Ringkasan Berita:
- Terkuak dosen Unima yang diduga melecehkan mahasiswi hingga depresi sebelum tewas.
- Oknum dosen tersebut berinisial DM alias Danny A Masinambow.
- Terbongkarnya kelakuan oknum dosen dari surat tulisan tangan mahasiswi tersebut.
- Tabiat dosen terbongkar setelah mahasiswi ini ditemukan tewas tak wajar di kamar kosnya.
, Sulawesi Utara – Terungkap dosen Universitas Negeri Manado ( UNIMA) yang diduga melecehkan mahasiswi hingga depresi sebelum ditemukan tewas tak wajar di kamar kos.
Oknum dosen Unima yang diduga melecehkan mahasiswi tersebut diketahui berinisial DM alias Danny A Masinambow.
Korban pelecehan adalah Evia Maria Mangolo (21), mahasiswi Fakultas Ilmu Pendidikan Psikologi (FIPP) UNIMA Tondano Minahasa.
Ia ditemukan tak bernyawa dalam kamar kos kawasan Kaaten, Kota Tomohon, Sulawesi Utara pada Selasa (10/12/2025).
Awalnya Evia diduga mengalami depresi lalu mengakhiri hidup.
Kapolsek Tomohon Tengah Iptu Stenly Tawalujan mengatakan dari hasil pemeriksaan sementara tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh Evia.
“Tidak ditemukan tanda kekerasan,” kaat Stenly dikutip dari TribunnewsBogor.com.
Ia mengatakan polisi tidak bisa melakukan otopsi karena pihak keluarga menolak. Namun begitu keluarga justru menemukan kejanggalan.
Tante Evia, Ketsia mengatakan terdapat banyak luka lebam di bagian kakinya. “Saat itulah (diketahui) ada tanda biru, serta tanda seperti luka,” katanya.
Oleh karenanya keluarga sepakat untuk melakukan otopsi.
“Lantas diputuskan untuk dilakukan otopsi,” katanya.
Ditambah lagi ditemukan pula surat tulisan tangan Evia Maria Mangolo. Dalam surat, ia menulis kronologi dugaan pelecehan yang dilakukan dosen, Danny A Masinambow.
Kejadian terjadi pada 12 Desember 2025, Danny mengirim chat ke Evia menanyakan soal urut atau pijat.
“Beliau bertanya kepada saya kalau saya bisa urut ke dia, saya jawab, ‘Maria tidak tau ba urut’. Mner bilang mener capek sekali, dalam pikiran saya itu bukan hak saya untuk melayani dia seperti itu,” tulisnya.
Sebelumnya sudah ada percakapan di chat tentang hal serupa. Dua teman Evia sudah melarangnya untuk menemui Danny.
“Tapi Danny sudah mengalihkan pembicaraan menyangkut rekapan nilai yang sebenarnya sudah saya selesaikan. Tapi karena saya pikir ada yang akan diubah, saya berpikir untuk pergi ke Danny di depan parkir mobil kampus,” katanya.
Pukul 14.20 Evia mengirimkan live location ke grup yang berisikan temannya. Sesampainya di lokasi, Evia Maria Mangolo langsung disuruh masuk ke dalam mobil.
“Saya pun naik dan saya bertanya kepada beliau bahwa saya ke sini mau ngapai ada yang mau diubah nilainya ? Terus beliau hanya bilang mner capek sekali,” katanya.
Evia meminta teman-temannya untuk terus memantau. Lama kelamaan, Danny menurunkan posisi tempat duduk menjadi berbaring.
Di situlah ia mulai memaksa Evia untuk memijat tubuhnya. Bahkan Danny lancang menarik pipi Evia untuk mencium.
“Tiba-tiba beliau sudah menarik pipi untuk diciumnya. Posisi tangan kiri saya pakai untuk menutup mulut saya dan tangan kanan saya mendorong mner,” katanya.
Sayangnya bukti chat di tanggal tersebut sudah hilang. “Karena chatnya pakai batas waktu,” katanya.
Atas tindakan dosen UNIMA Danny A Masinambow, Evia Maria Mangolo mengalami trauma mendalam.
“Trauma dan ketakutan. Saya takut bila bertemu maer Danny. Saya malu jika ada mahasiswa yang melihat saya naik di mobilnya akan jadi pembicaraan. Saya tertekan dengan masalah tersebut,” katanya.
Kepala Humas Unima Titof Tulaka mengatakan Danny sudah diperiksaan kampus dan kepolisian.
“Sudah diperiksa. Oknum tersebut langsung menuju ke polisi untuk pemeriksaan,” katanya.
Kapolsek Tomohon Tengah Iptu Stenly Tawalujan mengatakan justru mengatakan tidak memeriksa dosen Danny. “Laporan tidak masuk ke kami. Dia diperiksa ke Polda Sulut,” katanya.(*)
Berita Selanjutnya Terbongkar dari Rekaman CCTV Kelakuan Aneh Pria Curi Pakaian Dalam setiap Malam Jumat





