KediriNews.com – Sebuah kejadian tak terduga terjadi pada 6 Desember 2025, saat sebuah bus pariwisata terjebak di jalan sempit Kecamatan Semen. Kejadian ini berawal dari kesalahan pengemudi yang mengikuti petunjuk arah dari Google Maps, tanpa memperhatikan kondisi jalan sekitar. Bus yang sedang membawa rombongan wisatawan terjebak di jalur yang tidak dapat dilalui kendaraan besar, sehingga menyebabkan kemacetan dan keterlambatan perjalanan.
“Kami mendapatkan laporan bahwa bus tersebut masuk ke jalan sempit yang tidak diperuntukkan untuk kendaraan besar,” ujar Kepala Polsek Semen, AKP Budi Santoso, kepada media setempat. “Sopir mungkin mengikuti petunjuk arah dari aplikasi navigasi tanpa memastikan kondisi jalan.”
Peristiwa Terjadi Akibat Kesalahan Arah
Bus pariwisata tersebut diketahui berasal dari Jakarta dan sedang dalam perjalanan menuju destinasi wisata di wilayah Jawa Timur. Namun, akibat mengikuti petunjuk Google Maps, sopir malah memasuki jalur sempit yang tidak terlihat oleh aplikasi navigasi. Jalur tersebut hanya cocok untuk kendaraan kecil atau motor, sehingga bus dengan ukuran besar langsung terjebak.
“Saya tidak tahu jalan itu sempit sampai kita sampai di sana,” kata salah satu penumpang, Rina (38), kepada wartawan. “Sopir bilang dia ikutin GPS, tapi ternyata jalan itu tidak bisa dilewati.”
Proses Evakuasi Memakan Waktu
Setelah mengetahui kejadian tersebut, pihak kepolisian segera turun tangan untuk membantu evakuasi bus. Proses evakuasi membutuhkan waktu hingga beberapa jam karena medan yang sulit dan kurangnya alat berat yang tersedia di lokasi kejadian.
- Petugas polisi dan warga setempat berusaha menarik bus menggunakan tali.
- Beberapa kendaraan kecil juga digunakan sebagai penyangga agar ban tidak semakin terperosok.
- Setelah beberapa jam usaha, bus akhirnya berhasil dievakuasi dan dibawa ke tempat aman.
Imbauan untuk Pengguna Aplikasi Navigasi
Kapolsek Semen, AKP Budi Santoso, memberi imbauan kepada para pengemudi untuk lebih waspada dalam mengikuti petunjuk arah dari aplikasi navigasi. Ia menyarankan agar pengemudi tetap memperhatikan kondisi jalan dan bertanya kepada warga setempat jika ragu dengan jalur yang dilalui.
“Jangan hanya mengandalkan teknologi. Perhatikan lingkungan sekitar dan selalu siapkan rencana cadangan,” pesannya.

Kesadaran dan Antisipasi Penting
Kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi para pemudik dan pengguna aplikasi navigasi. Meskipun Google Maps memberikan petunjuk arah yang cukup akurat, tidak semua jalan tercatat secara lengkap di sistem. Terlebih lagi, jalan-jalan kecil atau daerah pedesaan sering kali tidak terupdate secara real-time.
Banyak pengguna mengeluhkan bahwa Google Maps kadang memberikan arah yang tidak sesuai dengan kondisi nyata. Hal ini bisa disebabkan oleh data geospasial yang belum sepenuhnya lengkap atau adanya perubahan jalan yang tidak tercatat.
Pentingnya Kerja Sama Masyarakat
Selain itu, kejadian ini juga menunjukkan pentingnya kerja sama antara masyarakat dan pihak berwajib. Dalam proses evakuasi, partisipasi warga setempat sangat vital dalam membantu mengangkat bus dan memastikan keselamatan penumpang.
“Tanpa bantuan warga, proses evakuasi akan lebih sulit,” tambah AKP Budi Santoso.

Tindak Lanjut dari Pihak Terkait
Menurut informasi yang diperoleh, pihak perusahaan bus telah menghubungi pihak kepolisian untuk membuat laporan resmi. Selain itu, mereka juga akan melakukan evaluasi terhadap sopir dan sistem navigasi yang digunakan.
“Kami akan memeriksa apakah ada kesalahan dari pihak kami atau dari sistem navigasi,” ujar manajer perusahaan bus, Teguh Prasetyo.
Hashtag Terkait:




