Duo Maia akui tak lagi kejar job, ingin hidup sebagai legenda musik Indonesia

Ringkasan Berita:

  • Maia Estianty dan Mey Chan menegaskan Duo Maia kini tak lagi mengejar job dan memilih bersikap santai soal pekerjaan.
  • Duo Maia ingin dikenal sebagai legenda musik Indonesia, hanya menerima tawaran manggung yang sesuai.
  • Maia menilai saat ini waktunya memberi ruang bagi musisi muda karena usia dan kesibukan masing-masing.
  • Meski jarang tampil, karya Duo Maia masih dikenang dan diapresiasi generasi muda

 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Bayu Indra Permana

, JAKARTA– Keputusan mengejutkan disampaikan Maia Estianty dan Dita Anggraeni alias Mey Chan dari Duo Maia.

Mereka menegaskan bahwa Duo Maia kini tak lagi berada pada fase mengejar pekerjaan seperti masa kejayaan dulu. 

Duo Maia dibentuk pada tahun 2003 oleh Maia Estianty setelah ia memutuskan keluar dari grup sebelumnya, Ratu.

Saat itu, Maia ingin tetap berkarya dengan konsep duo perempuan, namun dengan arah musikal dan chemistry yang baru.

Maia kemudian mengajak Dita Anggraeni, yang dikenal dengan nama Mey Chan, seorang model dan penyanyi pendatang baru.

Pertemuan mereka berawal dari proses pencarian partner yang dianggap cocok secara karakter dan musikal. Meski awalnya banyak pihak meragukan Duo Maia sebagai “bayang-bayang Ratu”, Maia dan Mey Chan justru berhasil membuktikan diri.

Meski sesekali masih tampil bersama di atas panggung sebagai Duo Maia, keduanya memilih bersikap santai soal kerjaan.

Maia menuturkan bahwa ia ingin Duo Maia kini dikenal sebagai legenda musik Indonesia yang karyanya terus hidup.

“Kita tuh sekarang enggak jemput bola. Nunggu bola datang. Ada kerjaan, harganya cocok, kita berangkat. Kalau enggak cocok, ya enggak pergi,” ujar Mey Chan di kawasan Daan Mogot Jakarta Barat, Sabtu (10/1/2026).

Maia pun menambahkan bahwa dirinya dan Mey Chan sudah berada di titik yang berbeda dibandingkan belasan tahun lalu. 

Dengan banyaknya musisi muda berbakat yang bermunculan, Maia merasa sudah waktunya memberi ruang kepada generasi baru.

“Banyak anak-anak muda sekarang yang bagus-bagus. Jadi kita ya hidup sebagai legenda aja,” kata Maia Estianty.

Menurut Maia, Duo Maia juga sudah berusia 18 tahun dalam perjalanan kariernya. Dengan kesibukan masing-masing dan usia yang tak lagi muda, intensitas manggung pun tak bisa disamakan dengan masa lalu.

“Kalau dulu, sehari bisa berapa kali kerja kan,” ucapnya.

“Sekarang kita nyanyi karena kita enjoy aja,” lanjut Maia.

Meski begitu, Maia menegaskan rasa sayangnya terhadap nama besar Duo Maia tak pernah pudar. 

Bagi Maia dan Mey Chan eksistensi tidak melulu harus dibuktikan lewat rilisan karya baru atau jadwal manggung yang padat.

“Sayang sih (nama Duo Maia), tapi nama besar itu enggak cuma bisa dicari dari musik,” jelas Maia.

“Alhamdulillah sampai hari ini namanya masih jalan aja. Walaupun sudah enggak berkarya lagi,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Mey Chan. Ia mengaku kini menikmati hidup yang lebih seimbang dan tidak lagi terikat tuntutan pekerjaan yang melelahkan seperti dulu.

“Sekarang udah santai lah. Enggak kayak dulu seminggu berapa kali kerja. Sekarang kalau ada kerjaan ayo, kalau enggak ya enggak apa-apa,” ujar Mey Chan.

Meski jarang tampil, Duo Maia tetap bersyukur karena karya-karya mereka masih terus dikenang. 

Lagu-lagu Duo Maia masih kerap diputar di kafe, bar, hingga dinyanyikan ulang oleh generasi muda.

“Kadang lagi makan di bar atau kafe, lagu kita masih dimainin. Orang-orang masih suka, masih diingat,” kata Mey Chan.

“Anak-anak milenial masih mengapresiasi. Itu yang bikin kita senang,” terusnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *