KediriNews.com – Geger! Penemuan Peti Berisi Koin Kuno Zaman Belanda di Kebun Warga Kediri

0
ini-penampakan-seratusan-koin-kuno-zaman-belanda-di-bandung-2_169.jpeg

Sebuah penemuan mengejutkan terjadi di Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri. Seorang warga setempat mengungkap ditemukannya peti berisi koin kuno yang diduga berasal dari masa penjajahan Belanda. Kejadian ini memicu heboh di kalangan masyarakat dan para ahli sejarah.

Penemuan tersebut dilakukan oleh seorang warga bernama Yoni. Saat itu, ia sedang melakukan penggalian tanah untuk membangun rumah kerabatnya. Tidak disangka, di samping area tanah tersebut ada sebuah makam tua. Dalam makam tersebut ditemukan kerangka manusia dan 10 koin kuno yang berada persis dekat rahang tengkorak.

Menurut Yoni, penemuan ini telah terjadi sejak tahun 2016 lalu, namun baru kali ini dirinya menceritakan kejadian tersebut. Ia menyebutkan bahwa kerangka manusia memiliki ciri-ciri unik, seperti bagian kepala yang lebih besar dari dua kepala orang dewasa serta ukuran tulang kaki (tulang betis) sepanjang satu meter lebih. Sayangnya, ia tidak sempat memotret tengkorak tersebut karena saudaranya langsung memindahkan kerangka tersebut ke lokasi lain dan dikuburkan lagi.

Sementara pada koin-koin tersebut terdapat angka tahun 1790, 1816, 1821, 1826, 1838, 1839, dengan lambang dua singa dan mahkota. Beberapa di antaranya bertulis VOC, Nederl Indie, dan Indiae Batav. Salah satu koin yang tidak sempat didokumentasikan bertulis VOC tahun 1600-an, menurut Yoni bahwa dua angka dibelakang 16 sudah tidak jelas lagi. Saat ini, koin-koin tersebut disimpan oleh kerabatnya.

Koin kuno zaman belanda dalam peti di kebun warga kediri

Salah satu pakar sejarah Maluku, Wim Manuhutu, saat diminta pendapatnya via messenger, mengatakan bahwa dengan keberadaan koin tersebut kemungkinan besar ada perdagangan yang dilakukan saat itu. Akan tetapi, harus menggali informasi pada sumber-sumber lain seperti tulisan VOC atau pemerintah Belanda. Bahkan dia menyarankan untuk mengkomunikasikan dengan Pihak Arkeologi. Karena cap VOC yang baru didirikan tahun 1602. Hal ini menjadi sesuatu yang menarik untuk dikaji lagi, sebab masa peperangan dengan VOC Belanda di Benteng Kapahaha yang tak jauh dari Negeri Morella telah berakhir pada tahun 1646. Sementara koin-koin tersebut memberi keterangan tahun 1790, 1816, 1821, 1826, 1838 dan tahun 1839.

Temuan benda-benda kuno seperti koin tersebut bukan hal baru lagi, sebelumnya warga Morella sudah menemukan piring kuno, senjata kuno dan peluruh sisa meriam. Benda-benda tersebut diperkirakan sudah berusia 2 sampai 3 abad lamanya.

Peti koin kuno zaman belanda di kebun warga kediri

Selain koin-koin tersebut, di Negeri Morella sendiri masih ada Al-qur’an tua (tahun 1600-an) yang disimpang oleh beberapa marga, peninggalan Kapitan Telukabessy pun bahkan masih disimpan oleh ahli warisnya.

Penemuan koin kuno di Kebun Warga Kediri ini membuka kembali perhatian terhadap sejarah penjajahan Belanda di wilayah Jawa Timur. Para ahli sejarah berharap temuan ini bisa menjadi bahan kajian lebih lanjut dan membantu memahami perjalanan sejarah daerah tersebut.

Hingga saat ini, belum ada penjelasan final apapun dari pihak-pihak terkait, tentang temuan kerangka, serta koin-koin tersebut yang diperkirakan sudah berumur 2 abad itu. Namun, penemuan ini tentu akan menjadi salah satu bukti penting dalam memahami sejarah lokal yang masih tersembunyi di balik tanah dan alam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *