BENCANA TANAH LONGSOR! Akses Jalan Besuki Terputus Total di Kecamatan Mojo pada 4 Desember 2025!

KediriNews.com – Bencana tanah longsor yang terjadi di Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, mengakibatkan akses jalan utama di wilayah tersebut terputus total. Kejadian ini terjadi pada 4 Desember 2025, dan berdampak signifikan terhadap kehidupan warga setempat. Berdasarkan informasi awal, tanah longsor terjadi di sekitar area lereng Pegunungan Wilis, yang menjadi salah satu daerah rawan bencana alam di Jawa Timur.

“Bencana ini sangat memprihatinkan, karena tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga mengancam keselamatan warga,” ujar Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa dalam pernyataannya. “Kami sedang memastikan bahwa semua pihak terlibat dalam proses penanganan darurat.”

Sebagai langkah tanggap darurat, pemerintah daerah telah menerjunkan petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta instansi teknis seperti Dinas PUPR dan Dinas Perkim. Mereka bekerja sama untuk membersihkan material longsor dan membuka kembali akses jalan yang tertutup. Namun, hingga saat ini, beberapa titik masih menyisakan kerusakan serius yang memerlukan waktu lebih lama untuk diperbaiki.

  1. Pemantauan dan Evakuasi Warga

    Salah satu prioritas utama adalah pemantauan kondisi warga yang tinggal di area rawan longsor. Bupati Hanindhito Himawan Pramana meminta warga yang rumahnya terdampak bencana untuk dievakuasi ke lokasi yang lebih aman. “Kita tidak tahu cuaca masih mendung, jangan-jangan nanti hujan deras lagi. Kita pastikan yang penting mengamankan warga yang terdampak dulu,” ujarnya usai meninjau lokasi bencana.

  2. Pembukaan Akses Jalan

    Di samping evakuasi, pihak BPBD dan Dinas PUPR melakukan upaya pembukaan akses jalan yang tertutup material longsor. Menurut Irwan Chandra Wahyu Purnama, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kediri, pekerjaan dilakukan dengan menggunakan alat berat seperti backhoe. “Untuk penanganan talud dan jalan yang rusak nanti ditangani Dinas PUPR secepatnya, mungkin kami mulai bisa action paling lambat minggu depan,” katanya.

  3. Pemulihan Infrastruktur Rumah

    Selain akses jalan, sejumlah rumah warga juga mengalami kerusakan akibat tanah longsor. Dari data BPBD, sebanyak 24 rumah di Desa Petungroto mengalami kerusakan, sementara dua rumah di Desa Pamongan dan Blimbing juga terkena dampak banjir. Dinas Perkim akan turun tangan untuk memperbaiki kerusakan tersebut. “Rumah yang terdampak (nantinya) akan diperbaiki, ini Dinas Perkim juga ikut turun,” tambah Mbak Dewi.

  1. Pencarian Korban Hilang

    Bencana ini juga menelan korban hilang, yaitu Mbah Tekad, 70 tahun, warga Desa Blimbing. Pencarian terhadap korban ini masih terus dilakukan oleh tim gabungan. “Melihat durasi sudah cukup lama dan kemarin juga terjadi banjir bandang, kemungkinan jasad korban sudah sampai Brantas. Semoga segera ketemu,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Stevanus Djoko Sukrisno.

  2. Tindakan Pencegahan Bencana Susulan

    Untuk mencegah bencana susulan, pemerintah daerah meminta warga untuk tetap waspada dan meningkatkan kewaspadaan. “Kepada saudara kami yang terdampak, doa terbaik kami panjatkan. Semoga diberikan kekuatan dan ketabahan. Dan kepada kita semua terutama yang tinggal di daerah rawan longsor dan banjir, mari tingkatkan kewaspadaan,” pesan Bupati Hanindhito.

Bencana tanah longsor di Kecamatan Mojo pada 4 Desember 2025 menunjukkan betapa rentannya wilayah lereng Pegunungan Wilis terhadap ancaman alam. Meski pemerintah daerah telah bertindak cepat, masih ada tantangan besar yang harus dihadapi dalam proses pemulihan. Masyarakat diharapkan tetap bersabar dan kooperatif dalam menjalani proses penanganan bencana, sambil menunggu solusi jangka panjang dari pihak berwenang.

BencanaTanahLongsor #MojoKediri #AksesJalanTerputus #PenangananBencana #KediriNews

Pos terkait