Alasan PSSI percayakan Timnas Indonesia ke John Herdman

– John Herdman kini diberikan kepercayaan untuk melatih Timnas Indonesia setelah kepergian Patrick Kluivert.

Ada sejumlah alasan pada akhirnya PSSI menunjuk eks Pelatih Kanada itu untuk menangani skuad Garuda dipanggung dunia.

Dilansir laman PSSI, secara resmi diumukan John Herdman sebagai pelatih baru Tim Nasional Indonesia, pada Sabtu, 3 Januari 2026.

Rekam jejak prestasi John Herdman sebagai pelatih ternyata menjadi salah satu dibalik PSSI memberikan kepecayaan penuh sebagai Pelatih Timnas Indonesia.

Pelatih yang saat ini berusia 50 tahun itu, diketahui memiliki berpengalaman membawa team ke Piala Dunia. Hal ini juga sejalan dengan impian Indonesia, meski sempat gagal pada Piala Dunia 2026.

Namun tentu Piala Dunia 2030 menjadi impian yang tengah dipersiapkan PSSI termasuk racikan juru taktik John Herdman di Timnas Indonesia nanti.

“PSSI menyambut antusias kehadiran pelatih berusia 50 tahun tersebut. Ragam rekam jejak Herdman menjadi alasan utama penunjukan ini. Dia tercatat sebagai satu-satunya pelatih di dunia yang berhasil membawa tim nasional putra dan putri dari satu negara lolos ke Piala Dunia FIFA,” tulis keterangan PSSI pada Jumat (3/1/2026).

Pelatih asal Inggris dikenal sebagai pelatih yang sukses di Amerika Utara (Kanada) dan Oseania (Selandia Baru).

Bahkan bersama timnas putri Kanada, Herdman tampil di Piala Dunia 2007 dan 2011, serta mencetak sejarah dengan meraih dua medali perunggu Olimpiade secara beruntun pada 2012 dan 2016.

Sementara itu, di sektor putra, Herdman sukses mengantar Kanada ke Piala Dunia Qatar 2022, momen sejarah setelah 36 tahun, sekaligus melesatkan peringkat FIFA Kanada saat itu dari posisi 77 ke 33 dunia.

Setelah menunjukan ini, John Herdman dan Timnas Indonesia telah menanti agenda padat salah satunya akan tampil dalam FIFA Series yang dilaksanakan pada Maret 2026.

“Timnas Senior akan tampil di FIFA Series di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada FIFA Match Day 23–31 Maret 2026, dilanjutkan agenda FIFA Match Day pada Juni, September, Oktober, dan November, serta Piala AFF 2026 yang dijadwalkan berlangsung mulai 25 Juli 2026,” 

Alasan John Herdman Tertarik Melatih Timnas

Menurut laporan VnExpress, Herdman akan menandatangani kontrak berdurasi 2+2 tahun yang mulai berlaku pada 2026.

“Terdiri dari jangka waktu awal dua tahun dengan opsi perpanjangan hingga tahun 2030,” tulis media tersebut.

Kontrak jangka panjang ini menjadi salah satu alasan utama PSSI dinilai serius membangun fondasi kuat bagi Timnas Indonesia, terutama untuk menghadapi agenda besar seperti Piala Asia dan kualifikasi Piala Dunia.

VnExpress juga mengungkap bahwa John Herdman sebenarnya mendapat tawaran dari Federasi Sepak Bola Honduras.

Kendati demikian, pelatih berusia 50 tahun itu memilih Indonesia karena dua faktor utama.

“Herdman dilaporkan menarik minat dari Federasi Sepak Bola Honduras (FFH),” tulis VNExpress. 

“Namun, pelatih berusia 50 tahun itu memilih Indonesia karena dua faktor utama – kontrak jangka panjang dan gaji bulanan sebesar 40.000 dolar AS,” lanjutnya.

Selain kontrak berdurasi panjang, Herdman juga disebut akan menerima gaji bulanan sebesar USD 40.000 atau sekitar Rp670 juta.

Jordi Amat Tekankan Regenerasi

Bek Persija Jakarta, Jordi Amat, menyampaikan pandangannya mengenai langkah Timnas Indonesia menuju Piala Dunia 2030.

Jordi Amat menilai proses tersebut masih panjang dan perlu dijalani secara bertahap. Pernyataan itu disampaikan Jordi saat ditemui awak media usai sesi latihan Persija di Persija Training Ground, Bojongsari, Kota Depok, Kamis (18/12/2025).

“Saya tahu Piala Dunia 2030 itu masih cukup jauh,” ujar Jordi Amat, dilansir dari Bolasport.com.

“Kami ingin melangkah selangkah demi selangkah, tapi yang paling penting adalah kami punya pelatih yang bagus, semua orang percaya padanya dan berada di belakangnya,” tambahnya.

Menurut Jordi, keberadaan pelatih dengan dukungan penuh menjadi faktor penting dalam membangun arah tim nasional.

Dukungan tersebut dinilai membantu pelatih menjalankan tugas dan rencana jangka panjang bersama Timnas Indonesia. 

Jordi Amat menekankan bahwa pelatih Timnas Indonesia memikul tanggung jawab besar. Oleh karena itu, dukungan dari berbagai pihak menjadi hal yang perlu dijaga.

Pengalaman pada siklus sebelumnya menjadi pembelajaran bagi semua pihak dalam mempersiapkan langkah ke depan.

Ia menilai dengan pelatih yang tepat dan dukungan menyeluruh, Timnas Indonesia dapat membangun fondasi kuat untuk periode mendatang.

Situasi tersebut juga memberi ruang bagi pembinaan pemain secara berkelanjutan, termasuk menyiapkan generasi berikutnya.

“Dengan begitu, kami bisa mempersiapkan generasi berikutnya dengan baik,” kata Jordi menambahkan.

(/Bolasport.com/Kompas.com)

Dapatkan Informasi lain dari via saluran Whatsapp di sini

Baca berita lainnya di Google News

Pos terkait