Ledakan pipa gas PT TGI di Indragiri Hilir, perusahaan minta maaf dan janji tanggung jawab penuh

SEPUTAR CIBUBUR – PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) menyampaikan permohonan maaf sekaligus menyatakan kesiapan bertanggung jawab atas insiden ledakan pipa gas yang memicu kebakaran di Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau.

Peristiwa tersebut berdampak langsung pada kawasan permukiman warga. Berdasarkan data Polres Inhil, total 10 warga mengalami luka-luka, sementara tiga unit rumah serta 10 kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, dilaporkan hangus terbakar.

Corporate Secretary PT TGI, Emil Ismail, mengatakan perusahaan menyesalkan kejadian tersebut dan memastikan keselamatan masyarakat menjadi perhatian utama.

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Kami berkomitmen penuh untuk memastikan keselamatan semua pihak. Kami juga terus memantau tekanan jaringan dan menyiagakan tim untuk memastikan kondisi tetap aman,” ungkap Emil Ismail dikutip Sabtu, 3 Januari 2025.

Emil menjelaskan, TGI saat ini tengah melakukan pemulihan jaringan pascakejadian kebocoran pipa gas.

Setelah seluruh section valve terdekat ditutup pada Jumat malam, api di sekitar titik pipa yang terdampak berhasil dipadamkan sepenuhnya pada Sabtu sekitar pukul 05.35 WIB.

“Kami menegaskan, prioritas utama perusahaan adalah memastikan pengamanan lokasi dan keselamatan masyarakat serta melakukan pemulihan operasional secepatnya. Seluruh tahapan penanganan dilakukan mengikuti standar HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) oleh personel yang kompeten,” kata Emil.

Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, tercatat delapan warga mengalami luka bakar ringan dan telah memperoleh penanganan medis sebelum kembali ke rumah masing-masing.

“Beberapa aset milik warga sekitar yang terdampak, TGI berkomitmen untuk bertanggung-jawab penuh atas semua dampak yang ditimbulkan,” ujar Emil.

Saat ini, perusahaan memfokuskan upaya pada perbaikan pipa gas yang diperkirakan akan memakan waktu hingga lima hari.

Selain itu, pemantauan tekanan gas terus dilakukan terhadap pihak shipper dan buyer di jalur Grissik–Duri.

“Kami juga terus meminimalkan dampak lingkungan dan berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait,” kata Emil.

Sebelumnya diberitakan, ledakan terjadi pada pipa gas di Dusun Nibul, Desa Batu Ampar pada Jumat, 2 Januari 2025 sore.

Insiden tersebut memicu kobaran api besar yang membuat warga sekitar panik, sekaligus berdampak pada permukiman dan arus lalu lintas di jalur lintas timur Sumatera.

Pihak kepolisian memastikan pipa gas yang mengalami kebocoran tersebut merupakan milik PT Transportasi Gas Indonesia.

Kepala Bidang Humas Polda Riau, Kombes Anom Karibianto, membenarkan kejadian itu.

“Pipa gas mengalami kebocoran sehingga menimbulkan ledakan dan kebakaran,” kata Anom.

Menurut Anom, peristiwa bermula sekitar pukul 16.00 WIB ketika warga mendengar suara ledakan yang diduga berasal dari pipa gas tanam milik PT TGI.

Tak lama berselang, semburan api terlihat membubung dari lokasi pipa dan memicu kebakaran hebat.

“Semburan api diperkirakan mencapai 15 meter. Saat ini api masih terlihat menyala dan gas terus menyembur keluar,” kata Anom.

Petugas dari Polsek Kemuning dan Polres Inhil segera turun ke lokasi untuk melakukan pengamanan serta langkah antisipasi. Masyarakat juga diminta menjauhi area kejadian demi menghindari risiko bahaya.

“Menurut keterangan petugas yang berwenang, penyekatan arus gas telah dilakukan penutupan atau penyekatan. Minimal 3 jam mudah-mudahan sudah padam. Dimohon kepada masyarakat agar bersabar,” ujar Anom.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *