Di tengah kejadian penemuan batu bata kuno dan tugu bertuliskan angka tahun 1123 Saka yang ditemukan warga di Desa Kayunan, Kediri, Jawa Timur, kini muncul lagi sebuah fenomena menarik yang menghebohkan warga setempat. Sebuah ruang bawah tanah ditemukan di bawah gedung sekolah tua yang berada di pusat kota Kediri. Kejadian ini memicu perhatian besar dari masyarakat dan para arkeolog.
![]()
Penemuan tersebut dilaporkan oleh warga sekitar yang sedang melakukan pembersihan area sekolah lama yang tidak digunakan. Saat mereka mencoba membersihkan area yang terlihat seperti ada sesuatu yang tersembunyi, mereka menemukan sebuah pintu logam yang terkunci. Setelah dibuka, ternyata di baliknya terdapat ruangan bawah tanah yang cukup luas dan dalam kondisi baik.

Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) wilayah XI Jawa Timur segera turun tangan untuk memeriksa dan memastikan bahwa penemuan tersebut tidak mengganggu struktur bangunan atau merusak nilai sejarahnya. Arkeolog dari BPK menyatakan bahwa ruang bawah tanah tersebut kemungkinan besar merupakan bagian dari kompleks bangunan sekolah yang lebih besar dan mungkin memiliki makna historis tertentu.
“Kami sedang melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui asal usul ruang bawah tanah ini,” kata salah satu arkeolog dari BPK. “Jika ditemukan bukti-bukti sejarah yang signifikan, maka akan kami laporkan kepada pihak terkait untuk dipertimbangkan sebagai situs warisan budaya.”
Warga sekitar sangat antusias dengan penemuan ini. Beberapa dari mereka bahkan mengungkapkan keinginan untuk melihat langsung ruang bawah tanah tersebut. Namun, pihak BPK menegaskan bahwa akses ke ruangan tersebut akan ditutup sementara hingga proses pemeriksaan selesai.
Selain itu, pengelolaan penemuan ini juga menjadi perhatian khusus dari pemerintah daerah. Mereka berharap dapat menjadikan ruang bawah tanah ini sebagai objek wisata edukasi yang bisa memberikan manfaat bagi masyarakat dan pariwisata daerah.
“Kami akan mempertimbangkan semua opsi untuk memastikan bahwa penemuan ini dapat dimanfaatkan secara optimal dan tetap menjaga nilai sejarahnya,” ujar seorang pejabat pemerintah setempat.
Dengan adanya penemuan ini, Kediri semakin menunjukkan potensi kekayaan sejarah yang masih tersembunyi. Penemuan ruang bawah tanah di bawah gedung sekolah tua ini tidak hanya menarik perhatian warga setempat, tetapi juga menjadi bahan pembelajaran penting tentang pentingnya melestarikan warisan budaya.





