KediriNews.com – Warga Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, kembali menunjukkan semangat gotong royong dalam kegiatan pembersihan selokan di wilayah setempat. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 10 Oktober 2025, dengan partisipasi aktif dari masyarakat, aparat desa, dan instansi terkait. Acara yang berlangsung secara bersama-sama ini bertujuan untuk menjaga kebersihan lingkungan serta mencegah banjir akibat saluran air yang tersumbat.
“Kami sangat mengapresiasi kepedulian warga dalam kegiatan ini. Dengan gotong royong, kita bisa memastikan lingkungan tetap bersih dan aman,” ujar Camat Puncu Firman Tappa saat memberikan sambutan. Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.
Kegiatan ini tidak hanya melibatkan warga biasa, tetapi juga didukung oleh TNI, Polri, dan perangkat desa. Seperti yang terlihat dalam foto-foto yang diambil oleh Lintasdaerahnews.com, anggota Koramil 0809/21 Puncu, personel Polsek Puncu, serta para tokoh masyarakat turut serta dalam pembersihan lingkungan Kantor Balai Desa Wonorejo. Mereka bekerja sama membersihkan sampah, rumput liar, dan benda-benda lain yang menyumbat saluran air.
Selain itu, kegiatan ini juga merupakan bagian dari Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) tahun 2025. Danramil 0809/21 Puncu Kapten Arm. Bangun Budi Adi menjelaskan bahwa kegiatan ini dilakukan rutin setiap bulan sebagai upaya untuk memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. “Gotong royong bukan hanya sekadar kegiatan fisik, tetapi juga bentuk kepedulian dan solidaritas antar warga,” tambahnya.
Berikut adalah beberapa hal yang dilakukan dalam kegiatan pembersihan selokan:
- Pembersihan Saluran Air: Warga dan petugas membersihkan saluran air yang tersumbat oleh sampah plastik, daun, dan limbah organik.
- Pemotongan Rumput dan Kayu: Untuk memastikan aliran air lancar, rumput dan kayu yang tumbuh di sekitar saluran dibersihkan.
- Sosialisasi Kebersihan Lingkungan: Petugas memberikan edukasi kepada warga tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan.
- Pemantauan dan Perbaikan: Setelah pembersihan, saluran air dipantau agar tidak kembali tersumbat dalam waktu dekat.
- Partisipasi Aktif Warga: Berbagai kelompok masyarakat, termasuk Karang Taruna dan Bumdes, ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Bumdes Wonorejo, Wanto, menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini sangat penting untuk menjaga kualitas hidup masyarakat. “Dengan lingkungan yang bersih, kesehatan masyarakat akan lebih terjaga. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain,” ujarnya.
Selain itu, kegiatan ini juga mencerminkan nilai-nilai budaya lokal yang masih terjaga. Meskipun dalam bentuk kegiatan nyata, semangat gotong royong yang diterapkan dalam kegiatan ini sejalan dengan tradisi bersih desa yang sering dilakukan di wilayah-wilayah pedesaan. Meski tidak sepenuhnya dalam bentuk ritual adat, prinsip persatuan dan kebersamaan tetap menjadi dasar utama dalam pelaksanaannya.
Tidak hanya sekadar kegiatan fisik, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antar warga dan institusi. Dengan bekerja sama, masyarakat dan pemerintah dapat menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan nyaman.
Hashtag Terkait:
