KediriNews.com – Kuliner Kaliombo Kediri: Proses Sertifikasi Halal yang Didukung oleh ITS Surabaya

Kuliner Kaliombo, salah satu ikon kuliner khas Kota Kediri, kini tengah menjalani proses sertifikasi halal dengan dukungan penuh dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri untuk memastikan produk makanan di wilayah tersebut aman, nyaman, dan sesuai dengan prinsip syariat Islam.

Sejak 2017, Pemkot Kediri melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) telah menggelar fasilitasi sertifikasi halal secara gratis. Hingga April 2025, tercatat sebanyak 6.728 pelaku usaha di Kota Kediri telah memiliki sertifikat halal berdasarkan data dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Jumlah tersebut terdiri dari 6.520 sertifikat halal self declare dan 208 sertifikat halal reguler. Dari fasilitasi Pemkot sendiri, sebanyak 197 pelaku usaha telah memperoleh sertifikat, dengan rincian 30 self declare dan 167 reguler.

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menyampaikan bahwa sertifikasi halal tidak hanya menjamin keamanan produk, tetapi juga memperkuat kepercayaan konsumen dan memperluas akses pasar. “Sertifikasi halal penting bagi pelaku usaha di Kota Kediri yang mayoritas masyarakatnya beragama Islam dan menjadi tujuan kunjungan wisata dari berbagai daerah,” ujar Mbak Wali.

Pelaku usaha Kuliner Kaliombo Kediri dalam proses sertifikasi halal bersama ITS Surabaya

Mbak Wali juga menyebutkan bahwa Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal mewajibkan semua produk yang beredar di Indonesia sudah bersertifikat halal paling lambat 17 Oktober 2026. Oleh karena itu, ia berharap semakin banyak pelaku usaha terinspirasi untuk mengikuti jejak tersebut.

Dalam rangka mendukung proses sertifikasi halal, Disperdagin Kota Kediri melakukan pendampingan terhadap 18 pelaku usaha untuk mempersiapkan kelengkapan dokumen sebelum dilangsungkannya audit lapangan. “Yang kita fasilitasi adalah sertifikasi halal jalur reguler, jika jalur reguler proses auditnya dilakukan oleh auditor dengan persyaratan yang ketat dan semuanya ditanggung Disperdagin sehingga tidak dipungut biaya apa pun,” jelas Tanto Wijohari, Kepala Disperdagin Kota Kediri.

Pelatihan higiene sanitasi makanan oleh ITS Surabaya untuk pelaku usaha Kuliner Kaliombo Kediri

Selain itu, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya memberikan dukungan penuh terhadap program Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam menciptakan zona kuliner yang higienis dan aman. Hal ini diwujudkan melalui pelatihan “Peningkatan Kapasitas Pengetahuan Higiene Sanitasi Makanan” bagi pengelola dan penjamah makanan di Auditorium Gedung Research Center ITS, 24-25 Juli 2024.

Rektor ITS, Prof Bambang Pramujati, menyatakan bahwa pelatihan ini sebagai komitmen ITS dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya pelaku usaha makanan. “Kami selalu mengintegrasikan syariat agama dengan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menghasilkan produk yang memenuhi standar keamanan dan kebersihan,” ungkap Bambang.

Pelatihan ini juga bertujuan membantu pemerintah dan pelaku usaha dalam menerapkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 14 Tahun 2021 tentang kewajiban pengelola dan penjamah makanan memiliki pengetahuan dan kompetensi dasar higienitas dan sanitasi.

Dengan adanya kolaborasi antara Pemkot Kediri, Disperdagin, serta dukungan dari ITS Surabaya, proses sertifikasi halal di Kuliner Kaliombo Kediri semakin diperkuat. Ini menjadi langkah strategis untuk memastikan kualitas produk makanan yang dijual kepada konsumen, baik lokal maupun wisatawan.

Harapan besar disampaikan oleh Wali Kota Kediri, yaitu semakin banyak pelaku usaha yang bersertifikat halal akan semakin kuat perekonomian Kota Kediri. Ini juga sejalan dengan Sapta Cita Kota Kediri, terutama dalam mewujudkan masyarakat yang produktif, kreatif, dan inovatif.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *