KORAN – PIKIRAN RAKYAT – Kabar yang sebenarnya tak terlalu mengejutkan datang dari Stadion Stamford Bridge pada hari pertama tahun 2026. Chelsea secara resmi mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) Enzo Maresca, manajer yang seharusnya baru mengakhiri kontrak pada 2029. PHK diumumkan di tengah persiapan Chelsea menghadapi big match kontra Manchester City di Stadion Etihad, Senin 5 Januari 2026 dini hari.
“Enzo dan klub meyakini bahwa perubahan adalah langkah terbaik untuk menjaga peluang tim di empat kompetisi berbeda, termasuk ambisi kembali ke Liga Champions,” demikian pernyataan resmi klub dikutip dari BBC.
Kendati Chelsea gagal menang – sekali kalah dan dua kali imbang – dalam tiga pertandingan terakhirnya, pemecatan Maresca tak seluruhnya terkait dengan performa tim, Sejauh ini, Chelsea yang berada di peringkat kelima klasemen masih on the track di jalur perburuan tiket Liga Champions musim depan seperti ditargetkan klub. Apalagi, Maresca juga berhasil mengantarkan Chelsea mengangkat trofi Piala Dunia Antarklub 2025 di Amerika Serikat, enam bulan lalu.
Persoalan sesungguhnya bersumber dari memburuknya hubungan Maresca dengan manajemen klub. Friksi menguat setelah Maresca secara terbuka menyebut situasi internal sebagai “48 jam terburuk” dalam kariernya seusai kemenangan 2-0 atas Everton di Stadion Stamford Bridge, 13 Desember 2025. Ketika itu, Maresca menyinggung soal campur tangan manajemen dalam urusan teknis yang menjadi kewenangannya. Sedangkan klub menuding Maresca melanggar disiplin dengan agenda pribadi tanpa izin.
Dengan demikian, Maresca sudah tidak akan berada lagi di bench saat Chelsea menghadapi klub yang disebut-sebut bakal menjadi pelabuhan berikutnya jika pelatih Pep Guardiola meninggalkan City akhir musim depan.
Meskipun nama pelatih kepala Strasbourg, Liam Rosenior sudah mencuat sebagai calon penggantinya, sejauh ini Chelsea belum mengumumkan secara resmi pelatih yang akan mendampingi tim saat menghadapi City.
Namun, menurut laporan Sky Sports, Resenior berada di posisi teratas dalam daftar calon pengganti Maresca. Rosenior kini tengah menjabat sebagai pelatih Strasbourg di Liga Prancis, klub adik Chelsea yang sama-sama berada di bawah kepemilikan BlueCo.
Rosenior merupakan salah satu pelatih muda Inggris yang namanya terus mencuat dalam beberapa tahun terakhir. Lahir di London pada 9 Juli 1984, ia dikenal sebagai figur pelatih modern dengan latar belakang pengalaman panjang sebagai pemain profesional di sepak bola Inggris.
Rodri kembali
Dari kubu tuan rumah, City gagal membuka tahun 2026 dengan kemenangan setelah hanya mampu bermain imbang tanpa gol di kandang Sunderland, Jumat (2/1/2026) dini hari. Tambahan satu angka membuat City yang mengumpulkan nilai 41, tertinggal empat poin dari Arsenal yang berada di puncak klasemen dan hanya unggul dua angka dari Aston Villa.
Kendati kecewa berat dengan hasil imbang tersebut, Guardiola sedikit terhibur dengan kembalinya Rodri. Gelandang asal Spanyol tersebut masuk menggantikan Nico Gonzalez di awal babak kedua.
Meskipun City tetap buntu hingga pertandingan berakhir, kehadiran peraih Ballon d’Or 2024 itu bikin permainan The Citizens lebih hidup. Umpan-umpan Rodri memanjakan barisan depan City, satu di antaranya nyaris berujung gol andai bisa dimaksimalkan Josko Gvardiol di depan gawang Sunderland.
Sofascore mencatat, Rodri langsung bikin 58 operan sepanjang 45 menit, 52 di antaranya sukses. Dua di antaranya juga operan kunci yang nyaris berujung gol. Bagi Rodri, itu menjadi penampilan keenamnya musim ini di Liga Inggris. Sebelumnya ia sempat diganggu cedera pada September dan November lalu, yang bikin ia absen di 13 pertandingan.
“Dia [Rodri] mengubah permainan. Dia membuktikan dalam 45 menit bahwa dia adalah yang terbaik di posisinya. Sepak bola tentang para pemain, dalam proses membangun serangan kami kesulitan, tapi dengan Rodri kami lebih bisa mengurangi kesulitan,” kata Guardiola seperti dikutip ESPN.
Pada saat menjamu Chelsea, bukan tidak mungkin Guardiola bakal memasang Rodri sebagai starter. Apalagi, City wajib menang dari Chelsea jika ingin terus menempel Arsenal di puncak klasemen sementara.
“Dia memecah barisan lawan, kami bergerak lebih baik, dan selama satu setengah tahun tanpa dia, kami merindukannya. Semoga dia bisa tetap fit karena dia membuat tim kami lebih baik,” kata dia. (Endan Suhendra)***





