KediriNews.com – Pada hari Jumat, 20 Maret 2025, harga daging ayam mengalami penurunan yang signifikan di Pasar Setono Betek, Kecamatan Kota. Fenomena ini menarik perhatian banyak emak-emak yang langsung memborong daging ayam dengan antusias. Harga daging ayam ras yang sebelumnya mencapai Rp37.956 per kilogram pada bulan September 2025 kini turun menjadi Rp33.923 per kilogram, sesuai data dari sistem informasi ketersediaan dan perkembangan harga bahan pokok (Siskaperbapo) di Jawa Timur.
“Kami senang karena harganya turun. Ini kesempatan bagus untuk membeli daging ayam untuk persiapan masakan keluarga,” ujar Siti Rohmah, salah satu ibu rumah tangga yang berbelanja di pasar tersebut. Ia mengaku terkejut dengan penurunan harga yang cukup besar dalam waktu singkat.
Penyebab Turunnya Harga Daging Ayam

Menurut data yang dirangkum dari Siskaperbapo Jawa Timur, harga daging ayam ras pada 20 Maret 2025 berada di level Rp33.923 per kilogram. Angka ini lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional yang mencapai Rp37.956 per kilogram pada pekan ketiga September 2025. Hal ini menunjukkan adanya penyesuaian harga di tingkat pasar akibat berbagai faktor ekonomi dan produksi.
Salah satu faktor utama yang memengaruhi penurunan harga daging ayam adalah peningkatan pasokan dari peternak lokal. Menurut laporan Badan Pusat Statistik (BPS), produksi jagung—sebagai bahan baku pakan ternak—telah meningkat sejak awal tahun 2025. Hal ini memberikan dampak positif terhadap biaya produksi ayam, sehingga harga jual bisa turun.
Selain itu, kebijakan pemerintah yang menetapkan harga pokok produksi ayam hidup (HPP live bird) sebesar Rp18.000 per kilogram juga turut berkontribusi dalam menjaga stabilitas harga. Meskipun masih ada selisih dengan harga acuan penjualan (HAP) yang mencapai Rp25.000 per kilogram, kebijakan ini membantu para peternak untuk tidak mengalami kerugian besar.
Reaksi Para Pembeli
Para pembeli di Pasar Setono Betek sangat antusias dengan penurunan harga daging ayam. Banyak emak-emak yang langsung membeli dalam jumlah besar, terutama untuk persiapan makanan harian atau acara khusus. “Harga turun, jadi kita bisa beli lebih banyak tanpa khawatir,” kata Yuni, seorang ibu rumah tangga lainnya.
Stabilitas Pasokan dan Persaingan Pasar

Meski harga daging ayam turun, stok tetap tersedia dalam jumlah yang cukup. Hal ini menunjukkan bahwa pasokan tidak mengalami gangguan serius. Selain itu, persaingan antara pedagang juga turut memengaruhi harga. Pedagang yang ingin menarik pelanggan lebih banyak cenderung menawarkan harga yang lebih murah.
Namun, tidak semua jenis daging ayam mengalami penurunan. Contohnya, daging ayam kampung masih bertahan di kisaran harga Rp64.153 per kilogram. Ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap ayam kampung tetap tinggi, meski harganya relatif lebih mahal.
Peran Pemerintah dalam Pengendalian Harga
Pemerintah melalui Kementerian Pertanian dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) terus berupaya untuk menjaga stabilitas harga sembako. Salah satu langkah yang dilakukan adalah pengawasan terhadap pasokan pakan ternak dan harga ayam hidup. Dengan adanya regulasi HPP dan HAP, diharapkan para peternak dapat tetap menjalankan usaha mereka secara stabil.
Selain itu, pemerintah juga melakukan sidak pasar untuk memastikan tidak ada praktik monopoli atau manipulasi harga oleh tengkulak. Kebijakan ini penting untuk melindungi konsumen dan menjaga keadilan di pasar.
Kesimpulan
Penurunan harga daging ayam di Pasar Setono Betek Kecamatan Kota pada 20 Maret 2025 menjadi kabar baik bagi masyarakat, terutama bagi para emak-emak yang sering kali menjadi pengguna utama daging ayam. Faktor-faktor seperti peningkatan produksi jagung, kebijakan pemerintah, dan persaingan pasar telah berkontribusi dalam menurunkan harga. Namun, penting untuk terus memantau stabilitas pasokan dan harga agar tidak terjadi kenaikan tajam di masa mendatang.
#DagingAyamTurun #PasarSetonoBetek #EmakEmakBorong #HargaSembako #PemantauanHarga





