Universitas Kadiri (Unika) kembali menunjukkan eksistensinya dalam mendukung pengembangan kewirausahaan di kalangan mahasiswa. Dalam sebuah acara pameran produk wirausaha yang digelar baru-baru ini, Unika memperkenalkan sebanyak 60 produk yang dikembangkan oleh para mahasiswa dan lulusannya. Tidak hanya itu, beberapa dari produk tersebut bahkan telah mampu mencatatkan omzet hingga jutaan rupiah.
Acara ini menjadi momen penting bagi Unika untuk menunjukkan komitmennya dalam menciptakan ekosistem kewirausahaan yang berkelanjutan. Selain sebagai bentuk promosi, acara ini juga menjadi ajang pembelajaran bagi mahasiswa lainnya untuk menggali ide-ide inovatif dan membangun bisnis yang bisa bertahan di tengah persaingan pasar.
Dari 60 produk yang dipamerkan, terdapat berbagai jenis barang dan jasa yang menarik perhatian, mulai dari produk makanan olahan, kerajinan tangan, teknologi sederhana, hingga layanan digital. Salah satu produk yang mendapat perhatian adalah produk minuman kesehatan herbal yang dikembangkan oleh mahasiswa jurusan Biologi. Produk ini sudah memiliki pelanggan tetap dan menjual ratusan botol per bulan.
“Omzet kami saat ini mencapai Rp 5 juta per bulan,” ujar salah satu pengembang produk tersebut. “Awalnya hanya sekadar coba-coba, tapi ternyata banyak orang tertarik dengan produk kami.”

Selain itu, ada juga produk pertanian organik yang dikembangkan oleh mahasiswa Fakultas Pertanian. Produk ini menggunakan metode budidaya ramah lingkungan dan sudah dijual ke pasar lokal serta online. Omzet yang diraih dari produk ini pun tidak kalah besar, mencapai Rp 3 juta per bulan.
Tidak hanya fokus pada omzet, Unika juga memberikan dukungan berupa pelatihan kewirausahaan, bimbingan teknis, dan akses modal usaha kepada para mahasiswa. Hal ini dilakukan agar para mahasiswa dapat membangun bisnis yang berkelanjutan dan mandiri.

Menurut Rektor Universitas Kadiri, acara pameran ini merupakan bagian dari strategi kampus dalam meningkatkan kualitas lulusan. “Kami ingin lulusan kami tidak hanya memiliki ijazah, tapi juga kemampuan untuk berkarya dan berwirausaha,” kata Rektor.
Dengan adanya acara seperti ini, diharapkan semakin banyak mahasiswa yang tertarik untuk membangun bisnis sendiri. Selain itu, acara ini juga menjadi ajang kolaborasi antara kampus dan masyarakat untuk saling mendukung pengembangan ekonomi lokal.
Tidak hanya itu, acara ini juga menjadi bukti bahwa kewirausahaan tidak hanya dimiliki oleh orang dewasa, tetapi juga bisa dilakukan oleh mahasiswa dengan kreativitas dan ketekunan. Dengan dukungan yang tepat, para mahasiswa bisa menjadi agen perubahan dalam perekonomian daerah.





