CENIL KLEPON PASAR PAHING! Jajanan Jadul Tetap Eksis di Kecamatan Pesantren pada 30 November 2025!

KediriNews.com – Di tengah arus modernisasi yang kian deras, banyak jajanan tradisional masih bertahan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Salah satu contohnya adalah Cenil Klepon Pasar Pahing, yang tetap eksis di Kecamatan Pesantren hingga hari ini. Tidak hanya menjadi sumber penghasilan bagi para pedagang, jajanan ini juga menjadi simbol keberlanjutan budaya lokal yang terus dilestarikan.

Jajanan tradisional memang punya tempat tersendiri di hati. Cita rasanya khas dapat mengingatkan kita pada kenangan masa kecil dan membuat kita bernostalgia. Ada banyak jenis dari jajanan tradisional ini, salah satunya adalah gethuk, jajanan yang terbuat dari bahan dasar singkong atau ubi. “Dulu, saya sering membeli cenil klepon di pasar ini setiap minggu,” kata Siti, seorang warga setempat. “Rasanya manis dan lembut, seperti perasaan kembali ke masa kecil.”

Sejarah dan Perkembangan Pasar Pahing

Pasar Pahing, Sleman adalah salah satu pasar tradisional yang masih mempertahankan sistem penamaan berdasarkan hari pasaran Jawa, yaitu Pahing. Pasar ini terletak di wilayah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan dikenal sebagai pusat aktivitas ekonomi warga pedesaan. Meskipun buka setiap hari, keramaian terbesar muncul pada hari Pahing, ketika lebih banyak pedagang dari berbagai dusun datang membawa hasil panen, ternak kecil, serta berbagai kebutuhan rumah tangga.

Suasana Pasar Pahing Sleman memiliki ciri khas pasar rakyat: deretan kios sederhana berdampingan dengan lapak musiman, aroma rempah dan sayuran segar, serta interaksi tawar-menawar yang hidup. Barang yang dijual meliputi sayur-mayur dari lereng gunung Merapi, buah-buahan lokal, bumbu dapur, tempe gembus khas Sleman, jajanan tradisional, hingga kerajinan kecil buatan warga.

Peran Cenil Klepon dalam Budaya Lokal

Di antara berbagai jajanan yang ada, Cenil Klepon menjadi salah satu yang paling diminati oleh masyarakat. Dibuat dari bahan dasar tepung beras dan kelapa parut, cenil klepon memiliki tekstur yang lembut dan rasa yang manis alami. Proses pembuatannya dilakukan secara tradisional, dengan cara dipanggang di atas wajan besi. Makanan ini sering disajikan dalam bentuk kecil-kecil, sehingga mudah dikonsumsi saat berada di pasar.

  1. Bahan Dasar: Terdiri dari tepung beras, kelapa parut, dan gula merah.
  2. Proses Pembuatan: Campuran bahan dicetak dalam bentuk bulat dan dipanggang hingga matang.
  3. Penyajian: Biasanya disajikan dalam kemasan daun pisang atau kertas minyak.

Kehidupan Ekonomi di Pasar Pahing

Selain sebagai pusat perdagangan, Pasar Pahing juga menjadi ruang sosial bagi masyarakat. Warga sering memanfaatkannya sebagai tempat bertemu, bertukar kabar, hingga melakukan transaksi budaya seperti membeli bahan untuk hajatan, sesaji, atau keperluan adat berdasarkan pasaran Jawa. Pemerintah daerah beberapa kali menata ulang area pasar untuk memperbaiki fasilitas, sanitasi, dan keamanan tanpa menghilangkan nuansa tradisionalnya.

Hingga kini, Pasar Pahing Sleman tetap menjadi denyut kehidupan ekonomi dan budaya lokal. Di pasar ini setiap hari Kamis Pahing (misalnya pada tanggal 4 Des 2014) adalah hari yang tidak biasa di Kota Yogya karena seluruh pedagang di 31 pasar tradisional se Kota Yogya menggunakan pakaian tradisional sebagai seragam mereka dalam melayani pembeli.

Traditional market scene with Cenil Klepon vendor

Tantangan dan Peluang di Masa Depan

Meski begitu, pasar-pasar tradisional seperti Pasar Pahing juga menghadapi tantangan. Perkembangan toko modern dan e-commerce mulai menggeser peran pasar tradisional. Namun, keberadaan Cenil Klepon dan jajanan lainnya tetap menjadi daya tarik bagi para pengunjung yang ingin merasakan sensasi belanja tradisional.

“Pasar ini tidak hanya tempat belanja, tapi juga tempat mengenal budaya lokal,” ujar Rudi, seorang pedagang cenil klepon. “Saya berharap, meski semakin modern, pasar ini tetap bisa bertahan dan dilestarikan.”

Vendors selling Cenil Klepon at Pasar Pahing

Kesimpulan

Pasar Pahing tidak hanya sekadar tempat berbelanja, tetapi juga menjadi simbol keberlanjutan budaya dan ekonomi lokal. Dengan hadirnya Cenil Klepon yang tetap eksis hingga tahun 2025, kita dapat melihat betapa pentingnya menjaga warisan tradisi dalam era modern. Dengan dukungan dari masyarakat dan pemerintah, pasar-pasar tradisional seperti ini akan terus menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia.

CenilKlepon #PasarPahing #TradisiLokal #JajananJadul #WisataBudaya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *