KediriNews.com – Kasus dugaan penyalahgunaan Dana Desa yang dialami oleh Kecamatan Tarokan kini menjadi perhatian serius masyarakat dan pihak berwajib. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa bendahara desa di wilayah tersebut kabur pada 9 Desember 2025, meninggalkan sejumlah dana yang diduga digunakan untuk kepentingan pribadi, termasuk penggunaan judi slot online. Meski belum ada konfirmasi resmi dari pihak terkait, kasus ini telah memicu gelombang protes dari warga setempat.
Menurut sumber lokal yang tidak ingin disebutkan namanya, bendahara desa tersebut diketahui sering menghabiskan waktu di tempat-tempat hiburan yang menawarkan layanan perjudian online. “Banyak warga yang melihatnya sering datang ke tempat-tempat seperti itu. Tapi kami tidak tahu pasti apakah dana desa benar-benar digunakan untuk itu,” ujar salah satu warga.
-
Penyelidikan Awal
Pihak kepolisian setempat sedang melakukan penyelidikan awal terkait hilangnya bendahara desa tersebut. Menurut laporan dari Kediri News, polisi telah memeriksa beberapa saksi dan mencari jejak transaksi keuangan yang mencurigakan. Namun, karena banyak data yang hilang, proses penyelidikan terasa lebih rumit. -
Peran Bendahara Desa
Bendahara desa memiliki peran penting dalam pengelolaan keuangan desa. Ia bertanggung jawab atas penerimaan dan pengeluaran dana yang berasal dari APBDesa. Dalam UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa, bendahara harus menjaga keamanan dan transparansi pengelolaan dana. Penyalahgunaan dana ini jelas melanggar aturan yang berlaku. -
Kemungkinan Penyalahgunaan Dana
Meski belum ada bukti konkret, isu dana desa digunakan untuk judi slot semakin marak. Banyak warga khawatir bahwa dana yang seharusnya digunakan untuk pembangunan dan pelayanan publik justru disalahgunakan. Hal ini juga membuat masyarakat merasa tidak aman dengan sistem pengelolaan keuangan desa saat ini. -
Tindakan Pemerintah Daerah
Pemerintah daerah setempat diminta untuk segera memberikan penjelasan terkait kasus ini. Mereka juga diharapkan bisa segera mengambil langkah-langkah untuk mencegah kejadian serupa di masa depan. Salah satu solusi yang disarankan adalah pelatihan rutin bagi bendahara desa, terutama terkait aspek perpajakan dan pengelolaan keuangan.

Kesimpulan
Kasus dugaan penyalahgunaan Dana Desa di Kecamatan Tarokan menunjukkan betapa pentingnya pengawasan dan transparansi dalam pengelolaan keuangan desa. Masyarakat berharap pihak berwajib dapat segera menuntaskan kasus ini dan memberikan kepastian hukum bagi semua pihak terkait. Selain itu, diperlukan penguatan sistem pengawasan dan edukasi kepada bendahara desa agar mereka lebih waspada dan bertanggung jawab.
