BURUNG PERKUTUT! Manggung Kung Tekukur di Kecamatan Papar pada 10 Desember 2025!

KediriNews.com — Pada 10 Desember 2025, masyarakat Kecamatan Papar akan menyaksikan perayaan unik yang menghadirkan burung perkutut dalam bentuk pertunjukan khusus. Acara ini dikenal dengan sebutan “Manggung Kung Tekukur”, sebuah tradisi yang memadukan seni dan budaya lokal dengan keunikan suara merdu burung perkutut. Event ini menjadi ajang penghormatan terhadap hewan yang telah menjadi simbol kearifan Jawa selama berabad-abad.

“Burung perkutut bukan hanya sekadar hewan peliharaan, tapi juga representasi dari ketenangan dan harmoni,” ujar salah satu tokoh masyarakat setempat. Dalam acara ini, burung-burung berkicau akan ditampilkan dalam suasana yang penuh makna, sambil diiringi alunan musik tradisional dan tarian khas daerah.

  1. Sejarah dan Filosofi Burung Perkutut

    Burung perkutut memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat Jawa. Sejak dulu, burung ini dianggap sebagai simbol ketenangan, kebijaksanaan, dan keharmonisan hidup. Di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), perkutut bahkan telah ditetapkan sebagai maskot resmi sejak tahun 1990. Hal ini mencerminkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam budaya Jawa.

Di Kecamatan Papar, tradisi “Manggung Kung Tekukur” tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga upaya melestarikan warisan budaya leluhur. Masyarakat setempat percaya bahwa kehadiran burung perkutut dapat membawa rezeki dan ketenangan batin bagi pemiliknya. Oleh karena itu, acara ini menjadi momen penting untuk menjaga hubungan antara manusia dan alam.

  1. Pengaruh Budaya dan Wisata

    Selain sebagai bagian dari ritual keagamaan dan kepercayaan, burung perkutut juga memiliki dampak positif terhadap pariwisata. Di DIY, Konkurs Nasional Seni Suara Alam Burung Perkutut Piala Raja Hamengku Buwono Cup 2025 telah menjadi daya tarik wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Bahkan, keberadaan ajang ini bisa menjadi magnet baru bagi wisatawan asing, terutama setelah dibukanya penerbangan langsung dari Yogyakarta International Airport (YIA) ke Bangkok.

Di Kecamatan Papar, acara “Manggung Kung Tekukur” juga diharapkan dapat menarik minat wisatawan untuk berkunjung dan melihat langsung keunikan budaya setempat. Dengan adanya event ini, masyarakat lokal bisa memperkenalkan kekayaan budaya mereka kepada dunia luar.

  1. Peran Ekonomi dan UMKM

    Acara ini juga memberi ruang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk ikut serta dalam pameran dan penjualan produk lokal. Sangkar burung, aksesori, dan perlengkapan lainnya menjadi komoditas utama yang dipasarkan selama acara. Hal ini sekaligus mendorong roda perekonomian di daerah.

“Kehadiran burung perkutut dalam acara ini bukan hanya untuk hiburan, tetapi juga untuk membangkitkan semangat ekonomi lokal,” ujar salah satu pelaku UMKM di Kecamatan Papar. Dengan adanya acara ini, para pengrajin dan pedagang bisa memperluas pasar dan meningkatkan pendapatan.

  1. Prosesi Pelepasan Burung dan Makna Harmoni

    Salah satu hal yang paling menarik dalam acara ini adalah prosesi pelepasan burung perkutut ke alam bebas. Prosesi ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap alam dan menjaga keseimbangan antara manusia dan lingkungan. Filosofi “Hamemayu Hayuning Bawono” yang dipegang dalam acara ini mengajarkan pentingnya menjaga harmoni alam.

Di Kecamatan Papar, prosesi ini dilakukan dengan penuh khidmat dan doa. Para peserta dan masyarakat mengucapkan harapan agar burung-burung tersebut dapat hidup tenang dan sejahtera di alam bebas.

  1. Kesimpulan dan Harapan

    Acara “Manggung Kung Tekukur” di Kecamatan Papar pada 10 Desember 2025 merupakan bentuk penghargaan terhadap kearifan lokal dan kekayaan budaya Jawa. Melalui pertunjukan burung perkutut, masyarakat setempat tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga memperkuat identitas budaya mereka.

Dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk masyarakat, UMKM, dan pemerintah setempat, acara ini diharapkan dapat menjadi contoh sukses dalam menjaga kelestarian budaya sekaligus membangkitkan potensi ekonomi dan pariwisata.

BurungPerkutut #ManggungKungTekukur #KecamatanPapar #BudayaJawa #WisataBudaya

Pos terkait