ES DEGAN PINGGIR SAWAH! Omzet Jutaan Saat Panas di Kecamatan Pagu pada Siang, 11 Desember 2025

KediriNews.com – Di tengah panasnya cuaca yang menggigit di Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, sebuah usaha kecil bernama Es Degan Pinggir Sawah berhasil mencuri perhatian warga setempat. Tidak hanya menawarkan minuman segar yang menyegarkan, kios ini juga mampu meraih omzet jutaan rupiah dalam sehari. Berbagai kalangan mulai dari anak-anak hingga orang tua memadati kios tersebut saat siang hari, terutama pada tanggal 11 Desember 2025.

Es Degan, minuman tradisional yang terbuat dari daging kelapa muda, sirup gula merah, dan es batu, memang tidak asing bagi masyarakat Indonesia. Namun, kehadiran Es Degan Pinggir Sawah di Kecamatan Pagu memiliki cerita unik. “Awalnya saya hanya ingin menjual es degan untuk menambah penghasilan,” kata Ibu Rina, pemilik kios tersebut. “Tapi ternyata banyak orang yang suka. Bahkan ada yang datang dari luar daerah.”

  1. Cara Menarik dan Lokasi Strategis

    Kios Es Degan Pinggir Sawah berada di dekat area persawahan, membuatnya menjadi tempat yang nyaman untuk bersantai sambil menikmati minuman segar. Lokasi ini juga strategis karena dekat dengan jalur utama dan pasar tradisional. Selain itu, Ibu Rina memilih untuk menawarkan variasi rasa seperti es degan dengan campuran alpukat dan kacang hijau, sehingga menarik lebih banyak pembeli.

  2. Budaya Lokal yang Melestarikan

    Minuman ini bukan hanya sekadar camilan, tetapi juga bagian dari budaya lokal yang harus dilestarikan. Ibu Rina menyebutkan bahwa ia belajar membuat es degan dari nenek moyangnya. “Ini adalah warisan yang harus dijaga agar tidak hilang,” katanya. Dengan demikian, Es Degan Pinggir Sawah tidak hanya memberikan keuntungan ekonomi, tetapi juga menjaga nilai budaya yang tinggi.

  3. Pengaruh Ekonomi Lokal

    Omzet yang diraih oleh kios ini membuktikan bahwa usaha kecil bisa memberikan dampak positif pada perekonomian lokal. “Dari omzet ini, saya bisa membeli bahan-bahan segar dan membantu para petani setempat,” tambah Ibu Rina. Hal ini menunjukkan bahwa bisnis kecil seperti ini bisa menjadi motor penggerak ekonomi di desa-desa.

  4. Peran Dana Desa dan Program Pemerintah

    Dalam konteks yang lebih luas, keberhasilan Es Degan Pinggir Sawah juga bisa menjadi contoh dari program pemerintah yang mendukung perekonomian daerah. Seperti yang disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani, alokasi anggaran untuk program makan bergizi dan Dana Desa akan meningkatkan volume aktivitas ekonomi di desa-desa. Ini sejalan dengan visi pemerintah untuk memperkuat perekonomian lokal melalui inovasi dan kreativitas.

  5. Masa Depan yang Cerah

    Dengan semakin tingginya permintaan, Ibu Rina berencana untuk memperluas usahanya. “Saya ingin membuat kemasan es degan yang bisa dibawa pulang dan dijual di pasar,” ujarnya. Ini menunjukkan bahwa usaha kecil seperti ini memiliki potensi besar untuk berkembang dan menjadi ikon kuliner lokal.

Penjual Es Degan Pinggir Sawah sedang menyiapkan pesanan pelanggan

Pelanggan menikmati Es Degan di pinggir sawah

Es Degan Pinggir Sawah di Kecamatan Pagu adalah contoh nyata bahwa usaha kecil bisa menjadi pilar penting dalam perekonomian daerah. Dengan kombinasi antara budaya lokal, kreativitas, dan dukungan dari pemerintah, bisnis ini tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang pesat. Semoga keberhasilan ini dapat menjadi inspirasi bagi warga lain untuk mengembangkan usaha mereka sendiri.

EsDegan #Paguan #KulinerLokal #EkonomiDesa #WisataKuliner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *