi tentang perlunya program edukasi dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan dan menjaga hubungan harmonis dengan alam. Dengan demikian, kita dapat menghindari konflik antara manusia dan hewan liar di masa depan.

Pos terkait