ES PALU BUTUNG! Pisang Potong Kuah Santan di Kecamatan Kota pada 20 Juni 2025!

KediriNews.com – Pada tanggal 20 Juni 2025, warga Kecamatan Kota akan merayakan kehadiran es palu butung yang kini menjadi salah satu hidangan favorit masyarakat. Es palu butung, yang berasal dari Makassar, kini mulai menyebar ke berbagai daerah, termasuk Kecamatan Kota. Makanan ini terdiri dari potongan pisang yang direbus dan disajikan dengan kuah santan, sirup merah, serta susu kental manis. Tidak hanya lezat, es palu butung juga menyegarkan dan cocok dinikmati saat cuaca panas.

Es palu butung memiliki ciri khas yang membedakannya dari hidangan serupa seperti pisang ijo. Berbeda dengan pisang ijo yang dibungkus adonan hijau, es palu butung menggunakan pisang yang dipotong kecil-kecil lalu dicampur dengan bubur sumsum dan kuah santan. Menurut sumber dari GenPI.co, es palu butung tidak hanya menyegarkan, tetapi juga mengenyangkan karena adanya bubur sumsum yang kaya akan karbohidrat. “Cara membuatnya cukup mudah. Bahan utama adalah pisang kapok yang sudah matang, lalu dikukus dan dipotong-potong,” jelas sumber tersebut.

  1. Bahan Utama
  2. Pisang kapok matang
  3. Tepung beras
  4. Santan kelapa
  5. Sirup merah
  6. Susu kental manis
  7. Es batu

  8. Proses Pembuatan

  9. Pisang dikukus hingga lunak, lalu dipotong kecil.
  10. Bubur sumsum dibuat dari campuran tepung beras dan santan.
  11. Bubur sumsum dituangkan ke dalam mangkuk bersama potongan pisang.
  12. Ditambahkan es serut, sirup merah, dan susu kental manis di atasnya.

  13. Penyajian

  14. Es palu butung disajikan dingin dan segar, cocok untuk camilan atau hidangan pembuka.

Proses Pembuatan Es Palu Butung dengan Pisang dan Kuah Santan

Di Kecamatan Kota, es palu butung kini menjadi tren baru yang menarik perhatian para pencinta kuliner. Banyak pengusaha lokal mulai mengadopsi resep ini untuk menawarkan varian minuman segar. Salah satu penjual es palu butung di pasar tradisional mengatakan, “Pengunjung sangat antusias. Mereka suka rasa manis dan gurih dari kuah santan serta tekstur pisang yang lembut.”

Menurut informasi dari portal berita GenPI.co, es palu butung biasanya ditemukan di kota Makassar, khususnya selama bulan Ramadhan. Namun, kini popularitasnya semakin meluas, bahkan sampai ke wilayah Jawa Timur. “Ini menunjukkan bahwa makanan tradisional bisa menjadi daya tarik baru bagi masyarakat modern,” ujar seorang ahli kuliner.

Penjual Es Palu Butung di Pasar Tradisional Kecamatan Kota

Selain itu, es palu butung juga bisa dibuat sendiri di rumah. Resep sederhana ini bisa menjadi pilihan menu sarapan atau camilan yang praktis. Dengan bahan-bahan yang mudah ditemukan, siapa pun bisa mencoba membuatnya. Tidak hanya enak, es palu butung juga memberikan energi yang baik karena kandungan karbohidrat dari pisang dan nutrisi dari santan.

Dalam rangka merayakan hari spesial pada 20 Juni 2025, banyak warga Kecamatan Kota menggandrungi es palu butung sebagai hidangan istimewa. Tidak hanya sebagai camilan, es palu butung juga menjadi simbol kebersamaan dan kebahagiaan. Dengan rasa yang unik dan cara penyajian yang menarik, es palu butung telah membuktikan bahwa makanan tradisional masih relevan di tengah perkembangan zaman.

EsPaluButung #KulinerMakassar #PisangPotong #KecamatanKota #20Juni2025

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *