KediriNews.com – Pada hari Minggu, 7 Desember 2025, komunitas lingkungan di Kecamatan Kota menggelar aksi bersih sungai yang diikuti oleh ratusan warga dan relawan. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus upaya untuk menjaga kebersihan aliran sungai yang menjadi sumber air bagi masyarakat sekitar. Aksi ini juga menjadi bagian dari perayaan Hari Kebersihan Sungai Sedunia yang jatuh pada minggu keempat bulan September.
“Kami ingin menunjukkan bahwa kebersihan sungai bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga masyarakat,” ujar Surya, salah satu anggota komunitas lingkungan yang turut serta dalam aksi tersebut. Ia menambahkan, “Dengan membersihkan sampah plastik dan limbah, kami berharap bisa membangun kesadaran lebih luas tentang pentingnya menjaga ekosistem sungai.”
Peran Komunitas dalam Pelestarian Lingkungan

Aksi bersih sungai ini tidak hanya sekadar kegiatan rutin, tetapi juga menjadi momen penting untuk memperkuat partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Selain para aktivis lingkungan, kegiatan ini juga melibatkan pelajar, mahasiswa, dan pemuda setempat. Mereka bekerja sama dengan menggunakan alat bantu seperti tongkat, kantong sampah, dan sarung tangan untuk mengangkat sampah dari permukaan air hingga dasar sungai.
- Pembersihan area sungai: Tim kerja dibagi menjadi beberapa kelompok yang bertugas membersihkan berbagai titik di sepanjang aliran sungai.
- Pengumpulan sampah: Sampah yang telah dikumpulkan kemudian dipilah menjadi dua kategori, yaitu sampah organik dan anorganik.
- Pembuangan sampah secara benar: Sampah anorganik seperti plastik dan logam dibawa ke tempat pengolahan sampah yang telah disiapkan.
Dampak Positif dari Aksi Bersih Sungai

Aksi bersih sungai yang dilakukan pada 7 Desember 2025 memberikan dampak positif baik secara langsung maupun tidak langsung. Pertama, kebersihan sungai meningkat, sehingga dapat membantu mengurangi risiko banjir dan pencemaran air. Kedua, kegiatan ini menjadi ajang edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan. Ketiga, partisipasi aktif warga mencerminkan tingginya kesadaran akan isu lingkungan.
Menurut data yang dirilis oleh Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kecamatan Kota, sebanyak 1.200 kilogram sampah berhasil dikumpulkan selama aksi tersebut. Mayoritas sampah yang ditemukan adalah plastik, kertas, dan limbah rumah tangga. Hal ini menunjukkan bahwa masalah sampah masih menjadi tantangan utama dalam menjaga kebersihan sungai.
Tantangan dan Solusi Jangka Panjang
Meski aksi bersih sungai berhasil mengumpulkan banyak sampah, tantangan dalam menjaga kebersihan sungai tetap ada. Salah satunya adalah kesadaran masyarakat yang belum sepenuhnya terbangun. Banyak warga yang masih membuang sampah sembarangan, terutama di sekitar daerah aliran sungai.
Untuk mengatasi hal ini, komunitas lingkungan di Kecamatan Kota merencanakan program pendidikan lingkungan yang akan diadakan secara berkala. Program ini akan melibatkan guru, siswa, dan tokoh masyarakat untuk menyebarkan kesadaran tentang pentingnya menjaga lingkungan. Selain itu, mereka juga berencana mengajukan proposal kepada pemerintah setempat untuk membangun tempat pembuangan sampah yang lebih efektif.
Kesimpulan
Aksi bersih sungai di Kecamatan Kota pada 7 Desember 2025 menjadi bukti nyata bahwa masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan lingkungan. Meskipun tantangan masih ada, semangat dan komitmen para peserta aksi menunjukkan bahwa perubahan bisa dimulai dari langkah kecil. Dengan kolaborasi antara komunitas, pemerintah, dan masyarakat, kebersihan sungai bisa terjaga untuk generasi mendatang.





