Kasus kejahatan dengan modus ganjal kartu di mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) kembali terjadi. Kali ini, aksi sindikat tersebut berlangsung di sebuah minimarket di Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Kejadian ini menunjukkan bahwa modus kejahatan ini masih marak dan memerlukan kewaspadaan ekstra dari masyarakat.
Dalam laporan terbaru, seorang pemuda berinisial FA (24) warga Desa Kencong, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri diamankan oleh aparat kepolisian setelah diduga menguras saldo rekening milik pemilik toko. Peristiwa ini terjadi di sebuah toko di Desa Doko, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, pada Sabtu (22/11/2025). Korban dalam kasus ini adalah MA (56), pemilik toko yang tinggal di Desa Sukorejo.

Menurut Kapolsek Ngasem Ipda Heri Priyadi, saat kejadian, toko dijaga oleh suaminya DW yang pertama kali menyadari kartu ATM BRI milik istrinya hilang. Setelah memeriksa rekaman CCTV toko, DW semakin curiga dan langsung menghubungi istrinya. Setelah dicek melalui aplikasi BRI Mobile, ditemukan bahwa saldo rekening yang semula Rp 73 juta mendadak berkurang menjadi Rp 43.526.000.
Kejadian ini memicu pemeriksaan lebih lanjut, dan akhirnya ditemukan tujuh transaksi mencurigakan dalam waktu kurang dari 20 menit. Transaksi itu meliputi penarikan tunai di sejumlah ATM di Kediri dan satu transaksi pembayaran melalui EDC untuk pembelian iPhone 15 senilai Rp 11.124.000.

Heri menjelaskan bahwa korban kemudian memindahkan sisa dana ke rekening pribadinya untuk mencegah kerugian lebih besar. Setelah memastikan kehilangan tersebut, korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Ngasem.
Modus kejahatan ganjal ATM tidak hanya terjadi di Yogyakarta, tetapi juga di berbagai daerah lain di Indonesia. Seperti yang dilaporkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kegiatan skimming pertama kali teridentifikasi pada tahun 2009 di Woodland Hills, California, dengan cara menggunakan alat yang ditempelkan pada mulut mesin ATM.
Beberapa teknik skimming yang umum digunakan antara lain:
- Menggunakan card reader
- Pemasangan kamera tersembunyi
- Mulut ATM palsu
- Lapisan tambahan di tombol PIN ATM
Untuk melindungi diri dari kejahatan ini, masyarakat disarankan untuk:
- Memeriksa mulut ATM sebelum memasukkan kartu
- Mengamati lingkungan sekitar saat menggunakan ATM
- Memperhatikan seluruh bagian mesin ATM
- Ganti PIN ATM secara berkala
- Gunakan ATM di dekat kantor cabang atau dilindungi petugas keamanan
- Ganti Kartu ATM menjadi Kartu Chip
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Yogyakarta Komisaris Riski Adrian mengimbau warga untuk berhati-hati saat menggunakan ATM. Komplotan seperti ini mengincar ATM yang berdiri terpisah atau bukan menjadi bagian kantor bank dan kondisinya sepi. “Mereka biasanya sudah mempelajari lokasi ATM yang akan dijadikan target,” ucapnya.
Langkah selanjutnya adalah menolak segala bentuk bantuan yang ditawarkan oleh siapa pun dalam kondisi tersebut. Setelah itu, warga dapat menghubungi bank bersangkutan untuk melaporkan permasalahan tersebut. “Jangan sekali-kali memberitahukan atau memperlihatkan PIN kepada orang lain,” ujar Riski.
Kasus di Kediri menunjukkan bahwa kejahatan ganjal ATM masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat. Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan terhadap modus kejahatan ini. Dengan langkah-langkah pencegahan yang tepat, masyarakat dapat melindungi diri dari risiko kehilangan uang secara tiba-tiba.





