Di balik lelang maguro Rp50 miliar, pengamat: Harga wajar maksimal Rp480 jutaan, sisanya gengsi

Ringkasan Berita:

  • Harga maguro pada lelang awal tahun di Toyosu Market, Tokyo, dinilai tak masuk akal setelah tuna asal Ōma terjual 510,3 juta yen atau lebih dari Rp50 miliar. 
  • Pengamat menilai harga wajar ikan seberat 243 kilogram itu seharusnya hanya sekitar 3–4,5 juta yen. 
  • Lonjakan ekstrem dipicu perang gengsi dua raksasa sushi Jepang, Sushi Zanmai dan Onodera Group.

Laporan Koresponden , Richard Susilo dari Jepang

, TOKYO–  Harga pelelangan ikan tuna (maguro) pagi ini benar-benar tidak masuk akal. Luar biasa tinggi, tertinggi sejak 1999 dengan nilai lebih dari Rp.50 miliar per ikan saat pelelangan hari pertama tahun baru 2026 gara-gara gengsi dua pengusaha sushi Jepang.

 Lelang awal tahun atau 初競り (hatsuri) di Toyosu Market kembali memecahkan rekor.

Seekor kuro-maguro (bluefin tuna) asal Ōma berbobot 243 kilogram terjual dengan harga 510,3 juta yen pada Senin (5/1/2026) dini hari.

Namun, di balik angka fantastis tersebut, muncul penilaian tajam dari pengamat industri perikanan Jepang. 

Menurut mereka, harga tersebut jauh dari nilai wajar maguro di pasar.

“Untuk maguro 200 kilograman, harga normalnya sekitar 10 ribu yen per kilogram. Artinya nilai wajarnya sekitar 3 juta yen, atau paling mahal 4,5 juta yen (Rp481 juta). Tetapi ini dibeli 5 miliar yen. Ini sudah jelas bukan soal harga ikan,” ujar seorang komentator perikanan dalam siaran televisi Jepang, Shinichiro Azumi (52) Senin (5/1/2026).

Ia menilai, selama satu dekade terakhir, dua raksasa industri sushi—Sushi Zanmai dan Onodera Group—saling dorong gengsi sampai tak bisa mundur, sehingga harga melonjak ekstrem.

Rekor Tertinggi Sejak 1999

Pemerintah Metropolitan Tokyo menyatakan, nilai 510,3 juta yen ini merupakan harga lelang tertinggi sejak pencatatan dimulai pada 1999. Rekor tersebut jauh melampaui lelang awal tahun 2019—tahun pertama Toyosu menggantikan Tsukiji—yang saat itu mencapai 333,6 juta yen.

Pemenang lelang adalah Kiyomura, operator jaringan Sushi Zanmai. Presiden Kiyomura, Kiyoshi Kimura, menegaskan bahwa pembelian tersebut bukan semata bisnis.

“Maguro pertama adalah pembawa keberuntungan. Saya ingin sebanyak mungkin orang memakannya dan menjadi lebih bersemangat,” ujarnya.

Kimura juga menyatakan, tuna bernilai setengah miliar yen itu akan dibedah di gerai utama Tsukiji dan disajikan di seluruh jaringan Sushi Zanmai dengan harga normal, tanpa menaikkan harga bagi konsumen.

Harga Wajar vs Harga Simbolik

Pelaku pasar menegaskan, lelang hatsuri bersifat simbolik dan promosi, bukan cerminan harga pasar harian. Dalam kondisi normal, harga maguro—even kualitas premium—tidak pernah mendekati ratusan juta yen per ekor.

Riwayat Harga Fantastis Lelang Awal Tahun

Berikut rekor harga maguro pada lelang awal tahun di Tsukiji–Toyosu:

2013: 155,4 juta yen (222 kg, Ōma) – Kiyomura

2014: 7,36 juta yen (180,4 kg, Ōma) – Kiyomura

2015: 4,51 juta yen (180,4 kg, Ōma) – Kiyomura

2016: 14 juta yen (200 kg, Ōma) – Kiyomura

2017: 74,2 juta yen (212 kg, Ōma) – Kiyomura

2018: 36,45 juta yen (405 kg, Ōma) – Yamayuki & Onodera Group

2019: 333,6 juta yen (278 kg, Ōma) – Kiyomura

2020: 193,2 juta yen (276 kg, Ōma) – Kiyomura

2021: 20,84 juta yen (208,4 kg, Ōma) – Yamayuki & Onodera Group

2022: 16,88 juta yen (211 kg, Ōma) – Yamayuki & Onodera Group

2023: 36,04 juta yen (221 kg, Ōma) – Yamayuki & Onodera Group

2024: 114,24 juta yen (238 kg, Ōma) – Yamayuki & Onodera Group

2025: 207 juta yen (278 kg, Ōma) – Yamayuki & Onodera Group

2026: 510,3 juta yen (243 kg, Ōma) – Kiyomura

Ikon Budaya, Bukan Sekadar Ikan

Meski dinilai “tak masuk akal” secara ekonomi, lelang maguro awal tahun ini tetap dipertahankan sebagai ikon budaya Jepang—simbol keberuntungan, optimisme, dan kekuatan merek.

“Harga setengah miliar yen itu, bagi Jepang, bukan hanya tentang ikan tuna, melainkan tentang gengsi, tradisi, dan panggung promosi terbesar industri sushi dunia,” papar Azumi lagi.

Diskusi  perikanan di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *