, MAKASSAR –Makassar Half Marathon (MHM), event lari terbesar di ibukota Provinsi Sulawesi Selatan bakal jadi magnet bagi pelari tanah air dan mancanegaralok
MHM 2026 kembali menegaskan posisinya sebagai ajang lari berskala nasional yang terbuka bagi seluruh pelari dari berbagai daerah di Indonesia.
Tahun ini, penyelenggara menggalakkan kampanye Makassar sebagai kota ramah pelari dan destinasi sport tourism unggulan.
Co Founder Makassar Half Marathon, Arief Rachman Nur, mengatakan antusiasme peserta terus meningkat seiring konsistensi penyelenggaraan dan peningkatan kualitas event dari tahun ke tahun.
“Tahun ini kita cukup menggalakkan kampanye bahwa Makassar adalah kota sebagai tempat semua pelari dari seluruh Indonesia. Alhamdulillah, terima kasih atas respons positif dari teman-teman pelari,” ujar Arief dalam Konferensi Pers MHM 2026 di Mal Ratu Indah, Jl Dr Ratulangi, Minggu (11/1/2026).
Ia mengungkapkan, pada pelaksanaan MHM tahun lalu, panitia telah berupaya maksimal untuk memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh peserta. Upaya tersebut bahkan disebut melampaui target yang ditetapkan.
Menurut Arief, MHM 2026 akan menghadirkan berbagai inovasi baru, baik dari sisi konsep lomba, pengalaman peserta, hingga pengelolaan event secara keseluruhan.
Inovasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan pelari sekaligus memperkuat daya tarik Makassar sebagai tuan rumah event olahraga berskala besar.
“Banyak inovasi-inovasi baru yang akan lahir di MHM tahun 2026. Ini menjadi komitmen kami agar MHM terus berkembang dan menjadi kebanggaan bersama,” katanya.
Arief juga menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh Pemerintah Kota Makassar dalam menyukseskan ajang ini.
Ia berharap kolaborasi antara panitia, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dapat memastikan pelaksanaan MHM berjalan lancar.
“Semoga MHM tahun ini bisa berjalan dengan lancar berkat dukungan dari Bapak Wali Kota tercinta kita, Pemkot Makassar, serta Dinas Pemuda dan Olahraga,” tutup Arief.
Makassar Half Marathon selama ini dikenal sebagai salah satu event lari terbesar di Sulawesi Selatan, yang tidak hanya mendorong gaya hidup sehat, tetapi juga memberi dampak positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi lokal
5.500 Tiket Terjual Jam Pertama Pendaftaran
Antusiasme pelari terhadap Makassar Marathon 2026 kembali menunjukkan tren positif.
Race Director MHM, Safrita Aryana membeberkan, dalam satu jam pertama pembukaan pendaftaran, jumlah pendaftar mencapai 5.500 orang.
“Dalam satu jam pertama itu langsung 5500 pendaftar,” kata Safrita.
Ia menjelaskan, lonjakan pendaftaran ini mencerminkan semakin kuatnya posisi Makassar Marathon sebagai ajang lari bergengsi di kawasan Indonesia Timur.
Safrita sendiri mengaku telah terlibat sejak tahun 2022, sehingga tahun 2026 menjadi tahun kelimanya bersama Makassar Marathon.
Safrita menyebut, Makassar Marathon saat ini merupakan satu-satunya race di Indonesia Timur yang sudah tersertifikasi dari sisi race course.
Ke depan, jika proses peningkatan kualitas terus dilakukan secara konsisten, Makassar Marathon berpeluang naik status menjadi sanctioned race, hingga mengajukan pengakuan dari World Athletics.
“Menurut saya, lebih baik kita upgrade secara perlahan tapi pasti, dibandingkan terburu-buru namun justru menyulitkan di lapangan,” tegasnya.
Makassar Marathon 2026 akan digelar selama dua hari, Sabtu dan Minggu, 30-31 Mei 2026.
Seluruh kegiatan akan dipusatkan di Anjungan Pantai Losari, Jalan Somba Opu, Makassar, dan digelar setelah Idul Adha.
“Titik lokasi tetap, tidak berubah. Mudah-mudahan berkah Idul Adha menyertai kita semua dan seluruh rangkaian berjalan lancar,” ucap Safrita.
Untuk kategori lomba, Makassar Marathon 2026 menghadirkan format yang lebih spesial, yakni hanya mempertandingkan kategori marathon dan 10K.
Meski ada cita-cita menjadikan event ini full marathon, Safrita menilai hal tersebut masih perlu dipertimbangkan secara bijak.
Selain itu, panitia juga menambah kategori kids race sebagai bagian dari mini race, yang akan digelar pada Jumat sore, bersamaan dengan kategori 5K.
Jika melihat perjalanan sejak 2022, jumlah peserta Makassar Marathon terus meningkat signifikan.
Pada 2022 tercatat 3.500 peserta, lalu naik menjadi 5.000 peserta pada 2023, dan 7.000 peserta pada 2024.
“Saat kuota dinaikkan menjadi 10.000 peserta, tiket bahkan habis hanya dalam waktu tiga hari,” paparnya.
Dari sisi demografi, Safrita menyebut peserta masih didominasi laki-laki, meski partisipasi perempuan terus meningkat.
Pada 2022, peserta perempuan berada di angka 32 persen, lalu naik menjadi 34 persen.
“Ini menunjukkan meningkatnya kesadaran perempuan terhadap gaya hidup sehat. Harapannya di 2026 persentase ini kembali meningkat,” katanya.
Peserta juga didominasi oleh generasi milenial, disusul generasi X, Y, Z, hingga baby boomers.
Mayoritas peserta berasal dari Indonesia, khususnya wilayah Sulawesi dan sekitarnya, meski minat dari pelari internasional selalu muncul setiap pembukaan pendaftaran.
Sementara Founder MHM Ki Harry memaparkan, dari sisi inovasi, Makassar Marathon kembali menghadirkan triple medal, dengan lebih dari 400 peserta saat ini berpeluang meraihnya.
Selain itu, terdapat kategori pelajar usia 15-18 tahun khusus untuk nomor 10K.
Aspek inklusivitas juga menjadi perhatian, melalui rencana kolaborasi dengan National Paralympic Committee (NPC) untuk melibatkan pelari disabilitas, serta keterlibatan senior citizen dalam rangkaian kegiatan.
Tak hanya dari sisi olahraga, Makassar Marathon juga memberi dampak ekonomi signifikan.
Berdasarkan pengukuran sementara, kehadiran sekitar 10.000 pelari ditambah 1.000 relawan, dengan rata-rata pengeluaran Rp3 juta per orang, diperkirakan menghasilkan dampak ekonomi hingga Rp21 miliar.
“Dampaknya dirasakan langsung oleh kota Makassar, mulai dari penginapan, konsumsi, transportasi, hingga oleh-oleh,” katanya.
Infrastruktur Makassar Harus Siap Sambut Pelari
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan komitmen penuh Pemerintah Kota Makassar dalam menyukseskan pelaksanaan Makassar Half Marathon (MHM).
Menurut Munafri, tanggung jawab pemerintah daerah adalah memastikan kesiapan infrastruktur dan layanan pendukung lomba.
Mulai dari kondisi jalan, pencahayaan di waktu subuh, pengamanan lintasan, hingga kesiapan petugas kesehatan yang mendampingi pelari sepanjang race.
“Bagaimana menyiapkan jalanan yang mulus, lampu yang terang di subuh hari, mengamankan jalur lari, menyiapkan personel, dan tentu petugas kesehatan. Ini tanggung jawab kami,” jelasnya.
Tak hanya fokus pada race, Munafri menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menyambut ribuan peserta dan tamu yang datang ke Makassar.
Ia berharap warga menunjukkan sikap ramah dan hospitality yang baik agar para pelari merasa nyaman dan ingin kembali berkunjung.
Ia menilai kehadiran ribuan peserta MHM akan memberikan dampak ekonomi signifikan, khususnya bagi UMKM, rumah makan khas Makassar, warkop, hingga sektor perhotelan. Bahkan, ia meyakini hotel-hotel di sekitar Pantai Losari akan penuh selama event berlangsung.
“Penjual pallubasa, coto, warkop pasti antre. Hotel-hotel di sekitar Pantai Losari saya yakin sudah full booked. Ini efek domino yang kita harapkan bisa dirasakan masyarakat,” kata Munafri. (*)





