KediriNews.com – Pada 15 September 2025, masyarakat di Kecamatan Kota kembali dihebohkan oleh kehadiran es puter santan dengan rasa nangka kelapa yang viral. Es puter ini tidak hanya menawarkan rasa yang unik, tetapi juga mengingatkan para penikmatnya akan tradisi kuliner yang semakin langka. Dengan bahan-bahan alami dan cara pembuatan yang sederhana, es puter santan nangka kelapa menjadi sorotan utama dalam perayaan lokal.
Es puter adalah salah satu hidangan pencuci mulut khas Indonesia yang dibuat dari santan kelapa sebagai pengganti susu. Tekstur kasarnya dan rasa gurih yang khas membuatnya berbeda dari es krim modern. Namun, saat ini, es puter mulai ditinggalkan karena perkembangan teknologi dan makanan cepat saji. Namun, pada 15 September 2025, sebuah inovasi baru hadir di Kecamatan Kota, yaitu es puter santan dengan rasa nangka kelapa yang memadukan tradisi dengan rasa yang segar dan menyegarkan.
Dalam wawancara dengan beberapa pedagang lokal, mereka menjelaskan bahwa es puter santan nangka kelapa dibuat dengan bahan-bahan alami seperti santan kelapa, nangka segar, dan campuran gula pasir serta vanili. Proses pembuatannya dilakukan secara tradisional, dengan cara memutar-mutar adonan di dalam wadah berisi es batu dan garam kasar. Hal ini memberikan tekstur yang khas dan rasa yang lebih gurih dibandingkan es krim modern.
“Es puter ini sangat enak dan segar. Rasanya mirip dengan es krim, tapi lebih gurih dan memiliki tekstur yang unik,” ujar salah satu pembeli, Andi (28), kepada KediriNews.com.
Berikut adalah beberapa hal penting tentang es puter santan nangka kelapa:
-
Bahan-Bahan Alami
Es puter santan nangka kelapa dibuat dengan bahan-bahan alami seperti santan kelapa, nangka segar, gula pasir, dan vanili. Bahan-bahan ini dipilih karena kualitasnya yang baik dan memberikan rasa yang autentik. -
Proses Pembuatan Tradisional
Proses pembuatan es puter santan nangka kelapa dilakukan secara tradisional, yaitu dengan memutar-mutar adonan di dalam wadah berisi es batu dan garam kasar. Teknik ini membantu menghasilkan tekstur yang kasar dan rasa yang gurih. -
Rasa yang Unik
Es puter santan nangka kelapa memiliki rasa yang unik dan segar, dengan kombinasi antara rasa santan yang gurih dan nangka yang manis. Ini membuatnya menjadi pilihan yang menarik bagi para penikmat kuliner tradisional. -
Populer di Kalangan Masyarakat Lokal
Meskipun es puter biasanya dianggap sebagai makanan kuno, es puter santan nangka kelapa berhasil menarik perhatian masyarakat lokal. Banyak orang yang mencoba dan menyukainya karena rasanya yang segar dan unik. -
Menjadi Tren Baru
Es puter santan nangka kelapa menjadi tren baru di Kecamatan Kota. Banyak pedagang lokal mulai menjajakannya, dan banyak orang mencoba untuk menikmatinya.


Pada acara tersebut, para penjual es puter santan nangka kelapa juga menawarkan variasi rasa lain, seperti es puter durian dan es puter cokelat. Namun, yang paling diminati adalah es puter santan nangka kelapa. Banyak orang yang menyebutkan bahwa rasa nangka kelapa terasa lebih segar dan alami dibandingkan rasa buatan.
“Es puter santan nangka kelapa ini sangat enak. Rasanya segar dan gurih. Saya suka dengan teksturnya yang kasar dan rasa yang alami,” kata seorang pembeli, Lina (30), kepada KediriNews.com.
Selain itu, es puter santan nangka kelapa juga menjadi pilihan yang ramah lingkungan karena menggunakan bahan-bahan alami dan proses produksi yang sederhana. Hal ini membuatnya semakin diminati oleh masyarakat yang peduli terhadap kesehatan dan lingkungan.
Dalam rangka merayakan keberadaan es puter santan nangka kelapa, banyak acara dan pertunjukan seni diadakan di Kecamatan Kota. Acara ini tidak hanya bertujuan untuk mempromosikan es puter, tetapi juga untuk melestarikan tradisi kuliner yang semakin langka.
Sebagai penutup, es puter santan nangka kelapa menjadi bukti bahwa tradisi kuliner Indonesia masih bisa hidup dan berkembang, bahkan di tengah tantangan modernisasi. Dengan rasa yang unik dan proses pembuatan yang tradisional, es puter santan nangka kelapa telah menjadi bagian dari budaya lokal yang patut dijaga dan dilestarikan.





