Ringkasan Berita:
- Tepat satu bulan pasca berpulangnya Epy Kusnandar pemeran “Kang Mus” Karina Ranau sang istri mengaku masih rapuh
- Karina memposting foto dirinya yang tengah terduduk lemas di samping pusara sang suami di bawah guyuran hujan deras.
- Karina mengenang kembali momen pertemuan pertama dengan Epy Kusnandar 20 tahun yang lalu
Suasana duka masih menyelimuti keluarga aktor legendaris Epy Kusnandar, terutama bagi sang istri, Karina Ranau.
Tepat satu bulan pasca berpulangnya pemeran “Kang Mus” dalam serial Preman Pensiun tersebut, Karina Ranau, membagikan curahan hati yang sangat menyayat hati melalui akun media sosial pribadinya pada Jumat, (2/1/2026).
Dalam unggahan terbarunya, Karina memposting foto dirinya yang tengah terduduk lemas di samping pusara sang suami di bawah guyuran hujan deras.
Karina menuliskan curhatan panjang yang menggambarkan betapa beratnya hidup tanpa sosok belahan jiwanya tersebut.
Baginya, kepergian suaminya terasa seperti mimpi buruk yang ia harap bisa segera berakhir.
“Assalamualaikum Papi…. Apa kabar? Hari ini satu bulan satu hari Papi ninggalin kami…
Pi rasa ny masih belum percaya kamu pergi… Kenapa kamu gak bilang bilang pih, kenapa tanda tanda kamu mau pergi baru di rasakan setelah kamu udah gak ada? Bangunin aku dari mimpi ini papi
Rindu ini selalu datang diam diam.. Mata air kenapa terasa deras tak berhenti terus mengalir…” tulis Karina Ranau, dikutip Tribunsumsel dari unggahannya, Sabtu (3/1/2026).
Diakui Karina, bahwa meskipun ia berusaha tegar di hadapan orang lain, tubuhnya terasa rapuh karena kehilangan.
Sesekali ia sering menitikan air matanya mengenang sang suami.
“Bunda ingin sekali Ikhlas,bangkit melanjutkan hidup seolah olah bunda baik baik saja,tapi tubuh ku yang kecil,yang mungil ini yang kamu kagumi rasanya hampa tak berdaya kehilangan arah,Pi izin aku menikmati proses ini hingga bisa tersenyum dan ikhlas….” ujarnya.
Ia mengungkapkan rasa kehilangan yang luar biasa merindukan rutinitas yang biasa mereka lakukan bersama.
“Bunda kangen kita bercerita, menghabiskan waktu, saling berdebat, kangen ngomelin ngocehin kamu marahin kamu, ngurus-ngurus semua project-project kamu, kangen ngegosip sama kamu, semua ini tidak akan pernah lagi terwujud,” tulis Karina dalam unggahan Instagram-nya.
Kesedihan semakin terasa saat Karina melontarkan pertanyaan yang memilukan.
“Gimana rasanya Mati Pih? Jawab dong…” tulisnya, menggambarkan rasa ingin tahu sekaligus keputusasaan karena tak lagi bisa berkomunikasi dengan suaminya.
Karina mengenang kembali momen pertemuan pertama mereka 20 tahun yang lalu dalam sebuah karya Aris Nugraha berjudul Kejar Kusnadi.
Ia juga menyinggung masa-masa sulit saat cintanya sempat diragukan oleh orang tuanya (Umak dan Ubak).
Hal yang cukup mengharukan adalah pengakuan Karina bahwa nama “Karina Ranau” sebenarnya adalah nama pemberian sang suami yang ia cintai hingga kini.
“O ya Pi, kamu gak lupa kan, di pertama kali kita ketemu? di mana kamu jatuh cint sama anak umak dan ubak yang dulu meragukan cintamu? Makasih ya nama KARINA RANAU kamu yang ciptain nama ini, padahal bukan nama ku yang sesungguh nya, tapi aku suka,” katanya.
“Dan kita harus berpisah di Karya Aris Nugraha PREMAN PENSIUN,” sambungnya.
Menutup pesan tersebut, Karina menyampaikan rasa bangganya menjadi istri dari seorang Epy Kusnandar.
Ia menyebut suaminya sebagai seorang legenda yang telah mendedikasikan hidupnya untuk dunia seni peran.
“Terbang yang tinggi Hai Epy kusnandar
KARINA RANAU bangga punya suami EPY KUSNANDAR yang di sebut mereka Kang Mus sang Legend
Terimakasih Uwak sudah menjadi saksi Cinta kami hingga akhir hayat dan mengantarkan Sang Preman yang kini benar benar PENSIUN,
Pasti kamu lagi ngetawain Bunda ya,nengok kamu hujan hujanan gini terus bikin konten,iya kan,kan kata kamu harus totalitas,” tandasnya.
Unggahan tersebut langsung dibanjiri komentar dari netizen dan rekan sesama artis yang memberikan doa serta dukungan moril agar Karina diberikan kekuatan dalam menjalani masa-masa sulit ini.
Kronologi Meninggalnya Epy Kusnandar
Putra dan adik Epy Kusnandar, Damar Rizal Marzuki serta Deniar Hendarsah menjelaskan kondisi sang aktor sejak pagi hingga detik-detik terakhirnya.
Damar Rizal Marzuki mengatakan kejadian itu berlangsung sangat cepat karena menyangkut kondisi otak sang aktor.
“Penyakitnya berhubungan dengan otak. Sama seperti jantung, bisa terjadi tiba-tiba dalam hitungan detik,” ujar Damar di rumah duka, Rabu (3/12/2025).
Menurut Damar, almarhum memang sudah beberapa minggu terakhir sering mengeluhkan sakit kepala dan kelelahan akibat aktivitas padat.
Bahkan beberapa kali sempat pingsan, namun tak ingin dibawa ke rumah sakit.
“Papap itu kalau sudah baikan, langsung bercanda lagi. Enggak mau membebani siapapun,” kata Damar.
Hingga akhirnya, sang istri menemukan Epy dalam kondisi terjatuh di lantai kamar, di samping kasur, dan sudah dalam keadaan muntah serta tidak sadarkan diri.
“Ditemukan di bawah kasur gitu. Berarti kan dari tidur, udah gelisah, dan pingsan jatuh ke bawah. Dari kasur ya kasur springbed yang biasa ya,” beber Damar.
Sekitar pukul 05.30 WIB, keluarga mendapat kabar dari Kalibata dan langsung membawa Epy ke RS PON. Namun, ia sudah tidak merespons dan hanya bertahan dengan bantuan oksigen.
“Rumah sakit sudah lakukan yang terbaik. Tensinya sempat sangat tinggi sampai 200 sekian,” ujarnya.
Adik Epy, Deniar mengungkapkan dokter menyatakan ada penyumbatan pembuluh darah pada batang otak.
“Batang otak itu pusat kontrol kehidupan: gerak, napas. Yang tersumbat cuma satu, tapi itu krusial,” jelasnya.
Rencana tindakan operasi tidak memungkinkan dilakukan karena kondisi tubuh Epy semakin kritis.
Dalam keadaan semi-koma, keluarga dan kerabat sudah berkumpul di ruang perawatan untuk memberikan semangat serta doa.
Namun takdir berkata lain pada pukul 14.24 WIB, detak jantung Epy Kusnandar dinyatakan berhenti.
“14:24 Kang Epy berpulang, meninggalkan kita semua,” ucap Deniar.
(*)
Baca berita lainnya di Google News
Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp
