Foto bersama Raffi Ahmad jadi sorotan, ini rekam jejak dan kontroversi Haji Isam

Ringkasan Berita:

  • Artis sekaligus presenter kondang, Raffi Ahmad mengunggah foto bersama pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau akrab disapa Haji Isam.
  • Unggahan tersebut kemudian menuai sorotan publik hingga kolom komentar Instagram Raffi banjir dengan kritikan.
  • Nama Haji Isam dikenal sangat luas di kalangan masyarakat Kalimantan Selatan. Sosoknya identik dengan Jhonlin Group, konglomerasi bisnis yang bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit hingga tambang batu bara.

 

– Artis sekaligus presenter kondang, Raffi Ahmad mengunggah foto bersama pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau akrab disapa Haji Isam.

Unggahan tersebut kemudian menuai sorotan publik hingga kolom komentar Instagram Raffi banjir dengan kritikan.

Raffi mengucapkan selamat ulang tahun dan harapannya kepada Isam.

Isam diketahui adalah pengusaha asal Kalimantan dan dikenal sebagai “crazy rich” yang memiliki pengaruh di sektor pertambangan dan perkebunan.

“Selamat ulang tahun, Pak Haji Sam. Semoga selalu diberi umur panjang, kesehatan, dan keberkahan,” tulis Raffi dalam keterangan unggahannya dikutip Kompas.com, Sabtu (3/1/2025).

Raffi juga mengucapkan terima kasih atas inspirasi dan kebaikan yang menurut dia telah diberikan oleh pengusaha tersebut.

“Terima kasih atas inspirasi dan kebaikan yang terus mengalir untuk banyak orang,” tulis Raffi.

Unggahan Banjir Kritikan

Namun, unggahan Raffi ini justru menuai banjir kritik pedas dari warganet.

Pantauan di kolom komentar menunjukkan banyak warganet yang menyuarakan kekhawatiran mereka terkait isu lingkungan, khususnya pembabatan hutan di Papua, serta melontarkan sindiran keras.

“Selamat ultah pembabat hutan Papua. Semoga makin luas wilayahnya,” tulis @mayerichest.

“Hutan Papua OTW Gundul sama seperti Hutan Sumatera dan Kalimantan,” tulis @rtnn__28.

“Bilang ke beliau A, tanah di Papua jangan diapa-apain,” tulis @egiiinn.

Jejak Haji Isam dan Kontroversinya

Diketahui Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan tanda kehormatan Bintang Mahaputera Utama kepada pengusaha asal Kalimantan, Andi Syamsuddin Arsyad atau yang lebih dikenal dengan Haji Isam.

Penganugerahan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi Haji Isam dalam menggerakkan perekonomian, khususnya melalui berbagai lini bisnis yang dinilai mampu menciptakan banyak lapangan kerja.

“Beliau berjasa luar biasa dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional. Beliau membangun kiprah bisnisnya terutama di sektor pertambangan batu bara, transportasi, dan infrastruktur yang membuka banyak lapangan pekerjaan,” demikian disampaikan pembawa acara sebagaimana ditayangkan Kompas TV, dikutip dari Kompas.com.

Dalam prosesi yang berlangsung khidmat itu, Presiden Prabowo tampak mengalungkan selempang tanda kehormatan serta menyematkan patra Bintang Mahaputera Utama di dada kiri Haji Isam.

Nama Haji Isam dikenal sangat luas di kalangan masyarakat Kalimantan Selatan.

Sosoknya identik dengan Jhonlin Group, konglomerasi bisnis yang bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit hingga tambang batu bara.

Meski kini dikenal sebagai salah satu pengusaha besar di Kalimantan, pria berusia 44 tahun ini sebenarnya berasal dari Bone, Sulawesi Selatan, dan dikenal sebagai perantau yang sukses membangun usahanya dari bawah.

Perjalanan Haji Isam tidak selalu mulus. Sebelum menjadi pengusaha, ia sempat bekerja sebagai buruh di sektor perkayuan, tukang tebang, sopir angkutan, bahkan tukang ojek.

Kesempatan masuk ke bisnis batu bara datang ketika ia bekerja di perusahaan milik seorang pengusaha asal Surabaya.

Dari pengalaman itulah, ia mulai mengenal lebih jauh sektor pertambangan.

Setelah keluar dari perusahaan tersebut, Haji Isam memberanikan diri membangun usahanya sendiri.

Dari situlah lahir Jhonlin Group, yang kemudian berkembang menjadi jaringan bisnis besar di berbagai sektor.

Gurita Bisnis Jhonlin Group

Di bawah bendera Jhonlin Group, Haji Isam mengembangkan sejumlah lini usaha.

Mulai dari tambang batu bara lewat PT Jhonlin Baratama, bisnis transportasi laut melalui Jhonlin Marine and Shipping, hingga layanan penerbangan lewat Jhonlin Air Transport.

Ia juga memiliki perusahaan penyewaan jet pribadi. Selain itu, Haji Isam merambah bisnis energi terbarukan dan agribisnis.

Perusahaan-perusahaan energi itu antaranya PT Jhonlin Agro Raya yang bergerak di bidang biodiesel, serta PT Prima Alam Gemilang (PAG) yang mengelola pabrik gula dan perkebunan tebu.

Rumah besar Haji Isam di Batulicin, Kalimantan Selatan, kerap menjadi perhatian publik.

Kediaman yang disebut-sebut berdiri di atas lahan seluas 20 hektar itu tampak megah di tepi jalan raya. Ia juga dikenal memiliki hobi off road dan berburu.

Haji Isam merupakan keponakan Sahbirin Noor yang pernah menjadi Gubernur Kalimantan Selatan.

Sebelum terjun ke dunia politik, Sahbirin pernah bekerja sebagai direktur di salah satu perusahaan Jhonlin Group setelah pensiun sebagai camat.

Kontroversi Haji Isam

Nama Haji Isam juga tidak lepas dari kontroversi. Mengutip pemberitaan Kontan, perusahaannya sempat disebut dalam persidangan kasus dugaan suap pajak yang melibatkan mantan pejabat Direktorat Jenderal Pajak.

Dalam sidang Tipikor Jakarta pada 4 Oktober 2021, saksi Yulmanizar menyebut adanya permintaan dari pihak Jhonlin untuk mengondisikan nilai pajak PT Jhonlin Baratama menjadi Rp 10 miliar.

Nama Haji Isam turut disebut dalam kesaksian tersebut.

Berdasarkan data Kementerian Hukum dan HAM, kepemilikan PT Jhonlin Baratama tercatat atas nama Jhonlin Group dengan 408.000 saham senilai Rp 40,8 miliar, Hj Nurhayati dengan 359.840 saham senilai Rp 35,9 miliar, dan Haji Isam sendiri sebanyak 32.160 saham senilai Rp 3,2 miliar.

Selain dunia bisnis, Haji Isam juga terlibat dalam politik.

Ia pernah menjabat sebagai Wakil Bendahara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin pada Pilpres 2019.

Kedekatannya dengan pemerintah tampak ketika Presiden Joko Widodo rela datang untuk meresmikan pabrik biodiesel milik Jhonlin Group di Desa Sungai Dua, Kalimantan Selatan, pada Oktober 2021.

Sebelumnya, Presiden Jokowi juga meresmikan pabrik gula dan perkebunan tebu milik Haji Isam lainnya, yakni PT Prima Alam Gemilang di Bombana, Sulawesi Tenggara.

Namun, proyek pabrik gula tersebut sempat menuai kritik karena pemberian konsesi lahan dianggap menabrak tata ruang dan dinilai mulus berkat pengaruh Amran Sulaiman, Menteri Pertanian 2014–2019. Amran diketahui merupakan sepupu Haji Isam.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews 

Pos terkait