KediriNews.com – Fenomena “Cek Khodam” di media sosial khususnya TikTok semakin ramai dan menarik perhatian banyak pengguna. Salah satu yang menjadi sorotan adalah aksi seorang dukun palsu asal Kecamatan Gurah yang melakukan live streaming pada malam Jumat, 4 Desember 2025. Kejadian ini memicu berbagai reaksi dari masyarakat, baik yang menganggapnya sebagai hiburan maupun yang merasa terganggu dengan konten tersebut.
“Dukun palsu itu memakai alat-alat tertentu dan mengatakan bisa melihat khodam seseorang,” ujar salah satu warga yang menyaksikan langsung acara tersebut. “Tapi saya tidak percaya, karena ini semua hanya trik belaka.”
Menurut psikolog dr. Dyah Novita Anggraini, fenomena seperti ini bisa memberikan dampak negatif jika terlalu sering dikonsumsi. “Menonton konten yang berkaitan dengan hal-hal supranatural dapat memicu ketakutan dan kecemasan, terutama bagi mereka yang mudah terpengaruh oleh cerita-cerita menakutkan,” jelasnya. “Paparan berulang terhadap visual dan narasi yang menakutkan dapat menyebabkan perasaan tidak aman dan gelisah yang berkelanjutan.”
-
Batas waktu menonton
Penting untuk menetapkan batas waktu harian dalam menonton video di TikTok, terutama konten yang bersifat supranatural. Gunakan fitur pengingat waktu yang ada di aplikasi untuk membantu mematuhi batasan ini. -
Cari alternatif positif
Gantilah waktu yang dihabiskan untuk menonton video “Cek Khodam” dengan aktivitas yang lebih positif dan produktif, seperti berolahraga, membaca buku, atau belajar keterampilan baru. -
Perbanyak interaksi sosial
Isi waktu lebih banyak dengan berinteraksi dengan orang lain di dunia nyata, sehingga tidak memiliki waktu untuk memikirkan hal-hal supranatural yang tak kasat mata.
Fenomena Cek Khodam dan Kecemasan Masyarakat
Fenomena “Cek Khodam” di TikTok tidak hanya menarik perhatian netizen, tetapi juga memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat. Banyak orang mulai merasa cemas akan apa yang terjadi jika mereka menonton konten tersebut secara terus-menerus. Menurut Denny Darko, seorang peramal dan mentalis ternama di Indonesia, khodam adalah makhluk gaib yang melekat pada seseorang. Namun, ia menegaskan bahwa hal tersebut tidak berdasarkan fakta ilmiah, melainkan sugesti belaka.
“Khodam itu bisa saja ada, tapi tidak bisa dibuktikan secara ilmiah,” kata Denny. “Jadi, saat seseorang mengaku bisa melihat khodam, itu bisa jadi hanya rekayasa teknologi atau kecerdasan buatan.”
Pengaruh Negatif pada Kesehatan Mental
Menurut penelitian, paparan konten supranatural seperti “Cek Khodam” dapat memengaruhi kesehatan mental. Hal ini bisa menyebabkan gangguan tidur, pemikiran irasional, dan bahkan isolasi sosial. Dalam beberapa kasus, individu bisa menjadi ketergantungan pada konten tersebut untuk mencari jawaban atas masalah mereka.
“Ketergantungan ini bisa mengalihkan perhatian dari pendekatan yang lebih realistis dan berbasis bukti untuk menyelesaikan masalah,” tambah dr. Dyah. “Ini bisa mengganggu kemampuan seseorang untuk berpikir kritis dan logis dalam kehidupan sehari-hari.”
Langkah Mengatasi Dampak Negatif
Untuk mengatasi dampak negatif dari menonton konten “Cek Khodam”, diperlukan langkah-langkah konkret. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan:
-
Batasi waktu menonton
Tetapkan batas waktu harian untuk menonton video di TikTok, terutama konten yang bersifat supranatural. Gunakan fitur pengingat waktu yang ada di aplikasi untuk membantu mematuhi batasan ini. -
Cari alternatif positif
Ganti waktu yang dihabiskan untuk menonton video “Cek Khodam” dengan aktivitas yang lebih positif dan produktif, seperti berolahraga, membaca buku, atau belajar keterampilan baru. -
Perbanyak interaksi sosial
Isi waktu lebih banyak dengan berinteraksi dengan orang lain di dunia nyata, sehingga tidak memiliki waktu untuk memikirkan hal-hal supranatural yang tak kasat mata. -
Perkuat pikiran rasional
Tingkatkan kemampuan berpikir kritis dengan mencari informasi yang berbasis bukti ilmiah. Baca buku atau artikel tentang sains dan logika untuk membantu memahami realitas dengan lebih baik. -
Bicarakan dengan orang lain
Jangan ragu untuk berbicara dengan teman atau anggota keluarga tentang ketertarikan dan kekhawatiran Kamu. Mendiskusikan perasaan bisa membantu meredakan kecemasan dan memberikan perspektif baru. -
Konsultasi dengan profesional
Jika dampak negatif dari menonton video “Cek Khodam” sudah terlalu parah, pertimbangkan untuk mencari bantuan dari profesional kesehatan mental seperti psikolog atau psikiater.
Peran Media Sosial dalam Fenomena Ini
Media sosial seperti TikTok memainkan peran penting dalam menyebarluaskan fenomena “Cek Khodam”. Konten-konten ini biasanya disajikan dengan efek visual yang menarik dan narasi yang memancing rasa penasaran. Namun, di balik itu, banyak konten yang tidak memiliki dasar ilmiah dan justru bisa merusak kesehatan mental penggunanya.
Dalam beberapa kasus, fenomena ini juga digunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, seperti dukun palsu yang memanfaatkan kepercayaan masyarakat untuk tujuan tertentu. Seperti yang terjadi di Kecamatan Gurah, dimana seorang dukun palsu melakukan live TikTok dan menipu para penonton dengan tindakan-tindakan yang tidak benar.
Kesimpulan
Fenomena “Cek Khodam” di TikTok memang menarik perhatian, tetapi harus diwaspadai dampaknya terhadap kesehatan mental dan kehidupan sehari-hari. Masyarakat perlu lebih waspada dan bijak dalam mengonsumsi konten-konten seperti ini. Selain itu, perlu adanya edukasi yang lebih luas tentang bahaya dan konsekuensi dari terlalu sering menonton konten supranatural.
