Kediri, Jawa Timur – Operasi Sikat Semeru 2025 yang digelar selama 12 hari, mulai tanggal 22 Oktober hingga 2 November 2025, berhasil memberikan hasil yang memuaskan bagi kepolisian. Salah satu wilayah yang mencatatkan prestasi terbaik adalah Kediri, di mana belasan pelaku kejahatan berhasil ditangkap dan diungkap.
Operasi ini dilakukan dengan melibatkan sejumlah besar personel, termasuk 3.205 personel dari Polda Jatim dan jajaran. Dari jumlah tersebut, 274 personel berasal dari Satgas Polda dan 2.931 personel dari Satwil di berbagai wilayah Jawa Timur. Operasi ini bertujuan untuk menekan dan mengungkap berbagai kejahatan konvensional yang meresahkan masyarakat.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham menyampaikan bahwa operasi ini merupakan bagian dari upaya Polri dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Jawa Timur. “Pada sore hari ini, tanggal 5 November 2025, kami menyampaikan hasil kegiatan Operasi Sikat Semeru 2025 yang telah dilaksanakan selama 12 hari, yaitu mulai tanggal 22 Oktober sampai dengan 2 November 2025,” ujarnya.
Di Kediri, Polres Kediri berhasil mengungkap 15 kasus kejahatan selama operasi berlangsung. Kasus yang terungkap mencakup pencurian, penyalahgunaan senjata tajam, penganiayaan, curat, curas, dan curanmor. Dari jumlah tersebut, lima di antaranya merupakan kasus pencurian, satu kasus penyalahgunaan senjata tajam, satu penganiayaan, dua kasus curat, tiga kasus curas, dan tiga kasus curanmor.
[IMAGE: Operasi Sikat Semeru Kediri Penangkapan Bandit]
Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji menyampaikan bahwa dari 15 kasus yang terungkap, enam di antaranya merupakan target operasi (TO) dan sudah ditetapkan sebagai tersangka. “Seluruh tertangkap pelaku, enam di antaranya merupakan target operasi atau TO dan sudah kami tetapkan sebagai tersangka hingga saat ini dalam proses penyidikan,” katanya.
Dari 15 pelaku yang diamankan, dua di antaranya masih di bawah umur. Mereka berusia sekitar 14–15 tahun dan terlibat dalam kasus pencurian kendaraan bermotor milik temannya sendiri dengan kekerasan menggunakan senjata tajam. Selain itu, ada juga pelaku yang merupakan residivis kasus serupa. “Pelaku ini pernah kami tangkap saat masih di bawah umur karena kasus curanmor, dan kini kembali melakukan kejahatan yang sama,” imbuhnya.
Barang bukti yang berhasil diamankan terbagi dalam dua kategori. Barang hasil kejahatan meliputi tiga sepeda motor, enam unit handphone, karburator, pintu PVC, gawang jendela, pompa air, tangga lipat, tabung LPG, kompor dua tungku, liontin emas, serta sepeda angin. Sementara barang bukti alat kejahatan yang diamankan antara lain empat sepeda motor, sabit, pisau, kayu, jaket, celana, sandal, masker, dan dua helm.
[IMAGE: Operasi Sikat Semeru Kediri Penangkapan Bandit]
Polres Kediri berkomitmen untuk terus menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. “Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga kamtibmas,” tegas AKBP Bramastyo.
Operasi Sikat Semeru 2025 tidak hanya berhasil mengungkap berbagai kejahatan, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keamanan. Dengan kerja sama yang baik antara polisi dan masyarakat, harapan besar dapat tercapai dalam menciptakan lingkungan yang aman dan damai.



