Antre Panjang di Warung Pecel Tumpang Jalan Dhoho Kecamatan Kota pada Malam 5 Desember 2025

KediriNews.com – Pada malam hari, antrean panjang terjadi di Warung Pecel Tumpang Jalan Dhoho, Kecamatan Kota, yang menjadi salah satu destinasi kuliner favorit masyarakat Kediri dan sekitarnya. Pada tanggal 5 Desember 2025, warung tersebut kembali ramai dikunjungi oleh penggemar pecel tumpang yang ingin menikmati hidangan khas Jawa Timur ini.

“Warung ini selalu penuh, bahkan saat malam hari. Kami biasanya harus antre sekitar 30 menit,” kata Siti, salah satu pengunjung yang datang bersama keluarga. Antrean ini tidak hanya terjadi karena banyaknya pembeli, tetapi juga karena keunikan sambal tumpang yang menjadi ciri khas dari pecel khas Kediri.

Pecel tumpang adalah makanan tradisional Indonesia yang berasal dari Kediri, Jawa Timur. Terdiri dari sayuran rebus seperti sawi, kacang panjang, dan tauge, yang disiram dengan saus kental yang dibuat dari tempe busuk. “Sambal tumpang ini unik karena menggunakan tempe busuk sebagai bahan dasar. Rasanya pedas, gurih, dan sedikit asam,” jelas Dinda, pengunjung lainnya.

  1. Sejarah dan Keunikan Sambal Tumpang

    Sambal tumpang memiliki sejarah yang cukup panjang. Menurut penelitian, sambal tumpang sudah ada sejak lebih dari dua abad lalu, bahkan tercatat dalam karya sastra Jawa seperti Serat Centhini. Bahan utama dari sambal ini adalah tempe busuk, yang kemudian diolah dengan bawang merah, bawang putih, cabai, dan rempah-rempah lainnya. Proses pembuatannya membutuhkan waktu dan kesabaran agar rasanya sempurna.

  2. Cara Penyajian yang Unik

    Pecel tumpang biasanya disajikan dengan daun pisang yang dipincuk atau dibentuk menjadi corong. Nasi yang digunakan juga berbeda, biasanya nasi putih yang pulen. Selain itu, pecel tumpang sering disajikan dengan lauk tambahan seperti ayam goreng, sate usus, atau telur ceplok.

  3. Warung Pecel Tumpang yang Ramai Pengunjung

    Salah satu warung yang terkenal adalah Nasi Pecel Pudakit yang terletak di dekat stasiun kota Kediri. Warung ini buka mulai pukul 9 malam hingga pagi hari. Harganya relatif terjangkau, mulai dari Rp8 ribu per porsi. “Harganya murah, tapi rasanya sangat enak. Saya sering datang ke sini setiap malam,” ujar Arif, seorang pelanggan setia.

Antrean Pengunjung di Warung Pecel Tumpang Jalan Dhoho

  1. Perbedaan dengan Pecel Madiun

    Meski mirip, pecel tumpang memiliki perbedaan signifikan dengan pecel Madiun. Perbedaan utamanya terletak pada jenis sambal. Sambal tumpang dibuat dari tempe busuk, sedangkan pecel Madiun menggunakan saus kacang. Hal ini memberikan rasa yang berbeda, dengan sambal tumpang yang lebih pedas dan gurih.

  2. Kemudahan Pembayaran dan Lokasi Strategis

    Warung pecel tumpang di Kediri tidak hanya ramai karena rasanya, tetapi juga karena kemudahan akses dan layanan. Banyak warung yang menerima pembayaran melalui QRIS, sehingga pengunjung tidak perlu membawa uang cash. Lokasi warung juga strategis, seperti di dekat pasar atau jalur utama kota.

Pecel Tumpang dengan Sambal Tempe Busuk

Kesimpulan

Warung Pecel Tumpang Jalan Dhoho Kecamatan Kota menjadi contoh bagaimana makanan tradisional bisa tetap diminati dan dilestarikan di tengah perkembangan zaman. Antrean panjang pada malam 5 Desember 2025 menunjukkan bahwa pecel tumpang masih menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang mencari rasa autentik dan unik. Dengan cita rasa yang khas dan harga yang terjangkau, pecel tumpang terbukti menjadi kuliner yang tak pernah kehilangan penggemarnya.

PecelTumpang #KulinerKediri #WarungPecel #MakananTradisional #KulinerNusantara

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *