KediriNews.com – Pada tanggal 6 Desember 2025, wilayah Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, Jawa Timur mengalami peristiwa banjir pasir yang disebabkan oleh aliran lahar dingin dari Gunung Kelud. Peristiwa ini terjadi setelah aktivitas vulkanik Gunung Kelud meningkat tajam, sehingga mengakibatkan aliran material vulkanis yang mengalir ke sungai-sungai sekitarnya. Salah satu yang terdampak adalah Sungai Bladak, yang menjadi saksi bisu dari bencana alam tersebut.
“Kami mendapat laporan bahwa Sungai Bladak mengalami banjir pasir akibat lahar dingin yang mengalir dari arah Gunung Kelud. Saat ini, warga sekitar sedang berupaya membersihkan material yang menutupi jalur sungai,” ujar Kepala BPBD Kediri, Dwi Suryanto, dalam keterangannya kepada media lokal.
Banjir pasir ini tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat sekitar, tetapi juga menyebabkan gangguan pada infrastruktur jalan dan irigasi. Warga yang tinggal di sepanjang Sungai Bladak harus segera mengungsikan diri karena khawatir adanya aliran lanjutan yang bisa memperparah kondisi.
- Pemicu Banjir Pasir
- Aktivitas vulkanik Gunung Kelud yang meningkat.
- Hujan deras yang terjadi beberapa hari sebelum peristiwa.
-
Material vulkanis yang terbawa aliran air hujan.
-
Dampak yang Terjadi
- Jalur sungai tersumbat oleh pasir dan batuan.
- Warga terpaksa mengungsi sementara waktu.
-
Infrastruktur jembatan dan saluran irigasi rusak.
-
Upaya Penanganan
- BPBD bersama pihak TNI dan polisi turun ke lapangan.
- Bantuan logistik dan medis disiapkan untuk para pengungsi.
- Pemantauan terus dilakukan untuk memastikan keamanan warga.

Sementara itu, Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah memperingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi erupsi atau aliran lahar dingin dari Gunung Kelud. Meskipun saat ini aktivitas gunung masih berada pada level Siaga, namun peningkatan intensitas erupsi dapat terjadi kapan saja.
“Kami merekomendasikan agar masyarakat tidak melakukan aktivitas di daerah rawan bencana seperti dekat alur sungai dan lereng gunung. Jika ada tanda-tanda ancaman, segera lakukan evakuasi,” kata Kepala PVMBG dalam pernyataannya.
Peristiwa banjir pasir di Sungai Bladak menjadi pengingat penting tentang risiko bencana alam yang bisa terjadi kapan saja. Masyarakat di sekitar Gunung Kelud harus selalu siap dengan rencana darurat dan mematuhi protokol keamanan yang diberlakukan oleh instansi terkait.
Selain itu, pemerintah daerah juga diminta untuk lebih aktif dalam melakukan mitigasi bencana, seperti pembuatan tanggul penahan aliran lahar dan penyediaan tempat pengungsian yang aman. Hal ini penting untuk menjaga keselamatan jiwa dan kestabilan ekonomi masyarakat sekitar.
Kepala Desa Ngancar, Suryadi, menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu warga dalam menghadapi bencana ini. “Kami sangat berterima kasih kepada BPBD, TNI, dan relawan yang telah memberikan bantuan. Semoga semuanya bisa pulih dan kembali normal.”
Peristiwa banjir pasir di Sungai Bladak, Kecamatan Ngancar, pada 6 Desember 2025, menjadi peringatan nyata akan bahaya bencana alam yang bisa terjadi akibat aktivitas gunung berapi. Dengan kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga mitigasi bencana, harapan besar dapat diwujudkan untuk mengurangi risiko dan dampak bencana di masa depan.





