Pusat oleh-oleh ini berada di lokasi strategis yang mudah diakses oleh wisatawan, baik lokal maupun internasional. Di dalamnya, pengunjung dapat menemukan berbagai jenis oleh-oleh seperti tahu takwa, tahu kuning, tahu pong, dan getuk pisang—produk yang telah menjadi ikon kuliner Kediri sejak lama. Selain itu, terdapat juga berbagai produk kerajinan tangan, makanan ringan, dan minuman khas yang diproduksi oleh pelaku UMKM setempat.
Mas Dhito menjelaskan bahwa kehadiran pusat oleh-oleh ini bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi wisatawan dalam memperoleh oleh-oleh khas Kediri tanpa harus mencari ke berbagai tempat. “Dengan adanya pusat oleh-oleh ini, wisatawan tidak perlu repot-repot mencari oleh-oleh di banyak lokasi. Semua bisa ditemukan di satu tempat,” ujarnya.

Selain itu, pusat oleh-oleh ini juga menjadi wadah promosi bagi UMKM lokal. Dengan penataan yang lebih rapi dan profesional, produk-produk UMKM dapat menarik perhatian konsumen dan meningkatkan penjualan. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan usaha kecil dan menengah.
“Produk UMKM adalah tulang punggung perekonomian daerah. Dengan dukungan pemerintah dan kolaborasi dari seluruh stakeholder, saya yakin UMKM akan semakin berkembang dan mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional,” tambah Mas Dhito.

Pusat oleh-oleh ini juga dilengkapi dengan fasilitas yang memadai, termasuk area parkir, ruang tunggu, dan layanan informasi. Tidak hanya itu, pihak pengelola juga telah menyiapkan berbagai program promosi dan diskon khusus untuk menarik minat pembeli.
Mas Dhito menegaskan bahwa keberadaan pusat oleh-oleh ini juga akan berdampak positif terhadap pariwisata Kediri. “Wisatawan akan lebih mudah membawa oleh-oleh sebagai kenang-kenangan, sehingga mereka akan kembali berkunjung ke Kediri,” jelasnya.
Dalam acara peresmian tersebut, turut hadir para tokoh masyarakat, pelaku UMKM, dan pengusaha lokal. Mereka menyambut baik kehadiran pusat oleh-oleh ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat ekonomi daerah.
Pemerintah Kabupaten Kediri berharap, dengan adanya pusat oleh-oleh ini, wisatawan akan lebih mengenal dan menghargai produk lokal, sekaligus memberikan dorongan bagi pengembangan UMKM di wilayah ini.





