Grand launching Tegal Great Sale, upaya kolaboratif gerakkan ekonomi dan UMKM Kabupaten Tegal

KABAR TEGAL – Program Tegal Great Sale resmi diluncurkan sebagai gerakan kolaboratif lintas sektor untuk menggerakkan ekonomi Kabupaten Tegal. Grand Launching Tegal Great Sale digelar di Yayasan Kawit Annur, Minggu, 4 Januari 2025 malam, dan dibuka oleh Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman.

Dalam sambutannya, Ischak Maulana Rohman menegaskan bahwa Tegal Great Sale dirancang sebagai gerakan bersama yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, bukan sekadar agenda promosi belanja.

“Tegal Great Sale bukan sekadar ajang promosi, melainkan wujud nyata kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Ischak.

Ia menekankan bahwa program tersebut sejalan dengan arah pembangunan ekonomi nasional yang tengah difokuskan pada penguatan fondasi pertumbuhan jangka menengah.

“Upaya yang kita lakukan di Kabupaten Tegal ini sejalan dengan arah pembangunan ekonomi nasional. Pemerintah pusat terus menjaga stabilitas perekonomian sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan menuju tahun 2026,” ujarnya.

Mengacu pada rilis resmi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Ischak menyebutkan bahwa stabilitas makroekonomi yang terjaga, didukung konsumsi masyarakat, aktivitas dunia usaha, serta iklim investasi yang kondusif, membuat prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 diproyeksikan berada di kisaran 5,4 persen.

“Target tersebut membutuhkan kontribusi nyata dari seluruh daerah. Karena itu, pergerakan ekonomi di tingkat lokal, termasuk melalui Tegal Great Sale, memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan nasional,” tegasnya.

Kolaborasi Lintas Sektor

Ketua KADIN Kabupaten Tegal, Mokhamad Amin, menjelaskan bahwa Tegal Great Sale merupakan program kolaboratif lintas sektor yang dirancang untuk menggerakkan seluruh potensi ekonomi daerah.

“Malam ini kita melaksanakan Grand Launching Tegal Great Sale. Ini adalah sebuah program kolaborasi antara dunia usaha, Pemerintah Kabupaten Tegal, media, akademisi, dan komunitas masyarakat,” ujarnya.

Menurut Amin, seluruh sektor usaha dirangkul dalam program ini, mulai dari perdagangan, perhotelan, restoran, jasa kesehatan, pendidikan, hingga ritel tradisional dan modern.

“Semua sektor bisnis kita rangkul. Hotel, restoran, toko besi, kesehatan, pendidikan, semuanya kita ajak untuk bergerak bersama melalui promo bersama,” jelasnya.

Untuk menjaga kredibilitas dan keberlanjutan program, KADIN bersama panitia menetapkan kode etik pelaksanaan. “Kode etik ini dibuat untuk menjaga marwah Tegal Great Sale, memastikan promo berjalan transparan, adil, bertanggung jawab, serta menghindari konflik kepentingan,” kata Amin.

Sistem Digital dan Skema Undian

Pelaksanaan Tegal Great Sale didukung sistem digital terintegrasi melalui platform resmi tegalgreatsale.com. Setiap transaksi minimal Rp100.000 akan tercatat dalam sistem dan berhak mendapatkan kupon undian.

“Setiap transaksi kelipatan Rp100.000 mendapatkan satu kupon undian. Semua transaksi masuk ke sistem sehingga tercatat dengan rapi dan transparan,” ujar Amin.

Program ini berlangsung selama empat bulan, mulai 1 Desember 2025 hingga 31 Maret 2026. Pengundian hadiah dijadwalkan berlangsung pada April 2026, setelah Lebaran, sekaligus menjadi penutup rangkaian kegiatan.

“Hadiah yang disiapkan antara lain mobil, rumah, umrah, emas, dan berbagai hadiah menarik lainnya,” katanya.

Amin menegaskan bahwa transaksi dapat dilakukan di berbagai tempat usaha. “Belanja bisa dilakukan di mana saja, baik pasar tradisional, pasar modern, toko, rumah sakit, hotel, maupun sektor jasa lainnya, selama terhubung dengan sistem Tegal Great Sale,” ujarnya.

Dorong Partisipasi Masyarakat dan Pelaku Usaha

Ketua Panitia Tegal Great Sale, Elizaberth RD, mengajak masyarakat dan pelaku usaha untuk memanfaatkan momentum ini.

“Bagi masyarakat Kabupaten Tegal, rugi kalau tidak ikut Tegal Great Sale. Hadiahnya sudah disiapkan, mulai dari rumah, mobil, emas, umrah, hingga ratusan hadiah hiburan,” katanya.

Ia menambahkan bahwa keikutsertaan dalam program ini bersifat gratis dan mendapat dukungan luas dari berbagai pihak.

“Program ini didukung banyak pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga unsur Forkopimda. Sosialisasi juga terus dilakukan melalui berbagai kanal,” ujarnya.

Elizaberth juga mengungkapkan adanya insentif khusus bagi sektor restoran dan hotel yang tergabung dalam PHRI, berupa potongan pajak sebesar 5 persen.

“Ada insentif 5 persen khusus untuk restoran dan hotel. Ini diharapkan bisa mendorong partisipasi pelaku usaha pariwisata,” tandasnya.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *