Penyakit autoimun adalah kondisi medis yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel sehat dalam tubuh. Hal ini berbeda dengan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri, virus, atau parasit yang dapat menyebar dari satu orang ke orang lain. Oleh karena itu, banyak orang bertanya-tanya: “Apakah autoimun menular?”
Dokter spesialis penyakit dalam konsultan alergi dan imunologi, Dr. dr. Alvina Widyaningsih, menjelaskan bahwa penyakit autoimun bukanlah penyakit menular. “Penyakit ini adalah kondisi di mana sistem kekebalan tubuh tidak dapat berfungsi dengan baik,” ujarnya dalam sebuah webinar.
Sistem kekebalan tubuh manusia seharusnya bisa mengenali sel tubuh sendiri, bakteri, dan virus yang harusnya dihancurkan. Namun pada penderita autoimun, sistem kekebalan tubuh justru menyerang diri sendiri. Akibatnya, terjadi kerusakan berbagai organ seperti organ pernapasan, darah, dan lainnya.
Mengapa Autoimun Tidak Menular?
Penyebab utama penyakit autoimun bukanlah agen penular seperti virus atau bakteri. Penyakit ini terjadi karena adanya gangguan pada sistem imunitas tubuh, sehingga sel-sel sehat justru dianggap sebagai ancaman. Kondisi ini terjadi karena kesalahan dalam tubuh itu sendiri, bukan karena patogen yang bisa menyebar.
“Jadi, kalau pada penyakit autoimun ini, sistem kekebalan, sistem imun kita tidak bisa mengenali. Kan harusnya sistem kekebalan kita digunakan untuk melawan bakteri, virus. Nah tapi ini tak dapat berfungsi dengan baik, sehingga kemudian malah menyerang sel-sel tubuh sendiri,” tambah Alvina.
Faktor Pemicu Autoimun
Meskipun penyakit autoimun tidak menular, faktor-faktor tertentu dapat meningkatkan risiko seseorang menderita kondisi ini. Beberapa di antaranya adalah:
- Faktor Genetik: Riwayat keluarga dengan penyakit autoimun meningkatkan risiko.
- Perubahan Hormonal: Wanita lebih rentan terhadap autoimun karena perubahan hormon.
- Paparan Lingkungan: Paparan sinar UV, infeksi virus (seperti COVID-19), dan zat kimia dapat memicu autoimun.
- Gaya Hidup: Pola makan tidak sehat, stres, dan kurang tidur juga berkontribusi pada risiko autoimun.

Gejala Umum Autoimun
Gejala penyakit autoimun bisa sangat bervariasi, tetapi beberapa gejala umum yang sering dialami oleh penderita antara lain:
- Mudah lelah
- Nyeri sendi dan pembengkakan
- Demam
- Masalah pencernaan
- Rambut rontok
- Ruam kulit
- Kesulitan berkonsentrasi
- Cemas atau depresi
Apakah Autoimun Bisa Sembuh?
Secara umum, penyakit autoimun tidak bisa disembuhkan sepenuhnya. Namun, gejalanya dapat dikendalikan melalui pengobatan dan perawatan yang tepat. Tujuan utama pengobatan adalah mencegah flare (gejala muncul secara tiba-tiba dan parah) serta meningkatkan kualitas hidup penderita.
Cara Mencegah Autoimun
Meski penyakit autoimun tidak menular, pencegahan tetap penting. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko:
- Konsumsi Makanan Sehat: Hindari makanan olahan dan tinggi gula, serta pastikan asupan nutrisi seimbang.
- Hindari Paparan Zat Kimia: Kurangi paparan pestisida, merkuri, dan bahan kimia berbahaya.
- Kelola Stres: Stres berlebihan dapat memperburuk fungsi sistem imun.
- Konsumsi Vitamin D: Vitamin D berperan penting dalam regulasi sistem kekebalan tubuh.
Kesimpulan
Penyakit autoimun tidak menular, karena penyebabnya bukan dari agen penular seperti virus atau bakteri. Penyakit ini terjadi akibat gangguan pada sistem imun tubuh. Meski tidak bisa disembuhkan sepenuhnya, penderita dapat menjalani pengobatan dan perawatan untuk mengontrol gejala. Dengan memahami fakta-fakta ini, kita bisa lebih waspada dan menjaga kesehatan agar terhindar dari risiko penyakit autoimun.





